Beberapa waktu lalu tersiar kabar bahwa gembong teroris tertangkap. Media ramai membicarakannya, bahkan dari tukang becak sampai orang berdasi pun membicarakannya. Ada kalangan yang gembira, ada kalangan yang menyayangkan kejadian ini. Ya, Noordin M Top telah tewas di tangan Densus 88. Demikian juga dengan salah seorang ustadz yang disebut-sebut sebagai perekrut orang-orang yang melakukan bom bunuh diri itu, seperti Zainuddin Zuchry alias Zainuddin Jaelani. Dan ia tertembak bersama saudaranya Ahmad Syahrir di sebuah kos-kosan mahasiswa beberapa waktu lalu. Dan ada yang unik dari para pelaku, dari mulai Ibrohim, sampai Zainuddin Zuchry, mereka adalah keluarga.
Saya sudah pernah membahas tentang bagaimana khawarij, di blog ini beberapa waktu yang lalu, bahwa tindakan mereka tidak dapat dibenarkan. Baik secara syar’i, maupun secara akal. Apalagi yang lebih menyedihkan mereka melakukan ini atas dasar Islam, dan cita-cita yang tinggi yaitu mati syahid. Kita sebagai umat Islam pasti terbesit dalam diri kita untuk cita-cita ini, yaitu mati syahid. Namun perlu diingat juga bahwa rasululloh shallallahu’alaihi wa salam bersabda bahwasannya mati syahid itu bukan hanya berjihad fii sabilillah, karena kalau hanya dalam jihad fii sabilillah saja, maka hanya beberapa golongan saja yang dapat. Makanya itu rasululloh shallallahu’alaihi wa salam bersabda bahwa orang yang tenggelam, ibu yang meninggal karena melahirkan anaknya, orang yang meninggal karena kecelakaan, orang yang sakit mereka adalah orang-orang yang mati syahid. (Continue Reading….)








Recent Comments