Memahami bahwa Allah adalah Satu-satunya Tempat Kembali
Seorang muslim haruslah memikirkan tentang kemana dia akan kembali. Itulah makna dari syahadat yang pertama. Dengan mengakui bahwa Allah adalah Ilaah, maka orang tersebut menyerahkan sepenuhnya hidupnya kepada Allah. Dengan mengimani perjumpaan dengan Al Khaliq, sehingga apapun yang ia lakukan ia akan terus ingat kepada-Nya. Maka dari itu, ketika seseorang yang beriman kepada Allah terjerumus ke dalam kemaksiatan hatinya tertutup dari mengingat Al Khaliq. Syaithon telah menutupi hatinya, sehingga orang yang hatinya tertutup akan lupa terhadap Al Khaliq. Syaithon berusaha untuk menggoda manusia, maka tak jarang pula orang yang alim, ataupun ustadz-pun terkena godaan. Dan syaithon akan menang ketika yang digoda berbuat syirik, sebab perbuatan syirik tidak diampuni oleh Allah.
” من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمدا عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله، وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه والجنة حق والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل ” أخرجاه
“Barang siapa yang bersyahadat bahwa tidak ada sesembahan yang hak (benar) selain Allah saja, tiada sekutu bagiNya, dan Muhammad adalah hamba dan RasulNya, dan bahwa Isa adalah hamba dan RasulNya, dan kalimatNya yang disampaikan kepada Maryam, serta Ruh dari padaNya, dan surga itu benar adanya, neraka juga benar adanya, maka Allah pasti memasukkanya ke dalam surga, betapapun amal yang telah diperbuatnya”. (HR. Bukhori & Muslim)
Hadits tersebut berbicara tentang keutamaan tauhid dan dosa yang diampuni olehnya. Dengan beriman dengan sebenar-benarnya, maka Allah pasti akan mengampuni orang tersebut, sekalipun dosanya seberat bumi.
Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan pula hadits dari Itban Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah bersabda :
” فإن الله حرم على النار من قال لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه الله “
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala mengharamkan neraka bagi orang-orang yang mengucapkanلا إله إلا الله dengan ikhlas dan hanya mengharapkan (pahala melihat) wajah Allah”.
Diriwayatkan dari Abu Said Al Khudri Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
” قال موسى يا رب، علمني شيئا أذكرك وأدعوك به، قال : قل يا موسى : لا إله إلا الله، قال : يا رب كل عبادك يقولون هذا، قال موسى : لو أن السموات السبع وعامرهن – غيري – والأرضين السبع في كفة، ولا إله إلا الله في كفـة، مالت بهـن لا إله إلا الله ” (رواه ابن حبان والحاكم وصححه).
“Musa berkata : “Ya Rabb, ajarkanlah kepadaku sesuatu untuk mengingatMu dan berdoa kepadaMu”, Allah berfirman :”Ucapkan hai Musaلا إله إلا الله ”, Musa berkata : “Ya Rabb, semua hambaMu mengucapkan itu”, Allah menjawab :” Hai Musa, seandainya ketujuh langit serta seluruh penghuninya, selain Aku, dan ketujuh bumi diletakkan dalam satu timbangan dan kalimatلا إله إلا الله diletakkan dalam timbangan yang lain, niscaya kalimatلا إله إلا الله lebih berat timbangannya.” (HR. Ibnu Hibban, dan Imam Hakim sekaligus menshohehkannya).








Recent Comments