Abu Aisyah Official Web Site

Tag: blog

Schedule Your Post

by Abu Aisyah on Nov.10, 2009, under Aktual, Catatanku, Ngoprek

credits by me

credits by me

Kurang lebih sudah sejak tahun 2002 aku mengenal yang namanya blog. Pertama kali itu pun dikenalkan oleh si Silentwind. Dulu kalau tidak salah blogku bernama adn.silentwind.com, sekarang dah nggak ada. Dan semenjak aku join di milis junker terbesar di dunia (id-gmail), pengalamanku ngeblog makin bertambah. Karena di sana walaupun obrolannya junker, tapi isinya bukan junker biasa.

Dari sana mulai kenal blognya Enda, Priyadi dan juga yang lain. Entah dari dua orang ini mana yang bisa disebut sebagai orang nomor satu di dunia blogger. Sebab tulisan mereka sudah banyak kala itu. Dan sering juga opini-opini yang ditulis di blog mereka membuat kita berpikir. Tapi si Enda, udah jarang nulis, dan diganti oleh Priyadi. Sempat juga dikatakan Bapak Blogger kala itu sudah berganti kepada Priyadi :) . Namun ternyata setelah beberapa waktu berlalu, ternyata Priyadi jarang ngeblog juga. Lantaran ketularan Facebook, Plurk, dan Twitter.

Akhirnya orang-orang yang jarang ngeblog disebut mempunyai sebuah penyakit, namanya Priyadingitis. Namun ternyata sekarang ada solusi biar kita tetap konsisten ngeblog. Yaitu Schedule. Sebenarnya fitur ini sudah lama ada di wordpress, atapun di blogspot. Cuma mungkin kita jarang menggunakannya. Saya juga pernah mencoba, misalnya saya bikin blog baru tapi date-nya saya ubah di tahun 2004. Biar dianggap orang sudah lama. Ternyata bisa juga. Dan tidak terbatas tanggalnya sampai berapa dan waktunya pula sampai berapa.

Ketika anda posting (asumsi anda memakai wordpress versi 2.8.xx), di atas tombol Publish, ada option Publish immediately. Di sanalah anda bisa mensetting tanggal kapan posting anda akan publish. Jadi kalau misalnya andabiar dianggap tiap hari posting di blognya, aktif terus. Maka inilah cara yang bagus untuk tetap eksis ngeblog. Ya…cara ini tidak efektif kalau misalnya anda mau menulis sesuatu yang uptodate. Tapi paling tidak ini sangat membantu kalau-kalau anda mau menuliskan sesuatu secara periodik. Yang penting kita bisa mengucapkan selamat tinggal pada penyakit Priyadingitis (rock)

Leave a Comment :, more...

Pesta Blogger ataukah Pesta Pengakuan

by Abu Aisyah on Nov.02, 2009, under Aktual, Catatanku

Pesta Blogger 2009 telah berakhi, saya tidak ikut. Memang karena kondisi tidak memungkinkan. Saya ada tugas di sini, apalagi harus ke Jakarta. Sebenarnya gaungnya sudah terdengar beberapa bulan sebelumnya. Tapi dari laporan teman-teman, saya rasa pesta blogger kali ini boleh dibilang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, mungkin lebih irit.
Blogger itu bukan orang biasa, mereka ada para penulis profesional (rock). Kenapa bisa disebut sebagai penulis profesional? Karena mereka adalah orang-orang yang luar biasa yang mengubah banyak pandangan dari berbagai pihak. Mulai dari orang nomor satu di negara ini, sampai orang yang berada di pengadilan pun mengenal apa itu blogger. Ketika seseorang menyebut kata blog, mereka serasa tahu bahwa ini adalah benda ajaib. Benda ini bisa membuat orang-orang tergerak untuk membela seorang wanita yang tidak berdaya, sebut saja Prita. Benda ini juga bisa memicu rasa nasionalisme ketika budaya yang dimiliki bangsa ini dicuri oleh Malaysia. Benda ini juga membuat seluruh dunia tahu bagaimana kebiadaban Yahudi di bumi Palestina, dan yang paling penting benda ini juga mengajari orang untuk menjadi lebih positif.
Semenjak adanya benda yang bernama blog, mulai dari anak SD, SMP, bahkan sampai orang jompo menulis apa yang ada di pikiran mereka. Walaupun beberapa diantaranya “hanya memfokuskan” blog untuk mencari uang, sayang sekali memang. Blog adalah sebuah ilustrasi dari penggambaran pikiran dan ide manusia yang mana mereka terkekang oleh sebuah benda, oleh sebuah gerbang yang sulit mereka tembus. Ketika mereka tidak bisa mengeluarkan uneg-uneg mereka lewat media, karena keterbatasan media untuk mempublishkannya, maka blog menjadikan sebuah wadah yang tidak akan ada yang bisa mensensor apapun. Inilah kebebasan pendapat yang hanya dimiliki oleh seseorang yang hanya bergaji Rp. 100.000,- per bulannya. Inilah kebebasan pendapat seorang anak SD yang bisa berbicara kepada presiden. Sebuah benda sakti yang bisa mengubah dunia.
Kata-kata saya di atas tidaklah berlebihan, kita bisa melihat kegiatan-kegiatan positif dari para blogger. Banyak diantara mereka yang membuat kegiatan sosial, dari yang kecil hingga yang besar. Di setiap daerah ada komunitas blogger, dari Malang, Surabaya, Jakarta, Jogja, Makasar, dan lain sebagainya. Mereka semua adalah komunitas yang mana telah berdiri dan mempunyai kekuatan untuk berbicara, ketika mereka mengeluarkan pendapat, baik di sebuah forum ataupun di sebuah komunitas yang lebih besar seperti Pesta Blogger.
Ada persoalan yang menarik yang terjadi ketika pesta Blogger 2009 barusan. Saya mendapat kabar dari teman-teman bloggerngalam, bahwa bloggerngalam tidak disebut ketika acara itu berlangsung. Entah itu karena kesalahan teknis, entah itu dilupakan atau entah-entah yang lain. Ada sebagian teman yang kecewa, karena merasa tidak diakui, dan ada yang menganggap itu mungkin tidak sengaja. Saya tidak bisa membela pihak yang mana, karena posisi saya sendiri adalah di antara tahu dan tidak tahu.
Saya mengikuti komunitas bloggerngalam bukan karena saya adalah orang yang gila ikut komunitas. Saya ikut komunitas bloggerngalam karena saya adalah seorang blogger. Saya ada di kota Malang, maka dari itulah saya ingin sebuah komunitas, di mana kita bisa bertukar pikiran bersama, berkumpul bersama, seandainya kita ada ide dan ada sesuatu yang ingin dilontarkan demi “mengubah dunia” ini, maka disinilah tempatnya kalau saya adalah seorang blogger. Sama seperti ketika saya adalah seorang muslim, saya ingin berkumpul bersama komunitas muslim lainnya, maka terbentuklah sebuah komunitas yang bernama id-muslim. Saya juga adalah seorang programmer, ketika saya ingin mencoba “mengubah dunia”, maka saya ingin juga bergabung dengan komunitas programmer yang ada di dunia. Maka dari itulah adanya komunitas, bukanlah sebuah pengakuan tentang siapa anda. Adanya komunitas, menurut saya pribadi adalah wadah saya untuk membagi ide-ide saya, wadah untuk saya dalam memberikan opini, pendapat untuk kemudian kita bersama-sama mencapai tujuan yang lebih baik bagi dunia ini.
Entah nanti manusia di ujung dunia lain mengakui atau tidak, bagi saya itu tidak jadi masalah dan tidak jadi soal. Sebab punya komunitas, yang mana komunitas mengakui saya. Itulah sebabnya saya mengikuti komunitas bloggerngalam. Saya juga bukan orang yang bisa mengajak orang lain bicara dengan baik, karena yang paling baik dalam diri saya hanyalah sebuah tulisan yang muncul lewat jari-jemari yang terus menyusun kata-kata sehingga bisa dibaca oleh setiap orang. Saya tertarik ikut bloggerngalam bukan berarti saya ingin diakui oleh orang lain. Saya ikut bloggerngalam, karena saya merasa bloggerngalam-lah tempat saya bisa berdiri sebagai blogger untuk “mengubah dunia”.
Saya hargai ketika mereka melakukan protes ketika bloggerngalam tidak disebut-sebut, atau tidak diakui. Itu hak kita, hak semuanya. Tapi kalau menyalahkan bloggerngalam dengan keluar dari komunitas, itu bukanlah tindakan yang tepat. Atau memang tidak menyalahkan bloggerngalam, namun keluar hanya gara-gara tidak diakui itu juga adalah tindakan yang tidak tepat, sebab apa hubungannya Pesta Blogger 2009 dengan bloggerngalam? Namun bagaimana pun juga hidup adalah pilihan, Its your choice d00d, not mine. Seberapa berat perjuangan bloggerngalam saya memang tidak tahu, sebab bagi saya perjuangan yang paling berat yang dilalui manusia tak sebanding dengan perjuangan para pahlawan Badar.
Bloggerngalam bagi saya adalah komunitas saya sebagai blogger. Rumah saya sebagai blogger. Tempat berkumpulnya setiap orang untuk menjadi satu kesatuan, di mana mereka semua adalah para blogger yang mencintai Malang, yang pernah ada di Malang, dan suka dengan kota Malang. Kalau Anda cinta malang, dan Anda adalah seorang blogger, maka ikutlah komunitas bloggerngalam.

Pesta Blogger 2009 telah berakhir, saya tidak ikut. Memang karena kondisi tidak memungkinkan. Saya ada tugas di sini, apalagi harus ke Jakarta. Sebenarnya gaungnya sudah terdengar beberapa bulan sebelumnya. Tapi dari laporan teman-teman, saya rasa pesta blogger kali ini boleh dibilang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, mungkin lebih irit.

Blogger itu bukan orang biasa, mereka adalah para penulis profesional (rock). Kenapa bisa disebut sebagai penulis profesional? Karena mereka adalah orang-orang yang luar biasa yang mengubah banyak pandangan dari berbagai pihak. Mulai dari orang nomor satu di negara ini, sampai orang yang berada di pengadilan pun mengenal apa itu blogger. Ketika seseorang menyebut kata blog, mereka serasa tahu bahwa ini adalah benda ajaib. Benda ini bisa membuat orang-orang tergerak untuk membela seorang wanita yang tidak berdaya, sebut saja Prita. Benda ini juga bisa memicu rasa nasionalisme ketika budaya yang dimiliki bangsa ini dicuri oleh Malaysia. Benda ini juga membuat seluruh dunia tahu bagaimana kebiadaban Yahudi di bumi Palestina, dan yang paling penting benda ini juga mengajari orang untuk menjadi lebih positif.

Semenjak adanya benda yang bernama blog, mulai dari anak SD, SMP, bahkan sampai orang jompo menulis apa yang ada di pikiran mereka. Walaupun beberapa diantaranya “hanya memfokuskan” blog untuk mencari uang, sayang sekali memang. Blog adalah sebuah ilustrasi dari penggambaran pikiran dan ide manusia yang mana mereka terkekang oleh sebuah benda, oleh sebuah gerbang yang sulit mereka tembus. Ketika mereka tidak bisa mengeluarkan uneg-uneg mereka lewat media, karena keterbatasan media untuk mempublishkannya, maka blog menjadikan sebuah wadah yang tidak akan ada yang bisa mensensor apapun. Inilah kebebasan pendapat yang hanya dimiliki oleh seseorang yang hanya bergaji Rp. 100.000,- per bulannya. Inilah kebebasan pendapat seorang anak SD yang bisa berbicara kepada presiden. Sebuah benda sakti yang bisa mengubah dunia.

Kata-kata saya di atas tidaklah berlebihan, kita bisa melihat kegiatan-kegiatan positif dari para blogger. Banyak diantara mereka yang membuat kegiatan sosial, dari yang kecil hingga yang besar. Di setiap daerah ada komunitas blogger, dari Malang, Surabaya, Jakarta, Jogja, Makasar, dan lain sebagainya. Mereka semua adalah komunitas yang mana telah berdiri dan mempunyai kekuatan untuk berbicara, ketika mereka mengeluarkan pendapat, baik di sebuah forum ataupun di sebuah komunitas yang lebih besar seperti Pesta Blogger.

Ada persoalan yang menarik yang terjadi ketika pesta Blogger 2009 barusan. Saya mendapat kabar dari teman-teman bloggerngalam, bahwa bloggerngalam tidak disebut ketika acara itu berlangsung. Entah itu karena kesalahan teknis, entah itu dilupakan atau entah-entah yang lain. Ada sebagian teman yang kecewa, karena merasa tidak diakui, dan ada yang menganggap itu mungkin tidak sengaja. Saya tidak bisa membela pihak yang mana, karena posisi saya sendiri adalah di antara tahu dan tidak tahu.

Saya mengikuti komunitas bloggerngalam bukan karena saya adalah orang yang gila ikut komunitas. Saya ikut komunitas bloggerngalam karena saya adalah seorang blogger. Saya ada di kota Malang, maka dari itulah saya ingin sebuah komunitas, di mana kita bisa bertukar pikiran bersama, berkumpul bersama, seandainya kita ada ide dan ada sesuatu yang ingin dilontarkan demi “mengubah dunia” ini, maka disinilah tempatnya kalau saya adalah seorang blogger. Sama seperti ketika saya adalah seorang muslim, saya ingin berkumpul bersama komunitas muslim lainnya, maka terbentuklah sebuah komunitas yang bernama id-muslim. Saya juga adalah seorang programmer, ketika saya ingin mencoba “mengubah dunia”, maka saya ingin juga bergabung dengan komunitas programmer yang ada di dunia. Maka dari itulah adanya komunitas, bukanlah sebuah pengakuan tentang siapa anda. Adanya komunitas, menurut saya pribadi adalah wadah saya untuk membagi ide-ide saya, wadah untuk saya dalam memberikan opini, pendapat untuk kemudian kita bersama-sama mencapai tujuan yang lebih baik bagi dunia ini.

Entah nanti manusia di ujung dunia lain mengakui atau tidak, bagi saya itu tidak jadi masalah dan tidak jadi soal. Sebab punya komunitas, yang mana komunitas mengakui saya. Itulah sebabnya saya mengikuti komunitas bloggerngalam. Saya juga bukan orang yang bisa mengajak orang lain bicara dengan baik, karena yang paling baik dalam diri saya hanyalah sebuah tulisan yang muncul lewat jari-jemari yang terus menyusun kata-kata sehingga bisa dibaca oleh setiap orang. Saya tertarik ikut bloggerngalam bukan berarti saya ingin diakui oleh orang lain. Saya ikut bloggerngalam, karena saya merasa bloggerngalam-lah tempat saya bisa berdiri sebagai blogger untuk “mengubah dunia”.

Saya hargai ketika mereka melakukan protes ketika bloggerngalam tidak disebut-sebut, atau tidak diakui. Itu hak kita, hak semuanya. Tapi kalau menyalahkan bloggerngalam dengan keluar dari komunitas, itu bukanlah tindakan yang tepat. Atau memang tidak menyalahkan bloggerngalam, namun keluar hanya gara-gara tidak diakui itu juga adalah tindakan yang tidak tepat, sebab apa hubungannya Pesta Blogger 2009 dengan bloggerngalam? Namun bagaimana pun juga hidup adalah pilihan, Its your choice d00d, not mine. Seberapa berat perjuangan bloggerngalam saya memang tidak tahu, sebab bagi saya perjuangan yang paling berat yang dilalui manusia tak sebanding dengan perjuangan para pahlawan Badar.

Bloggerngalam bagi saya adalah komunitas saya sebagai blogger. Rumah saya sebagai blogger. Tempat berkumpulnya setiap orang untuk menjadi satu kesatuan, di mana mereka semua adalah para blogger yang mencintai Malang, yang pernah ada di Malang, dan suka dengan kota Malang. Kalau Anda cinta malang, dan Anda adalah seorang blogger, maka ikutlah komunitas bloggerngalam.

7 Comments :, , , more...

Sudah Saatnya Para Pejabat Mengenal IT

by Abu Aisyah on Oct.30, 2009, under Catatanku

Demam Facebook dan Blog telah merambah setiap manusia di seluruh duina. Walaupun sebagian besar mereka juga tidak faham apa itu Facebook atau apa itu blog, tetapi yang pasti jumlah pengguna Facebook menurut pemiliknya sendiri ketika diwawancarai di Oprah Winfrey Show ada sampai 175 juta jiwa. Seandainya seluruh pengguna Facebook mendirikan negara sendiri bakal menjadi salah satu dari 10 negara terbesar di dunia.

Namun sayangnya perkembangan teknologi tidak seiring dengan mereka yang berada di pemerintahan. Baik itu yang ada di Pemda, Pemkot ataupun di Pemerintahan Pusat. Walaupun memang mereka ada yang mengenal IT dan berkecimpung di dunia IT, ada yang mengerti, namun yang parah adalah mereka yang tidak faham masalah IT.

Pengalaman saya ketika berhadapan dengan para pejabat tersebut macam-macam. Mereka itu kalau menjelaskan sesuatu sangat panjang lebar, boleh dibilang sampai membuat saya mengantuk. Akhirnya saya suruh mereka menggambar alurnya, sehingga sistem yang mereka minta bisa kumengerti. Padahal kepinginnya ketika itu membuat sebuah web yang simpel. Tapi ya penjelasannya panjang lebar. :D

Makanya, sekarang ini para pejabat sudah mulai merambah blog. Beberapa dari mereka sudah ngeblog, termasuk para menterinya sampai kepada presiden. Mungkin sih, ingin meniru Barrack Obama, secara presiden Amrik itu diberitakan besar-besaran bahwa menggunakan media Facebook. Spontan setelah itu Facebook ramai dikunjungi manusia, bahkan situs jejaring sosial yang sempat populer di Indonesia (Friendster) sekarang semakin anjlok traffic-nya.

Saya tercatat sudah mengikuti twitter, facebook, dan juga ngeblog. Dan mengupdate status sesering mungkin. Bagaimana dengan anda? Saya mengucapkan selamat kepada para pejabat yang sudah mulai belajar IT, biar mereka tidak malu-maluin dan juga meringankan beban saya kalau mereka jadi klien saya :P . Amiin. Paling tidak Indonesia tidak akan dikenal gapteklah para pejabatnya kalau disandingkan dengan negara-negara maju lainnya. Dan juga biar tidak selalu mengandalkan Om kumis untuk mengambil pendapat seorang pakar, sebab pakar yang lebih hebat selain Om kumis itu banyak :P .

Leave a Comment :, , more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!