Isu terorisme telah mengguncangkan negara ini. Dan sekali lagi umat Islam diuji, dan yang lebih parah lagi adalah hal ini terjadi di dalam negara kita. Di dalam negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Mereka seperti terpenjara dari kebebasan berdakwah.
Semenjak Kapolri memerintahkan untuk mengawasi dakwah di masjid-masjid, maka semenjak itu pula polisi berpakaian preman memasuki pengajian-pengajian. Bahkan untuk beberapa kasus sendiri menyuruh seluruh ustadz-ustadz yang berceramah agar melakukan wajib lapor untuk ceramahnya. Kaum muslimin pun diliputi kegalauan, keresahan dan kecemasan. Apalagi ketika ustadz-ustadz tersebut membahas masalah jihad yang sensitif. Apakah ketika menjelaskan tentang perang di jaman rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam harus dicurigai sebagai pemahaman teroris? Atau ketika menjelaskan tentang wajibnya jihad apakah sudah dianggap teroris?
Yang paling parah adalah beberapa waktu lalu disiarkan di salah satu radio di kota Malang oleh Kapolres. Secara garis besar adalah untuk mencurigai orang-orang yang bercadar, berjenggot, berpakaian ghamis, dan memakai celana cingkrang. Kenapa harus dicurigai? Karena mereka dianggap sebagai teroris. Subhanallah. Perlukah seorang muslim yang darahnya haram, hartanya haram itu dicurigai. Kalau begitu jangan katakan bahwa Isu terorisme ini bukan isu agama, “Ini jelas-jelas merupakan isu agama”. Bagaimana tidak. Orang yang ingin beribadah untuk Allah dan Rasul-Nya harus dicurigai sebagai penebar teror. Sementara para pelaku kemaksiatan yang jelas-jelas bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya dibiarkan bebas? Seperti inikah sikap para polisi “yang sama sekali tidak faham masalah syari’at itu”?
Cadar itu ada syari’atnya, jenggot itu ada syari’atnya, celana cingkrang itu ada syari’atnya. Lalu kenapa harus diwaspadai? Dan juga kenapa harus memasukkan intel ke dalam pengajian-pengajian, ceramah-ceramah ustadz-ustadz diawasi, seperti di jaman kolonial saja. Apalagi polisi juga mengambil sumber yang salah dalam memahami firqoh-firqoh yang ada di Indonesia. Mereka menganggap bahwa wahabi adalah sebuah sempalan Islam yang ekstrim, apalagi televisi seperti Trans7 dan TransTV, ataupun MetroTV mengambil informasi dari orang-orang liberal, dari orang-orang seperti Ulil Abshar, dari kaum shufi, dari kaum Syi’ah, yang mana mereka semua adalah musuh dari sunnah. (Continue Reading….)








Recent Comments