Tag: uu pornografi
UU Anti Pornografi Telah Disahkan Bagaimana Selanjutnya?
by Abu Aisyah on Oct.31, 2008, under Aktual, Catatanku
Pertempuran antara manusia dan Iblis tidak akan pernah berakhir begitu saja, sebelum hari kiamat tiba, dan itu adalah sunnatullah. Tiada manusia di dunia ini yang tidak digoda dengan makhluk yang terbuat dari naar itu. Semuanya dibayang-bayangi, semuanya dibisiki. Tinggal manusia itu sendiri bagaimana.
Indonesia adalah negara yang disebut negara kepulauan, negara seribu pulau, negara seribu suku, negara seribu adat, dan disebut Bhineka Tunggal Ika. Pada saat duduk di sekolah dasar, kita semua diajarkan bahwa Indonesia terdiri banyak sekali propinsi, adat, agama, dan juga kesukuan. Yang mana masing-masing punya pandangan, filsafat dan punya pemikiran berbeda-beda, namun kebhinekaan itu adalah yang mempersatukan kita. Dan pelajaran itu tetap melekat pada kita sampai kita dewasa, punya anak, punya cucu, bahkan setelah itu kita ajarkan hal itu kepada anak cucu kita, sehingga kita juga yang mungkin tidak faham maksud dari Bhineka Tunggal Ika itupun akhirnya beranggapan “Pokoknya setiap perbedaan tidak membuat perpecahan”.
Kemudian dari orang-orang liberal sekelas JIL dan antek-anteknya, juga orang-orang yang beraliran filsafat lebih mendukung adanya feminisme, lebih mendukung adanya sekularitas, pluralitas, sehingga batas-batas yang harus diusung manusia untuk menjadi makhluk yang mulia malah tergeser menjadi makhluk yang seperti binatang. Dan memang tidak usah dibahas lagi bahwa liberalisme, sekulerisme, dan filsafat membuat manusia menjadi orang gila, bahkan lebih gila lagi.
Kalau anda mengetahui teori Darwin, maka itu adalah salah satu filsafat yang dikemukakan oleh Darwin. Sebagaimana yang kita tahu filsafat adalah hasil pemikiran akal manusia. Padahal semua orang tahu bahwa akal manusia itu terbatas. Manusia perlu dituntun untuk menjernihkan akalnya, bukan mendewakan akal, bahkan menganggap akal manusia itu lebih rasional daripada kitab suci mereka. Maka dari itulah kitab-kitab suci ahlu kitab banyak dirubah oleh kaum mereka sendiri. Baik itu Taurat, Injil, Zabur. Sedangkan orang-orang yang menaklukkan akal mereka atas Al Qur’an, maka tidak akan berani menganggap Al Qur’an itu perlu dirubah, terkecuali orang-orang yang mendewakan akal seperti JIL. Mereka bahkan sangat berani mengatakan beberapa ayat sudah tidak bisa dikondisikan oleh zaman. (continue reading…)




