<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Abu Aisyah Official Web Site</title>
	<atom:link href="http://www.abuaisyah.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.abuaisyah.org</link>
	<description>Menapaki Jalan Salafush Sholeh</description>
	<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 08:44:46 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Fatwa MUI tentang 1 Ramadhan ,1 Syawwal ataupun 1 Dzulhijjah</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2008/10/08/fatwa-mui-tentang-1-ramadhan-1-syawwal-ataupun-1-dzulhijjah/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2008/10/08/fatwa-mui-tentang-1-ramadhan-1-syawwal-ataupun-1-dzulhijjah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 08:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aktual]]></category>

		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>

		<category><![CDATA[fatwa]]></category>

		<category><![CDATA[mui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya udah lama sih, tapi nggak apa-apa kalau ingin tahu fatwa ini. Semoga bisa bermanfaat bagi yang tidak faham terhadap masalah ini.
KEPUTUSAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA
Nomor 2 Tahun 2004
Tentang
PENETAPAN AWAL RAMADHAN, SYAWAL, DAN DZULHIJJAH
Majelis Ulama Indonesia,
MENIMBANG:

(a) bahwa umat Islam Indonesia dalam melaksanakan puasa Ramadan, salat Idul Fitr dan Idul Adha, serta ibadah-ibadah lain yang terkait [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Sebenarnya udah lama sih, tapi nggak apa-apa kalau ingin tahu fatwa ini. Semoga bisa bermanfaat bagi yang tidak faham terhadap masalah ini.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>KEPUTUSAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA<br />
Nomor 2 Tahun 2004<br />
Tentang<br />
PENETAPAN AWAL RAMADHAN, SYAWAL, DAN DZULHIJJAH</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Majelis Ulama Indonesia</strong>,</p>
<p style="text-align: center;"><strong>MENIMBANG:</strong></p>
<ul>
<li>(a) bahwa umat Islam Indonesia dalam melaksanakan puasa Ramadan, salat Idul Fitr dan Idul Adha, serta ibadah-ibadah lain yang terkait dengan ketiga bulan tersebut terkadang tidak dapat melakukannya pada hari dan tanggal yang sama disebabkan perbedaan dalam penetapan awal bulan-bulan tersebut;</li>
<li>(b) bahwa keadaan sebagaimana tersebut pada huruf a dapat menimbulkan citra dan dampak negatif terhadap syi’ar dan dakwah Islam;</li>
<li>(c) bahwa Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia pada tanggal 22 Syawwal 1424 H/16 Desember 2003 telah menfatwakan tentang penetapan awal bulan Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah, sebagai upaya mengatasi hal di atas;</li>
<li>(d) bahwa oleh karena itu, Majelis Ulama Indonesia memandang perlu menetapkan fatwa tentang penetapan awal bulan Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah dimaksud untuk dijadikan pedoman.</li>
</ul>
<p><strong>MENGINGAT:</strong></p>
<p>1. Firman Allah SWT (Subhanahu wa Ta’ala), antara lain :</p>
<ul>
<li>(QS Yunus [10]: 5) : Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu…</li>
<li>(QS. an-Nisa’ [4]: 59) : Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah, taatlah kepada Rasul dan ulil-amri di antara kamu.</li>
</ul>
<p>2. Hadis-hadis Nabi s.a.w. (shallallahu ‘alaihi wa sallam), antara lain :</p>
<ul>
<li>(H.R. Bukhari Muslim dari Ibnu Umar) : “Janganlah kamu berpuasa (Ramadhan) sehingga melihat tanggal (satu Ramadhan) dan janganlah berbuka (mengakhiri puasa Ramadhan) sehingga melihat tanggal (satu Syawwal). Jika dihalangi oleh awan/mendung maka kira-kirakanlah”.</li>
<li>(Bukhari Muslim dari Abu Hurairah) : “Berpuasalah (Ramadhan) karena melihat tanggal (satu Ramadhan). Dan berbukalah (mengakhiri puasa Ramadhan) karena melihat tanggal (satu Syawwal). Apabila kamu terhalangi, sehingga tidak dapat melihatnya maka sempurnakanlah bilangan Sya’ban tiga puluh hari”.</li>
<li>(H.R. Bukhari dari Irbadh bin Sariyah) : “Wajib bagi kalian untuk taat (kepada pemimpin), meskipun yang memimpin kalian itu seorang hamba sahaya Habsyi”.</li>
</ul>
<p>3. Qa’idah fiqh: “Keputusan pemerintah itu mengikat (wajib dipatuhi) dan menghilangkan silang pendapat”.</p>
<p><strong>MEMPERHATIKAN:</strong></p>
<ol>
<li>Pendapat para ulama ahli fiqh; antara lain pendapat Imam al-Syarwani dalam Hasyiyah al-Syarwani.</li>
<li>Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia tentang penetapan awal bulan Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah, tanggal 22 Syawwal 1424/16 Desember 2003.</li>
<li>Keputusan Rapat Komisi Fatwa MUI, tanggal 05 Dzulhijjah 1424/24 Januari 2004.</li>
</ol>
<p>Dengan memohon ridha Allah SWT</p>
<p>MEMUTUSKAN</p>
<p>MENETAPKAN : FATWA TENTANG PENETAPAN AWAL RAMADHAN, SYAWAL, DAN DZULHIJJAH</p>
<p>Pertama : <strong>Fatwa</strong></p>
<ol>
<li>Penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah dilakukan berdasarkan metode ru’yah dan hisab oleh Pemerintah RI cq Menteri Agama dan berlaku secara nasional.</li>
<li>Seluruh umat Islam di Indonesia <strong>wajib menaati ketetapan Pemerintah RI</strong> tentang penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.</li>
<li>Dalam menetapkan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, Menteri Agama wajib berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia, ormas-ormas Islam dan Instansi terkait.</li>
<li>Hasil rukyat dari daerah yang memungkinkan hilal dirukyat walaupun di luar wilayah Indonesia yang mathla’nya sama dengan Indonesia dapat dijadikan pedoman oleh Menteri Agama RI.</li>
</ol>
<p>Kedua : <strong>Rekomendasi</strong></p>
<p>Agar Majelis Ulama Indonesia mengusahakan adanya kriteria penentuan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah untuk dijadikan pedoman oleh Menteri Agama dengan membahasnya bersama ormas-ormas Islam dan para ahli terkait.</p>
<p>Ditetapkan di : Jakarta, 05 Dzulhijjah 1424 H / 24 Januari 2004 M</p>
<p>MAJELIS ULAMA INDONESIA,</p>
<p>KOMISI FATWA,</p>
<p>Ketua: KH. Ma’ruf Amin     Sekretaris: Hasanudin</p>
<p>Sumber: Fatwa Majelis Ulama Indonesia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2008/10/08/fatwa-mui-tentang-1-ramadhan-1-syawwal-ataupun-1-dzulhijjah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa Pembahasan Seputar I&#8217;edul Fithri</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2008/10/06/beberapa-pembahasan-seputar-iedul-fithri/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2008/10/06/beberapa-pembahasan-seputar-iedul-fithri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 04:53:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aktual]]></category>

		<category><![CDATA[As Sunnah]]></category>

		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>

		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>

		<category><![CDATA[lebaran]]></category>

		<category><![CDATA[ucapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[I&#8217;edul Fitri telah tiba, dan banyak orang-orang yang saling bersilaturahim dan saling ma&#8217;af-mema&#8217;afkan. Padahal ma&#8217;af mema&#8217;afkan itu sebenarnya lebih afdhol dilakukan ketika bulan Ramadhan, demikian juga silaturrahim, soalnya di bulan Ramadhan pahala digandakan oleh Allah Subhanahu wa ta&#8217;alaa.
Setelah satu bulan lamanya umat Islam menahan lapar dan haus, mereka sekarang telah meninggalkan Ramadhan yang tak akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I&#8217;edul Fitri telah tiba, dan banyak orang-orang yang saling bersilaturahim dan saling ma&#8217;af-mema&#8217;afkan. Padahal ma&#8217;af mema&#8217;afkan itu sebenarnya lebih afdhol dilakukan ketika bulan Ramadhan, demikian juga silaturrahim, soalnya di bulan Ramadhan pahala digandakan oleh Allah Subhanahu wa ta&#8217;alaa.</p>
<p>Setelah satu bulan lamanya umat Islam menahan lapar dan haus, mereka sekarang telah meninggalkan Ramadhan yang tak akan bisa kita kembali lagi ke dalamnya, melainkan menunggu Ramadhan datang lagi tahun depan. Dan berharap agar seluruh amalan-amalan kebajikan yang telah dilakukan di bulan Ramadhan diterima semua oleh Allah Subhanahu wa ta&#8217;alaa. Dan selama 1 tahun kedepan kita juga berharap agar dipercepat bertemu dengan Ramadhan, dan itulah yang dilakukan oleh para shahabat ridwanu &#8216;ajma&#8217;in.<span id="more-63"></span></p>
<p><strong>Ucapan pada hari I&#8217;edul Fithri</strong></p>
<p>Apa yang diucapkan pada hari I&#8217;edul Fithri?</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang ucapan selamat pada hari raya maka beliau menjawab [Majmu Al-Fatawa 24/253] :</p>
<p>&#8220;Ucapan pada hari raya, di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu setelah shalat Ied :</p>
<p><strong>Taqabbalallahu minnaa wa minkum</strong></p>
<p>&#8220;Artinya : Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian&#8221;</p>
<p>Dan ( Ahaalallahu &#8216;alaika), dan sejenisnya, ini telah diriwayatkan dari sekelompok sahabat bahwa mereka mengerjakannya. Dan para imam memberi rukhshah untuk melakukannya seperti Imam Ahmad dan selainnya, akan tetapi Imam Ahmad berkata : Aku tidak pernah memulai mengucapkan selamat kepada seorangpun, namun bila ada orang yang mendahuluiku mengucapkannya maka aku menjawabnya. Yang demikian itu karena menjawab ucapan selamat bukanlah sunnah yang diperintahkan dan tidak pula dilarang. Barangsiapa mengerjakannya maka baginya ada contoh dan siapa yang meninggalkannya baginya juga ada contoh, wallahu a&#8217;lam.[ Al Jalal As Suyuthi menyebutkan dalam risalahnya " Wushul Al Amani bi Ushul At Tahani" beberapa atsar yang berasal lebih darisatu ulama Salaf, di dalamnya ada penyebutan ucapan selamat ]</p>
<p>Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar[Fathul Bari 2/446] :</p>
<p>&#8220;Dalam &#8220;Al Mahamiliyat&#8221; dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata :</p>
<p>&#8220;Artinya : Para sahabat Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu minnaa wa minka (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)&#8221;.</p>
<p>Ibnu Qudamah dalam &#8220;Al-Mughni&#8221; (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata : &#8220;Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : Taqabbalallahu minnaa wa minka</p>
<p>Imam Ahmad menyatakan : &#8220;Isnad hadits Abu Umamah jayyid (bagus)&#8221; [Lihat Al Jauharun Naqi 3/320. Berkata Suyuthi dalam 'Al-Hawi: (1/81) : Isnadnya hasan]</p>
<p><strong>Lalu bagaimana dengan Minal Aidin wal Faidzin?</strong></p>
<p>Ucapan minal Aidzin wal Faidzin ini hanya terkenal di Indonesia saja, di negara-negara Islam selain Indonesia tidak pernah dikenal ucapan ini, adapun arti dari Minal Aidin wal Faidzin adalah Bagian dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang. Bukan berarti Mohon Ma&#8217;af Lahir Bathin. Sebagian orang berpendapat ini adalah do&#8217;a. Namun do&#8217;a tersebut tidaklah diajarkan oleh rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa sallam. Adapun kita lebih baik mengamalkan yang ada nashnya yaitu taqaballahu minna wa minkum.</p>
<p>Allah berfirman:</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: x-large; font-family: Traditional Arabic; color: #000000;">وَلا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلا</span></p>
<p>artinya: &#8220;Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah&#8221; [Q.S Al Baqarah: 41]</p>
<p><strong>Ungkapan Lebaran</strong></p>
<p>Salah satu istilah yang paling populer adalah <em>“lebaran”</em>. Berdasarkan linguistik (ilmu bahasa) ternyata tidak ada keterangan dan rujukan yang baku. Sehingga istilah <em>“lebaran”</em> diterima sebagai ungkapan khusus yang ada begitu saja serta hidup di dalam keseharian masyarakat luas. Kamus Besar Bahasa Indonesia pun mengartikan kata <em>“lebaran”</em> sebagai <em>“hari raya ummat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawwal setelah menjalankan ibadah puasa di bulan sebelumnya (Ramadhan). Hari raya ini disebut dengan Iedul Fitri”</em>, sedangkan <em>“lebaran besar”</em> adalah istilah untuk menandai hari raya Iedul Adha atau disebut juga <em>“lebaran haji”</em>. Tidak ada penjelasan dari mana asal usul kata ini dan apa saja rujukannya dan masyarakat juga tidak terlalu mempedulikannya.</p>
<p>Sebagian kelompok misalnya orang Jawa beranggapan istilah <em>“lebaran”</em> berasal dari ungkapan bahasa Jawa <em>“wis bar (sudah selesai)”</em>, maksudnya sudah selesai menjalankan ibadah puasa. Kata <em>“bar”</em> sendiri adalah bentuk pendek dari kata <em>“lebar”</em> yang artinya <em>“selesai”</em>. Bahasa Jawa memang suka memberikan akhiran <em>“an”</em> untuk suatu kata kerja. Misalnya asal kata <em>“bubar”</em> yang diberi akhiran <em>“an”</em> menjadi <em>“bubaran”</em> yang umumnya menjadi berkonotasi jamak. Kata <em>“bubar”</em> sendiri adalah bentuk populer/rendah dari kata <em>“lebar”</em>. Seperti diketahui Bahasa Jawa mengenal tingkatan bahasa yang berbeda dan berlaku untuk kelompok masyarakat tertentu. Kata <em>“bubar”</em> dan <em>“lebar”</em> maknanya sama, tetapi kata <em>“bubar”</em> digunakan oleh masyarakat awam, sedangkan kata <em>“lebar”</em> digunakan oleh para priyayi (bangsawan), sebagai istilah yang lebih halus/sopan.</p>
<p>Jadi ungkapan <em>“wis bar”</em> bentuk singkat ungkapan <em>“wes bubar”</em> yang berlaku untuk masyarakat awam. Sedang ungkapan <em>“sampun lebar”</em> digunakan oleh golongan masyarakat yang lebih tinggi tingkatan sosialnya. Selanjutnya kata <em>“lebar”</em> diserap ke dalam Bahasa Indonesia dengan akhiran <em>“an”</em>, sehingga menjadi istilah umum yang kita kenal sekarang yaitu <em>“lebaran”</em>. Artinya kurang lebih <em>“perayaan secara bersama dengan handai taulan setelah selesai menjalankan ibadah puasa”</em>.</p>
<p>Namun justru sangat jarang orang Jawa memakai istilah <em>“lebaran”</em> ini. Umumnya digunakan istilah <em>“sugeng riyadin”</em> yang artinya <em>“selamat hari raya”</em> sebagai suatu ungkapan sopan/halus dan <em>“riyoyo”</em> yang merupakan bentuk kasar/rendah-nya. Kalau kata kerja jamaknya bisa diduga menggunakan akhiran <em>“an”</em> yaitu <em>“riyoyoan”</em> alias merayakan hari raya. Selain itu ada ungkapan lain untuk menyebut “hari raya” yang maknanya sedikit berbeda yaitu “bada” yang berasal dari serapan bahasa Arab <em>“ba’da”</em> artinya <em>“setelah”</em>. Sehingga <em>“riyoyoan”</em> juga berarti <em>“bada-an”</em> yang bermakna “perayaan setelah berpuasa di bulan suci Ramadhan”. Ucapan <em>“sugeng riyadin”</em> biasanya kemudian diikuti dengan ungkapan permohonaan maaf <em>“nyuwun pangaksami”</em> (halus) atau <em>“nyuwun pangapunten”</em> (kasar) <em>“sedoyo kalepatan”</em> (segala kesalahan). Sedang kalau anak muda biasa to the point <em>“sepurane yo”</em> (maafkan ya).</p>
<p>Artinya ucapan selamat itu tidak berdiri sendiri melainkan segera diikuti ungkapan permohonan maaf yang menunjukkan kuatnya asimiliasi ajaran agama Islam ke dalam budaya perayaan Jawa tersebut. Meskipun ritual bermaaf-maafan, bersalaman, berkumpulnya kerabat dalam jumlah besar di dalam suatu acara khusus semacam <em>“halal bi halal”</em> ini tidak dikenal di arab dan di tempat masyarakat muslim lainnya. Di Indonesia, <em>“halal bi halal”</em> bahkan sudah dimulai sejak masih di lapangan atau masjid setelah sholat Ied. Bahkan sering dengan cara berbaris memutar diantara seluruh jamaah dan disertai mendendangkan syair shalawat <em>“allahumma sholli ala muhammad, ya robbi sholli alaihi wassalim”</em> secara bersama-sama.</p>
<p>Yang banyak menggunakan istilah <em>“lebaran”</em> justru masyarakat Betawi. Menurut mereka, istilah <em>“lebaran”</em> berasal dari kata <em>“lebar”</em> yang maknanya <em>“luas”</em> yaitu sebagai gambaran keluasan hati atau kelegaan setelah keberhasilan menuntaskan ibadah selama bulan suci Ramadhan dan kegembiraan dalam menyambut perayaan hari kemenangan dan karena bersilaturahim dengan sanak saudara dan handai taulan.</p>
<p>Orang Malaysia, ternyata juga menggunakan istilah <em>“lebaran”</em>, tetapi mereka juga tidak tahu dari mana asal usul istilah ini. Apakah karena meniru kebiasaan di Indonesia, ataukah memang ada keterkaitan dengan bahasa dan budaya Melayu? Sampai saat ini tidak ada rujukan, catatan atau bukti memadai yang bisa menjelaskannya.</p>
<p>Yang lucu adalah cerita asal usul kata <em>“lebaran”</em> ini menurut seorang anggota dan peserta diskusi di Detik Forum. Ceritanya ada 2 orang berlogat Medan sedang ngobrol:</p>
<p>si A : Cam mana ni, makan ta boleh, minum ta boleh, bersetubuh dengan istri sendiri di siang hari tak boleh. Sempit kale kau<br />
si B : tapi selepas bulan ini lebaran lah kau.</p>
<p>Jadi, mungkin arti lebaran menurut orang Medan adalah lebih lebar, lebih bebas, lebih luas.</p>
<p><strong>Catatan Kecil</strong></p>
<p>Di hari Raya I&#8217;edul Fithri memang sebagian orang menggunakan momentum ini untuk saling berma&#8217;afan. Sekedar catatan, bahwa saling mema&#8217;afkan itu tidaklah hanya pada hari I&#8217;edul Fithri saja, atau hari-hari tertentu, tapi setiap kita ingat kita punya kesalahan dengan seseorang maka kita harus minta ma&#8217;af. Tak terkecuali orang yang sering kita ghibah kepadanya, ataupun tak sengaja kita punya rasa su&#8217;uzhan kepadanya baik disengaja ataupun tidak. Sebab pertanggungan jawab di hari akhir nanti lebih berat.</p>
<p>Pada dasarnya kepada seseorang yang punya salah kepada kita, kita sangat sukar untuk mema&#8217;afkan, namun alangkah mulianya perbuatan meminta ma&#8217;af tersebut. Mema&#8217;afkan adalah salah satu sifat rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Sebagaimana beliau mema&#8217;afkan seseorang yang telah membunuh Hamzah, paman beliau shallallahu&#8217;alaihi wa sallam, setelah sang pembunuh masuk Islam.</p>
<p>Hal yang sering kita tidak ingat setelah masuk I&#8217;edul Fithri adalah silaturrahim. Silah artinya menyambung, ar rahim artinya adalah rahim, yaitu tempat yang menampung manusia sebelum lahir ke dunia. Memang pada dasarnya orang-orang hanya ingat dengan saudara jauh ketika I&#8217;edul Fithri tiba, namun sebenarnya tidak demikian. Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wa sallam adalah orang yang paling dekat dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Beliau dikenal paling banyak menyambung tali silaturrahim. Bahkan Khadijah radhiyallahu&#8217;anha-ummul Mukminin-sendiri membenarkan ketika beliau sedang dalam keadaan gemetar setelah menerima wahyu.</p>
<p>Betapa miskinnya kita sebagai manusia kalau hanya ingat sanak family ketika merayakan I&#8217;edul Fithri. Bahkan betapa bakhilnya kita hanya karena I&#8217;edul Fithri saja kita ingat meminta ma&#8217;af, dan hanya pada Ramadhan saja kita ingat mengeluarkan zakat, infaq dan shadaqah. Sesungguhnya orang yang menang di bulan Ramadhan adalah mereka yang tetap istiqomah terhadap apa yang dilakukannya di bulan Ramadhan sampai ia menemui Ramadhan lagi.</p>
<p>Dan juga betapa malasnya kita kalau hanya di bulan Ramadhan saja kita qiyamul lail, sedangkan selepasnya kita berhenti untuk qiyamul lail. Allah lebih menyukai orang-orang yang istiqomah di atas jalan kebenaran. Dan benarlah apa yang difirmankan oleh Allah:</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: x-large; font-family: Traditional Arabic; color: #000000;">وَسَارِعُوا إِلَى  مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ  لِلْمُتَّقِينَ</span></p>
<p><em>artinya: </em><span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman; color: #000000;"><em>&#8220;Dan  bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya  seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,&#8221;</em> [Q.S. Ali Imran : 133 ]</span></p>
<p>sumber:</p>
<p>1. <a title="Fatwa Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al Halabi Al Atsari Hafizhahullah" href="http://www.almanhaj.or.id/content/1177/slash/0" target="_blank">Al Manhaj</a></p>
<p>2. <a title="Istilah Lebaran" href="http://www.pataka.net/2008/09/29/beragam-istilah-seputar-lebaran/" target="_blank">Pataka</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2008/10/06/beberapa-pembahasan-seputar-iedul-fithri/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Produk-produk yang Terkena Isu Susu dari China</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2008/09/26/produk-produk-yang-terkena-isu-susu-dari-china/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2008/09/26/produk-produk-yang-terkena-isu-susu-dari-china/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 06:58:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/2008/09/26/produk-produk-yang-terkena-isu-susu-dari-china/</guid>
		<description><![CDATA[Gemparnya berita tentang produk-produk yang dibuat dengan susu buatan China yang dicampur dengan Melanin untuk lulus uji test laboratorium sempat membuat semua orang panik. Namun dapet kabar dari Departemen Kesehatan. Saya copas-kan saja ke blog saya, biar semua orang juga membacanya. 

=========================
Setelah dilakukan pengecekan di lapangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tidak ada susu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gemparnya berita tentang produk-produk yang dibuat dengan susu buatan China yang dicampur dengan Melanin untuk lulus uji test laboratorium sempat membuat semua orang panik. Namun dapet kabar dari Departemen Kesehatan. Saya copas-kan saja ke blog saya, biar semua orang juga membacanya. </p>
<p><span id="more-62"></span><br />
=========================<br />
Setelah dilakukan pengecekan di lapangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tidak ada susu formula (susu untuk bayi ) di Indonesia yang diimpor dari China. &#8220; Pada malam ini saya umumkan bahwa di Indonesia untuk susu formula yang diberikan kepada bayi tidak ada yang berasal dari China&#8221;, ujar Menkes Dr. Siti Fadilah Supari kepada para wartawan di kediamannya (22/92008 malam) menanggapi Susu Formula produksi China yang mengandung zat berbahaya melamin.</p>
<p>Dr. Siti Fadilah Supari membenarkan bahwa ada suatu produk susu untuk orang dewasa berasal dari China yang beredar di Indonesia. Susu asal China itu adalah susu bubuk full cream merk Guozhen dengan nomor pendaftaran ML 805309001478. Karena itu BPOM akan berkoordinasi dengan Departemen Perdagangan untuk mengamankannya, jelas Menkes.</p>
<p>Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dr. Rubiana Husniah Thamrin Akib yang mendampingi Menkes menambahkan, susu formula yang beredar di Indonesia meskipun bahan bakunya dari luar negeri, tetapi dibuat (diproduksi) di Indonesia. &#8221;Tidak ada susu bayi yang diimpor dari China&#8221;, ujarnya.</p>
<p>Kepala BPOM membenarkan bahwa ada satu produk susu untuk orang dewasa yang terdaftar di Indonesia dan berasal dari China. &#8221; Itu sedang kami lakukan pemeriksaan &#8221;, ujar dr. Rubiana Husniah Thamrin Akib yang biasa disapa Bu Ance itu.</p>
<p>Tanggal 18 September kemarin, BPOM sudah membuat surat edaran ke Balai POM seluruh Indonesia untuk melakukan pemeriksaan. &#8221;Yang kami takutkan ada produk ilegal yang beredar. Karena itu, saya minta masyarakat bila menemukan produk susu ilegal (tidak terdaftar di BPOM) segera melaporkan ke Unit Layanan Konsumen BPOM dengan no. telp. <strong>4263333.</strong> Dengan pengaduan itu, BPOM akan menurunkan tim penyidik untuk menaindaklanjuti laporan tersebut&#8221;, kata Ance.</p>
<p>Menjawab pertanyaan mengenai susu asal China yang telah memperoleh ijin edar BPOM, Menkes menyatakan bahwa ijin edar susu full cream untuk orang dewasa diberikan setahun lalu. Walaupun kita belum tahu apakah susu tersebut juga tercemar melamin, kita perlu kehati-hatian. &#8221;Susu full cream untuk orang dewasa itu untuk sementara kita akan tarik&#8221;, ujar Siti Fadilah.</p>
<p>Menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan beredarnya susu ilegal, Menkes menyatakan hal itu harus ditarik dari peredaran. Masyarakat tidak boleh mengkonsumsi susu yang tidak memiliki ijin edar dari BPOM.</p>
<p>Menkes juga minta masyarakat untuk melaporkan ke Unit Layanan Konsumen BPOM bila menemukan produk makanan dan minuman yang tidak mempunyai ijin edar dari BPOM termasuk susu yang berasal dari China.</p>
<p>Badan POM RI menindaklanjuti pengamanan produk susu yang berasal dari China dengan menyurati Asosiasi Peritel Indonesia tertanggal 23 September 2008, meminta agar melakukan pengamanan terhadap produk-produk susu serta produk-produk yang mengandung susu dari China. Dilakukan dengan cara menariknya dari peredaran, menyegel dan melaporkan hasilnya kepada Badan POM RI.</p>
<p>Produk-produk yang diminta ditarik dari peredaran meliputi 28 item yaitu:<strong> Jinwel Yougoo susu fermentasi rasa jeruk, Jinwel Yougoo aneka buah, Jinwel Yougoo tanpa rasa, Guozhen susu bubuk fullcream, Meiji Indoeskrim Gold Monas rasa coklat, Meiji Indoeskrim Gold Monas rasa vanila, Oreo Stick Wafer, Oreo Stick Wafer, Oreo Coklat Sandwich Cookies, M&#038;M&rsquo;s kembang gula coklat susu, M&#038;M&rsquo;s coklat susu, Snicker&rsquo;s (Biskuit-Nougat lapis coklat), Dove Choc kembang gula coklat, Dove Choc, Dove Choc, Natural Choice yogurt Flavoured Ice Bar, Yili Bean Club matcha Red Bean ice bar, Yili Bean Club red bean ice bar, Yili Prestige Chocliz, Yili Chestnut Ice Bar, Nestle Dairy Farm UHT pure milk, Yili High Calcium low fat Milk Beverage, Yili High Calcium Milk Beverage, Yili pure milk 205 ml, Yili Pure Milk 1 L, Dutch Lady Strawberry Flavoured milk, White Rabbit creamy candy, dan Yili Choice Dairy Frozen yoghurt bar (kembang gula).<br />
</strong><br />
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi telp./fax. 52921669 atau email puskom.publik@yahoo.co.id. </p>
<p>======================</p>
<p>Yak begitulah yang saya kutip dari<a href="http://depkes.go.id/index.php?option=news&#038;task=viewarticle&#038;sid=3194" title="DepKES RI" target="_blank"> http://depkes.go.id/index.php?option=news&#038;task=viewarticle&#038;sid=3194</a> moga bermanfaat bagi kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2008/09/26/produk-produk-yang-terkena-isu-susu-dari-china/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menjelang Perpisahan dengan Sang Kekasih</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2008/09/23/menjelang-perpisahan-dengan-sang-kekasih/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2008/09/23/menjelang-perpisahan-dengan-sang-kekasih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 07:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>

		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirahmaanirrahiim.
Kita ada di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Sebentar lagi bulan yang mulia ini mulai meninggalkan kita. Kekasih kita yang datang setahun sekali ini akan meninggalkan kita. Namun apa yang bisa kita dapatkan di bulan ini? Dan kita bisa melihat kemajuan yang sangat pesat di masjid-masjid yang ada di kampung, kota-kota dan desa-desa.
Allah berfirman:
يَا [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirahmaanirrahiim.</p>
<p>Kita ada di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Sebentar lagi bulan yang mulia ini mulai meninggalkan kita. Kekasih kita yang datang setahun sekali ini akan meninggalkan kita. Namun apa yang bisa kita dapatkan di bulan ini? Dan kita bisa melihat kemajuan yang sangat pesat di masjid-masjid yang ada di kampung, kota-kota dan desa-desa.</p>
<p>Allah berfirman:</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: x-large; font-family: Traditional Arabic; color: #000000;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ  آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ  قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ</span></p>
<p>artinya: <em>&#8220;</em><span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman; color: #000000;"><em>Hai  orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan  atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,&#8221;</em> [Q.S Al Baqarah: 183]</span></p>
<p>Sudahkah kita menjadi orang yang bertaqwa selepas bulan ini? Coba kita lihat lagi ketika di awal bulan ini, orang-orang bersemangat, namun kenapa di akhir-akhirnya hanya sedikit orang yang masih bersemangat? Jawabannya sangat mudah. Setiap manusia tidak memprioritaskan bulan ini. Allah adalah nomor dua bagi mereka. Padahal Allah berfirman:</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: x-large; font-family: Traditional Arabic; color: #000000;">وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ  وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ</span></p>
<p>artinya: <em>&#8220;</em><span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman; color: #000000;"><em>Dan Aku tidak  menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.&#8221;</em> [Q.S Adz Dzariyaat: 56 ] </span></p>
<p>Prioritas utama manusia adalah beribadah kepada Allah. Beribadah artinya mengabdi, menjadi hamba. Secara kasar menjadi budak Allah. <span style="text-decoration: underline;">Ibadah artinya melakukan apa-apa yang gunanya untuk mendekatkan diri kepada Allah yang diajarkan oleh lisan-lisan para nabi</span>. Di dalam hal ini apa yang telah diajarkan oleh rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa sallam. Sebab beliaulah yang diberikan amanah oleh Allah Subhanahu wa ta&#8217;alaa untuk mengajarkan kepada seluruh umat manusia syari&#8217;at Islam.</p>
<p>Saudaraku sesama muslim yang aku muliakan. Sesungguhnya kita ini adalah manusia biasa. Kita bukanlah malaikat. Kita sering berbuat nista, kita sering berbuat salah, berbuat kemungkaran, berbuat maksiat, meremehkan ibadah, meremehkan Allah, tidak bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh-Nya. Kita ini adalah hamba yang dho&#8217;if. Hamba yang kurang segala-galanya. Kita adalah Al Faqir. Bahkan mungkin di dalam diri kita tersimpan perasaan nifaq (kemunafikan) yang tanpa kita sadari. Atau bahkan setiap ibadah yang kita lakukan justru mengarah kepada kesyirikan.</p>
<p>Apalah guna mengejar dunia sampai lupa diri, sedangkan nanti di akhirat kita tak mendapatkan surga secuil pun? Apalah guna mengejar gelar Sarjana, Profesor, Doktor, Alim Ulama, tapi kita tidak mendapatkan gelar Al Muttaqin? Apalah guna kita mengejar hidup abadi, namun kita tak bisa menghindar dari adzab Allah? Mari kita renungkan sejenak, langkah demi langkah yang kita lalui.</p>
<p>Allah berfirman:</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: x-large; font-family: Traditional Arabic; color: #000000;">وَالْعَصْرِ</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: x-large; font-family: Traditional Arabic; color: #000000;">إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي  خُسْرٍ</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: x-large; font-family: Traditional Arabic; color: #000000;">إِلا الَّذِينَ آمَنُوا  وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman; color: #000000;">artinya: <em>&#8220;Demi  masa.</em></span><em><span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman; color: #000000;">Sesungguhnya  manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, </span></em><span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman; color: #000000;"><em>kecuali  orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati  supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi  kesabaran.&#8221;</em> [ Q.S Al Ashr]<br />
</span></p>
<p>Kali ini saya mengajak anda untuk menghisab diri. Melihat di dalam diri sendiri. Berapakah dosa-dosa yang ada di hati. Cobalah direnungi di saat kita bangun tidur, apakah yang pertama kali kita lakukan? Bersyukur atau tidak? Padahal tidur adalah sebuah nikmat. Coba kita renungi lagi ketika kita hendak tidur, apakah kita pernah bersyukur atas apa yang terjadi hari ini?</p>
<p>Ketika kita berdiri menghadap-Nya, melantunkan do&#8217;a-do&#8217;a dan ayat-ayat Allah. Apakah kita benar-benar merasa bahwa Allah-lah yang ada di hadapan kita? Ataukah hanya kekosongan semata? Pernahkah kita berpikir bahwa &#8220;saya sholat untuk Allah, karena Allah ada dihadapanku, sekalipun aku tidak bisa melihat Allah, tapi Allah bisa melihatku&#8221;. Pernahkah perasaan ihsan ini ada di dalam diri kita? Kalau dalam 1 bulan shalat di bulan ini kita sama sekali tak bisa menghadirkan Allah dalam shalat kita, maka apakah kita akan yakin bahwa sholat kita diterima oleh-Nya?</p>
<p>Sejenak kita lihat sikap kita terhadap saudara kita sesama muslim. Sudahkah kita meminta ma&#8217;af atas apa yang kita lakukan? Sudahkah kita meminta ma&#8217;af karena mungkin ada kesalahan kita yang menyakiti hatinya?</p>
<p>Coba kita lihat kaum dhuafa yang bekerja memunguti sampah setiap hari, lihatlah orang-orang yang menyemir sepatu untuk kebutuhan hidup mereka. Lihatlah anak-anak jalanan yang mencari rejeki dengan berjualan koran dan makanan kecil. Adakah kita bertanya di dalam hati, &#8220;apakah hari ini mereka telah makan?&#8221; Sesekali coba kita lihat di perkampungan kumuh. Kita lihat wajah-wajah mereka yang ceria sekalipun mereka kelaparan. Kita lihat wajah-wajah mereka yang ceria sekalipun bisa saja saat itu juga mereka digusur oleh Pemkot karena mereka dianggap merusak pemandangan.</p>
<p>Tidaklah kita melihat rahmat Allah ada diantara mereka? Dengan membantu mereka, meringankan beban mereka? Apakah hanya pada bulan Ramadhan saja kita ingat mereka? Lalu kemanakah 11 bulan yang lalu diri kita berada? Oh ya, diri kita berada di pasar, diri kita berada di rumah makan enak, diri kita memakai pakaian, diri kita tersenyum, sementara selama 11 bulan mereka menahan lapar, selama 11 bulan mereka menangis, selama 11 bulan mereka tidak berpakaian, apakah hanya di bulan Ramadhan saja kita ingat mereka?</p>
<p>Wahai saudaraku, aku ajak lagi melihat seorang anak yatim. Anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal mati oleh orang tuanya. Ditinggal mati oleh sang ayah tercinta. Coba lihatlah diri anda yang mempunyai kedua orang tua! Apakah kedua orang tua anda, anda sia-siakan, ataukah anda hormati? Lihatlah lagi kepada wajah anak-anak yatim, sekalipun mereka tersenyum kepada kita, tapi sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam mereka merindukan ayah mereka, merindukan ibu mereka. Mereka ingin seperti kita, namun apakah kita bisa merasakan mereka? Pikirkan ketika mereka tidak bisa mendapatkan figur seorang ayah yang akan menjadi panutan dia, yang seharusnya mengajarkan ketegasan, yang seharusnya menuntun ia di dunia ini. Lihatlah juga ketika mereka tidak mempunyai seorang ibu, mereka kehilangan kasih sayang ibu yang seharusnya mereka dapatkan. Mereka iri melihat teman-teman mereka mempunyai ibu, bagaimana dengan diri kita? Apakah kita akan menyia-nyiakan orang-orang tua kita?</p>
<p>Pernahkah kita menghardik anak yatim? Sungguh orang yang menghardik anak yatim adalah orang yang benar-benar mendustakan agama. Allah berfirman:</p>
<p style="text-align: right;">
<p style="text-align: right;"><span style="font-family: Traditional Arabic; color: #000000; font-size: x-large;">أَرَأَيْتَ الَّذِي  يُكَذِّبُ بِالدِّينِ</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-family: Traditional Arabic; color: #000000; font-size: x-large;">فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ  الْيَتِيمَ</span></p>
<p>artinya:<em><span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman; color: #000000;">&#8220;Tahukah kamu  (orang) yang mendustakan agama?</span></em><span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman; color: #000000;"><em>Itulah orang  yang menghardik anak yatim,&#8221;</em> [Q.S Al Maa'uun: 1-2]</span></p>
<p>Kita melihat lagi dalam masalah bersedekah. Apakah hanya dalam bulan Ramadhan dan hari Jum&#8217;at saja kita ingat Allah dengan bersedekah? Apakah hanya dalam Ramadhan saja kita ingat berzakat? Padahal sedekah itu bisa menlindungi kita nanti di hari akhir, menjadi syafa&#8217;at kita. Apakah kita sudah aman dari adzab Allah di hari akhir dengan tidak mengeluarkan apa yang kita nafkahkan untuk Allah? Lihatlah diri kita, sehebat apa kita di dunia ini tanpa Allah? Apa prioritas kita di dunia ini?</p>
<p>Apakah kita hanya mengejar kehidupan dunia yang sementara, sedangkan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya? Lihatlah lagi ke dalam hati kita, apa yang dibutuhkan oleh jasad kita? Apa yang dibutuhkan oleh ruh kita? Kalau kita hanya memikirkan jasad saja maka kita salah, justru ruhlah yang membuat manusia itu mulia di mata Allah dan manusia. Ruh manusia itu harus diberikan siraman-siraman rohani, yaitu siraman-siraman yang bisa membersihkan jiwa, membersihkan hati, sehingga kebutuhan ruh tercukupi dan jasad kita akan lebih baik. Janganlah tertipu dengan kehidupan duniawi yang sementara. Dunia ini fana.</p>
<p>Tengok ke dalam diri, apakah kita takut mati? Coba ingatlah tentang maut! Kita mungkin takut mati karena belum siap terhadap amal-amal kita, namun siap atau tidak kita pasti mati. Karena itu apa yang kita persiapkan sebelum kita mati? Apakah kita mengira kita mati masih lama? Tidak ada yang tahu melainkan hanya Allah semata yang faham kapan kita mati. Lalu apakah kita tenang-tenang saja dalam hidup ini? Santai, leha-leha, sedangkan malaikat mau sudah siap untuk mengambil nyawa kita?</p>
<p>Inilah mungkin Ramadhan terakhir bagi kita, maka apakah sudah kita siapkan bagi kita untuk perjumpaan terakhir ini? Sudahkah kita berikan secara maksimal tenaga yang kita punya untuk beribadah kepada Allah khusus 10 hari terakhir ini? Para shahabat, lihatlah para shahabat ketika ingin berpisah dengan Ramadhan, mereka fokuskan pada saat terakhir-terakhir di bulan Ramadhan ini. Bahkan mereka takut amal-amal mereka tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa ta&#8217;alaa. Kalau orang-orang seperti para shahabat yang dekat dengan rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa sallam saja takut amal mereka tidak diterima, lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah melebihi para shahabat?</p>
<p>Sesungguhnya banyak kemaksiatan yang kita lakukan, namun kita berbohong kepada diri sendiri dengan mengatakan &#8220;sesungguhnya ini adalah dosa kecil&#8221;. Ibnu Abbas radhiyallahu&#8217;anhu dalam sebuah atsar berkata, &#8220;Orang yang beriman itu ketika ia melakukan dosa kecil, maka ia merasa seperti gunung itu akan dijatuhkan kepadanya&#8221;. Maka dari itulah Rasululloh Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam berpesan kepada kita setiap kita melakukan dosa-dosa kecil, langsung kita berbuat baik, agar dosa tersebut dihapuskan oleh Allah.</p>
<p>Yaa Allah, duhai pemilik Arsy yang Agung, aku memuji-Mu dengan pujian yang setinggi-tingginya. Tiada Ilah melainkah Engkau. Sesungguhnya aku adalah hamba dan Engkau adalah Tuhan. Sesungguhnya aku adalah Al Faqir, sedangkan Engkau adalah Al Ghaniyun Hamiid. Tiadalah pemilik antara timur dan barat kecuali Engkau. Engkaulah yang memberikan kami hidup, Engkaulah yang mengajarkan kepada kami Al Qur&#8217;an.</p>
<p>Yaa Allah, bulan Ramadhan sebentar lagi akan pergi meninggalkanku, sedangkan aku tidak merasa cukup atas sebulan yang Engkau berikan di bulan Ramadhan ini. Dosa-dosaku ibarat gunung Yaa Allah, dosa-dosaku ibarat lautan, dosa-dosaku ibarat buih di lautan, dosa-dosaku ibarat tujuh bumi. Ya Allah, aku adalah hamba-Mu yang dha&#8217;if. Banyak sekali waktuku terbuang sia-sia. Banyak sekali aku melupakan-Mu. Ya Allah, Engkau adalah cahaya, Engkau adalah pemberi petunjuk, maka tunjukillah kepadaku jalan yang lurus. Dan janganlah Engkau sesatkan diriku setelah Engkau berikan kepadaku petunjuk. Yaa Allah, hatiku kotor penuh noda, aku memohon kepada-Mu Yaa Allah, bersihkan hatiku dengan salju, air, dan air es. Yaa Allah, Yaa Hayyu Yaa Qayyuum, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kesulitan yang amat sangat. Setelah Ramadhan lewat ini Yaa Allah, apakah aku masih bisa bersujud lagi kepada-Mu? Ataukah aku akan menjadi makanan tanah? Yaa Allah, apakah aku masih bisa menatap matahari di kala pagi? Ataukah ini adalah Ramadhan terakhirku?</p>
<p>Yaa Allah, terimalah amal-amalku, terimalah puasaku, sholatku dan ibadah-ibadahku. Yaa Allah, aku telah berusaha mencontoh nabi-Mu, mengikuti jejak-jejak rasul-Mu, mengikuti sunnah-sunnahnya. Yaa Allah, kalau amal-amalku ada yang jelek Yaa Allah, maka ampunilah aku. Yaa Allah yang Maha Pema&#8217;af, maafkanlah aku dan lindungilah aku dari kejelekan amal-amalku, lindungilah diriku dari kejahatan jiwa. Yaa Rabbi, lindungilah aku dari hatiku yang selalu mengajak kepada kejelekan. Lindungilah diriku yang terkadang tanpa pikir panjang mengikuti kata hatiku yang salah. Yaa Allah, sungguh Engkau Al Ghafuur, Ar Rahmaan dan Ar Rahiim. Ampunilah aku, Rahmatilah aku, dan sayangilah aku.</p>
<p>Yaa Allah, yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku ke dalam jalan agama ini. Dan jangan kau balikkan hatiku kepada kesesatan. Yaa Allah, lindungilah aku Ya Allah dari godaan syetan yang terkututk. Telah Engkau belenggu mereka di bulan ini, namun mereka akan Engkau lepas lagi setelah ini. Sesungguhnya tak kudapat melihat mereka, namun Engkau maha Melihat, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikannya, dari tiupan-tiupannya dan dari segala tipu muslihatnya.</p>
<p>Aku bersimpuh kepada-Mu Yaa Rabb, mungkin ini adalah sujudku yang terakhir, mungkin hari ini adalah hari-hariku yang terakhir, mungkin besok aku akan dimasukkan ke liang lahat, mungkin besok aku akan ditanyai oleh Malaikat penjaga alam kubur. Mungkin besok aku akan diperlihatkan apa yang akan aku dapatkan di akhirat nanti. Mungkin besok aku tidak bisa lagi mendengar adzan, mungkin besok aku tidak bisa lagi melihat apapun selain wajah malaikat maut.</p>
<p>Yaa Allah, ampunilah aku, terimalah amal-amalku, dan jadikanlah aku golongan orang-orang yang bertaqwa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2008/09/23/menjelang-perpisahan-dengan-sang-kekasih/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Puisi Ramadhan</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2008/09/17/puisi-ramadhan/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2008/09/17/puisi-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 08:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/2008/09/17/puisi-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[Dunia membutakanku seperti bulan tertutup awan
Hawa nafsu membelenggu seperti diikat tali rotan
Namun kesejukan yang diharapkan telah datang
Dan ketaqwaanpun mulai menjadi hal yang paling disayang
Luapan kesenangan datang ketika kekasih tiba
Kekasihku berjumlah dua sembilan atau tiga puluh
Namun sedih datang tiba-tiba
Ketika tak terasa lilin waktu mulai luluh
Ramadhan yang indah sudah setengah jalan
Sudahkah dosa-dosa ini terhapuskan
Dosa yang laksana buih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia membutakanku seperti bulan tertutup awan<br />
Hawa nafsu membelenggu seperti diikat tali rotan<br />
Namun kesejukan yang diharapkan telah datang<br />
Dan ketaqwaanpun mulai menjadi hal yang paling disayang</p>
<p>Luapan kesenangan datang ketika kekasih tiba<br />
Kekasihku berjumlah dua sembilan atau tiga puluh<br />
Namun sedih datang tiba-tiba<br />
Ketika tak terasa lilin waktu mulai luluh</p>
<p>Ramadhan yang indah sudah setengah jalan<br />
Sudahkah dosa-dosa ini terhapuskan<br />
Dosa yang laksana buih di lautan<br />
Atau besarnya laksana bumi sembilan</p>
<p>Duhai Ar Rahmaan Duhai Al Ghafur<br />
Sungguh aku bersujud pada-Mu bersungkur<br />
Merendahkan diriku dengan hina<br />
Kuserahkan segalanya kepada-Mu<br />
Ampunilah aku, maafkanlah aku, berikanlah aku rahmat-Mu<br />
Sungguh tak ingin kujadi merugi sepeninggal bulan yang mulia</p>
<p>Kubaca untaian Kalam-Mu<br />
Kureguk dahaga ilmu<br />
Kubasahi lisan dengan dzikir kepada-Mu<br />
Kupayahkan diriku untuk berdiri mengingat-Mu<br />
Semua itu hanya untuk-Mu wahai tuhan-Ku<br />
Tiada yang berhak diibadahi melainkan Engkau<br />
Sujudku hanya untuk-Mu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2008/09/17/puisi-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menengok Pembagian Zakat yang Ricuh</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2008/09/17/menengok-pembagian-zakat-yang-ricuh/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2008/09/17/menengok-pembagian-zakat-yang-ricuh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 04:23:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aktual]]></category>

		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/2008/09/17/menengok-pembagian-zakat-yang-ricuh/</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirahmaanirrahiim.
Alhamdulillah. Washolatu wa &#8216;alaa rasulillah wa &#8216;alaa &#8216;alihi wa man tabi&#8217;ahum bi ihsan illaa yaumiddin. Amma ba&#8217;du.
Beberapa waktu lalu, di Pasuruan, salah seorang pengusaha ternama memberikan zakat kepada fakir miskin. Tak ayal hal ini disambut gembira oleh kaum papa dan duafa. Mereka berbondong-bondong ke rumah sang dermawan ini untuk menerima zakat yang diberikan per orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirahmaanirrahiim.</p>
<p>Alhamdulillah. Washolatu wa &#8216;alaa rasulillah wa &#8216;alaa &#8216;alihi wa man tabi&#8217;ahum bi ihsan illaa yaumiddin. Amma ba&#8217;du.</p>
<p>Beberapa waktu lalu, di Pasuruan, salah seorang pengusaha ternama memberikan zakat kepada fakir miskin. Tak ayal hal ini disambut gembira oleh kaum papa dan duafa. Mereka berbondong-bondong ke rumah sang dermawan ini untuk menerima zakat yang diberikan per orang sekitar Rp. 30.000,-. Yang jelas ini bukan zakat fitrah, sebab zakat fitrah adalah makanan pokok, sedangkan yang dilakukan oleh sang Dermawan ini adalah zakat mal. Namun na&#8217;as sekali karena ternyata setelah itu yang terjadi adalah korban berjatuhan karena berdesak-desakan, terinjak-injak, tidak bisa bernafas hingga akhirnya maut datang nyawa meregang. Beberapa orang yang terluka segera di bawa ke rumah sakit terdekat.</p>
<p><b>Semiskin itukah Indonesia?</b></p>
<p>Pertanyaan yang pertama kali terlintas di benak saya adalah &#8220;Semiskin itukah Indonesia?&#8221; atau memang ada yang sengaja &#8220;Pura-pura miskin&#8221;, sehingga hanya untuk uang Rp. 30.000,- saja mereka berebut? Bahkan data di lapangan menyebutkan kalau mereka ada kurang lebih 5.000 orang miskin yang tumpah ruah di tempat tersebut. Allahu Akbar. Isu krisis moneter dan naiknya bahan pangan serta isu kekurangan pasokan minyak, serta melambungnya harga minyak dunia mengakibatkan manusia berkorban segala cara agar ia bisa mendapatkan rejeki, entah itu rejeki yang halal ataupun haram.<br />
<span id="more-57"></span><br />
Sehingga ketika seseorang mendengar ada kata &#8220;uang&#8221;, atau &#8220;pembagian sembako&#8221; yang artinya gratis, maka mereka dengan serta merta mengikutinya. Ada yang benar-benar miskin dan mereka meminta. Namun ada orang yang padahal dia mampu, tapi pura-pura miskin, sehingga dapat gratisan. Bangsa Indonesia ini kebanyakan orang malas. Kita bisa melihat bagaimana sampah yang ada di sekitar kita. Sudah ada tong sampah di pinggir-pinggir jalan, tapi masih ada plastik atau bungkus-bungkus lain yang ada dan tercecer di pinggir jalan. Putung rokok pun menjadi lahan bagi para pemulung. Memunguti sampah-sampah yang berceceran akibat orang yang &#8220;berpendidikan&#8221; tapi tak menggunakan hasil dari pendidikannya.</p>
<p>Indonesia mulai jatuh ketika krisis moneter melanda. Dengan melambungnya harga kebutuhan pokok, dollar yang naik, harga minyak juga naik. Indonesia yang rata-rata penghasilan perbulan rakyatnya kurang dari 100 US$ pun makin tercekik, mereka meronta dan meminta-minta belas kasihan. Bahkan pengemis di Indonesia adalah salah satu profesi. Sebagaimana yang pernah masuk di koran <a href="http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&#038;nid=5373" title="Raja Pengemis" target="_blank">jawapos</a>, beberapa waktu lalu. Allahu Akbar, namun di sisi lain, banyak juga orang yang memiliki mobil dan motor. Jalan-jalan ke luar negeri lebih banyak. Bahkan quota haji di Indonesia meningkat. Jalanan makin macet, dan banyak orang yang beli rumah. Sebenarnya dilihat dari manakah Indonesia itu miskin?</p>
<p><b>Membagikan Zakat bukan dengan Cara Memanggil Orang yang Membutuhkan, tapi Mendatanginya</b></p>
<p>Zakat adalah kewajiban bagi orang yang mampu, apabila hartanya sudah jatuh nishab. Nishab seseorang itu dihitung hartanya pada putaran 1 tahun. Misalnya anda punya harta 100 juta, kemudian setelah 1 tahun maka harta 100 juta itu harus dizakatkan 2,5 %. Batas nishab adalah 100 gram emas. Jadi kalau harta seseorang tidak sampai 100 gram emas, maka ia tak wajib untuk zakat. Atau sesuai dengan nishab harga 1 gram emas yang berlaku di negaranya. Untuk masalah menghitung zakat silakan anda lihat link <a href="http://zakat.al-islam.com/Ind/" title="Perhitungan zakat" target="_blank">berikut</a>. </p>
<p>Dari Ibnu Abbas radhiyallahu&#8217;anhu bahwa Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam mengutus Mu&#8217;adz ke negeri Yaman &#8211;ia meneruskan hadits itu&#8211; dan didalamnya (beliau bersabda): &#8220;Sesungguhnya Allah telah mewajibkan mereka zakat dari harta mereka yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan dibagikan kepada orang-orang fakir di antara mereka.&#8221; Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari.</p>
<p>Allah berfirman dalam surat Al Mu&#8217;minun ayat 4:<br />
artinya: &#8220;Dan orang-orang yang membayar zakat&#8221;.</p>
<p>Allah benar-benar menyatakan bahwa membayar zakat adalah salah satu sifat dari orang yang beriman. Membayar zakat diambil harta mereka dari orang-orang kaya yang mampu untuk kemudian diberikan kepada mereka yang tidak mampu. Allah mengatakan bahwa orang-orang yang membayar zakat adalah orang-orang yang beruntung. Dan memang setiap mereka yang berbisnis dengan Allah di dalam masalah zakat, maka mereka akan beruntung. Kepada Allah-lah setiap perkara itu dikembalikan. Karena dengan kuasa-Nyalah Allah menciptakan rizqi yang selalu kita makan. Allah juga yang mengambilnya lagi suatu saat nanti. </p>
<p>Kemudian bagaimanakah sebaiknya pembagian zakat itu? Apakah sudah benar cara yang dilakukan sang dermawan tersebut? Jawabnya, pembagian zakat yang benar adalah yaitu sesuai dengan maksudnya <b>membagi</b>. Maka yang benar adalah mendatangi rumah keluarga yang miskin tersebut. Sebagaimana yang sering dilakukan oleh amil zakat dari dulu sampai sekarang. Jadi tidak perlu memberikan pengumuman besar-besaran. Sebab mudharatnya lebih besar. Apa saja mudharatnya?</p>
<p>1. Akan terjadi perebutan, padahal maksud dari pembagian zakat adalah merata, bukan untuk rebutan.<br />
2. Ada pihak-pihak yang berusaha menipu dengan pura-pura jadi orang miskin dan meminta-minta.<br />
3. Tidak terkoordinir dengan baik.<br />
4. Zakat tidak tersalurkan dengan baik.<br />
5. Mendatangkan sifat sombong dan riya&#8217;.</p>
<p>Seperti yang dikatakan oleh ketua MUI di salah satu liputan di TV. Bahwa yang terjadi di Pasuruan itu sangat disayangkan. Sebab yang benar adalah membagikan langsung kepada keluarga miskin, bukan dipanggil. Sehingga kita harus menghindari sifat riya&#8217; (ingin dilihat). Padahal maksud dan tujuan zakat bukan itu, tapi mensucikan diri dan harta.</p>
<p>Bahkan saya berpendapat cara yang ditempuh oleh sang dermawan tersebut malah terkesan ingin dilihat. Dengar kabar juga peristiwa itu tiap tahun pasti ada, dan korbannya juga ada. Kalau sudah tahu tiap tahun pasti ada korban, kenapa masih dilakukan? Allahu Akbar.</p>
<p><b>Percaya Kepada Badan Zakat atau Berikan Langsung Kepada yang Berhak</b></p>
<p>Kita tinggal milih diantara 2 hal ini. Adapun cara membagi zakat yang benar adalah dengan mendata setiap keluarga miskin yang ada di tempat tersebut. Misalnya keluarga miskin di sebuah desa dari penduduknya berjumlah 100 orang yang miskin ada 2 orang. Maka dari 98 orang yang ditarik zakat 2,5 kg beras misalnya. Maka  hasilnya 2,5kg x 98 = 245 kg beras. Kemudian dari 245 itu dibagikan ke 2 orang miskin tadi. Lho kaya dong orang yang dikasih?</p>
<p>Tujuan zakat adalah menjadikan orang yang miskin tidak miskin lagi. Dan menjadikan orang-orang baik yang kaya dan miskin bersyukur atas nikmat yang mereka dapatkan. Coba kalau dari 98 orang tadi membayar zakat mal, misalnya mereka punya harta 100 juta, diambil 2,5% jadi tinggal 2,5 jt x 98 = 245 jt, dan 245 jt itu dibagi 2 untuk 2 orang miskin. Maka kalau begini caranya niscaya tidak akan ada lagi orang miskin di Indonesia ini. Lalu kenapa di Indonesia masih banyak orang yang miskin? Ada sebab, diantaranya:</p>
<p>1. Mereka tidak faham terhadap dien.<br />
2. Mereka tidak pernah membayar zakat padahal sudah jatuh tempo.<br />
3. Tidak percaya kepada lembaga badan zakat.</p>
<p>Membayar dengan titip kepada badan zakat tidaklah mengapa. Sebab mereka diberikan kewajiban untuk menyalurkan zakat pada masyarakat yang kurang mampu. Dan mereka sudah faham cara membaginya. Terkecuali orang-orang yang memang tidak tahu menahu. Tapi sejauh pengamatan di lapangan rata-rata badan amil zakat faham betul masalah zakat, apalagi diawasi langsung oleh MUI dan DEPAG. Kalau membayar langsung, hendaknya kita juga harus hati-hati, sebab bisa jadi kalau kita membayar langsung kepada orang yang membutuhkan kalau ketahuan orang lain, akan mengakibatkan kecemburuan sosial. Hal ini harus diperhatikan juga. Tidak ada salahnya memberikan langsung, namun perlu dilihat mudharat dan mafsadatnya. Wallahu&#8217;alam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2008/09/17/menengok-pembagian-zakat-yang-ricuh/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tak Perlu Dibesar-besarkan dan Tak Perlu Ditanggapi</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2008/08/25/tak-perlu-dibesar-besarkan-dan-tak-perlu-ditanggapi/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2008/08/25/tak-perlu-dibesar-besarkan-dan-tak-perlu-ditanggapi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 08:02:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/2008/08/25/tak-perlu-dibesar-besarkan-dan-tak-perlu-ditanggapi/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu sempat nama saya diambil oleh Ibrahim di blognya. Namun setelah saya pertimbang-timbangkan, banyak mudharatnya kalau saya melawan orang tersebut. Akhirnya saya memilih jalan menghapus apapun tentang dirinya. Dan beberapa blog aku hapus juga, biar tidak ada fitnah di kemudian hari. Yang pada akhirnya percuma untuk meladeni orang seperti Ibrahim.
Pada akhirnya cukuplah hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu sempat nama saya diambil oleh Ibrahim di blognya. Namun setelah saya pertimbang-timbangkan, banyak mudharatnya kalau saya melawan orang tersebut. Akhirnya saya memilih jalan menghapus apapun tentang dirinya. Dan beberapa blog aku hapus juga, biar tidak ada fitnah di kemudian hari. Yang pada akhirnya percuma untuk meladeni orang seperti Ibrahim.</p>
<p>Pada akhirnya cukuplah hanya Allah yang Menjadi Saksi atas segala perbuatannya dan diriku. Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui, saya hanya bisa bersabar saja, karena itu lebih baik. </p>
<p>Saya beritahukan asal mula, mengapa Ibrahim mulai mencatut nama saya di situsnya. Yaitu karena satu alasan yang akhirnya setelah itu segala hal yang tidak ada hubungan dengan hal itu ikut ia catut. Alasan itu adalah hanya gara-gara saya menjadi moderator di salah satu kolom di MyQuran. Di kolom itu orang-orang yang aqidahnya bercampuran menyerang tulisan-tulisan salafi dan seolah-olah saya terkesan membiarkannya. </p>
<p>Memang kalau orang yang sudah menutup telinganya, nggak akan mau mendengarkan perkataan saya, ataupun alasan lainnya. Maka dari itu saya sudahi menyampaikan alasan-alasan saya kenapa banyak tulisan yang seolah-olah menyerang salafi, tapi saya tidak bertindak. Jawabannya hanya satu, <b>karena saya manusia biasa.</b> Sebagai seorang manusia biasa, saya bisa khilaf, saya bisa salah. Di kolom DDI adalah kolom pertama dan terakhir saya menjadi moderator. </p>
<p>Sudah sejak tahun 2007 saya ingin keluar, tapi tidak pernah ada satupun teman-teman salafi yang mau menggantikan saya di forum tersebut. Bahkan terkesan mereka menghindar, sehingga menilai buruk diri saya padahal saya menjadi momod untuk menghalangi orang-orang hizb menyerang salafi. Kalau dulu anda sudah join dari awal, maka anda akan faham bagaimana diri saya di MyQuran. Saya orang yang selalu melawan pemikiran-pemikiran hizb, Syi&#8217;ah, Ingkarussunnah, Komunis, Atheis dan lain-lain. Sebelum postingan-postingan saya dihapus dan setelah ini mungkin google tidak akan lagi melacak tulisan-tulisan saya selain di 2 tempat yaitu blog ini dan juga di blog saya di wordpress, sebenarnya saya sudah menduga Ibrahim akan melacak tulisan saya.</p>
<p>Ada beberapa hal yang akan saya sampaikan kepada kalian semua yang membaca tulisan ini. Yaitu,<br />
1. Saya bersaksi bahwa Tiada Ilah yang berhak untuk diibadahi melainkan Allah dan aku tidak berbuat syirik.<br />
2. Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.<br />
3. Jalan yang paling benar adalah jalan yang telah ditempuh oleh Muhammad dan para shahabat. Jalan itulah yang paling benar dan yang paling lurus. Kalau toh anda mendapati diri saya tidak sesuai dengan jalan mereka, maka ikutilah jalan yang dibawa oleh rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa sallam tersebut. Karena jalan itu adlaah jalan yang akan menyelamatkan kalian.<br />
4. Janganlah kalian tiru perbuatan-perbuatan burukku, tapi ambillah apa yang benar yang telah aku sampaikan, sebab kalau kalian menilai diriku dari perbuatan-perbuatan, maka sungguh aku bukanlah seorang nabi dan Rasul. Aku hanyalah seorang hamba yang sering berbuat kesalahan. Bahkan Allah bisa membolak-balikkan hatiku, tetapi ajaran Allah dan Rasul-Nya tetaplah lurus sampai hari akhir.<br />
5. Belajarlah dien, amalkan dan dakwahkan. Kalaupun kau masih berbuat maksiat sedangkan kau tahu suatu ayat, maka dakwahkan ayat itu. Jangan melihat keburukanmu dulu seperti orang-orang yahudi yang tidak beramar ma&#8217;ruf lantaran mereka merasa diri mereka bukan orang yang baik.</p>
<p>Akhirnya, segala amal nantinya akan kembali kepada Allah. Segala perbuatan baik dan buruk akan kembali kepada-Nya. Kalau toh Ibrahim ini masih menuliskan yang jelek-jelek, bahkan sampai membuat perpecahan di dalam dakwah salafiyin, sesungguhnya ia telah menceraiberaikan dirinya sendiri. Banyak orang yang sudah menasehatinya, maka dari itu itu adalah urusan Allah dengan dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2008/08/25/tak-perlu-dibesar-besarkan-dan-tak-perlu-ditanggapi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Saving Images into MySQL Database</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2008/03/31/saving-images-to-mysql-database/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2008/03/31/saving-images-to-mysql-database/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 14:43:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<category><![CDATA[Ngoprek]]></category>

		<category><![CDATA[Open Source]]></category>

		<category><![CDATA[PHP]]></category>

		<category><![CDATA[Programming]]></category>

		<category><![CDATA[mysql]]></category>

		<category><![CDATA[BLOB]]></category>

		<category><![CDATA[images]]></category>

		<category><![CDATA[PDO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/2008/03/31/saving-images-to-mysql-database/</guid>
		<description><![CDATA[Actually this question has been frequently asked with me to forums, even in infolinux, or the other PHP &#38; MySQL forums. And they are nobody can answer it. Eventough there are making a not fine tutorial. But Alhamdulillah, at last I found the way and the right way to save an image to database.
Saving image [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Actually this question has been frequently asked with me to forums, even in <a href="http://www.infolinux.web.id/" target="_blank">infolinux</a>, or the other PHP &amp; MySQL forums. And they are nobody can answer it. Eventough there are making a not fine tutorial. But Alhamdulillah, at last I found the way and the right way to save an image to database.</p>
<p>Saving image files or mp3 or video, we usually known a data type name <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Binary_large_object" target="_blank">BLOB (Binary Large Objects)</a>. BLOB found in many database where it can handle big of transaction of data, like Oracle, MySQL, MS SQL Server,etc.</p>
<p><span id="more-29"></span></p>
<p>OK, firstly we need a table.<br />
<code><br />
CREATE TABLE myimage(<br />
id int(11) auto_increment primary key,<br />
name varchar(45),<br />
gambar blob<br />
);</code></p>
<p>Making a PHP Script. Example we name it <strong>save.php</strong></p>
<p>I use 2 way to save images. First using <a href="http://www.abuaisyah.org/2008/03/29/functions-pdo-php-51/" title="PDO Function" target="_blank">PDO Function</a>, and the second is ordinary saving with OOP. I using <a href="http://php.justinvincent.com/download.php?ez_sql" title="Download EzSQL" target="_blank">EzSQL</a> class for OOP database, you can find it on internet. Visit <a href="http://www.phpclasses.org" title="Join to phpclasses.org" target="_blank">PHPclasses</a> site to download it.</p>
<p>1. Using PDO<br />
<code>&lt;html&gt;<br />
&lt;head&gt;&lt;title&gt;Try Image&lt;/title&gt;&lt;/head&gt;<br />
&lt;body&gt;<br />
&lt;?php<br />
$db= new PDO('mysql:host=localhost;dbname=doni', 'root', '');</code></p>
<p>if ($_POST['submit']){<br />
$fp = fopen($_FILES['image']['tmp_name'],&#8217;rb&#8217;);<br />
$s = &#8220;insert into myimage (name, image) values (?,?)&#8221;;<br />
$stmt= $db-&gt;prepare($s);<br />
$stmt-&gt;bindParam(1,$_FILES['image']['name']);<br />
$stmt-&gt;bindParam(2,$fp,PDO::PARAM_LOB);<br />
$db-&gt;beginTransaction();<br />
$stmt-&gt;execute();<br />
$db-&gt;commit();<br />
}<br />
?&gt;<br />
&lt;form method=post enctype=&#8221;multipart/form-data&#8221;&gt;<br />
&lt;input type=&#8217;file&#8217; name=&#8217;image&#8217; /&gt;<br />
&lt;input type=&#8217;hidden&#8217; name=&#8217;MAX_FILE_SIZE&#8217; value=&#8217;3000000&#8242; /&gt;<br />
&lt;input type=&#8217;submit&#8217; name=&#8217;submit&#8217; value=&#8217;Save&#8217; /&gt;<br />
&lt;/form&gt;<br />
&lt;?php<br />
$db = null;<br />
?&gt;<br />
&lt;/body&gt;<br />
&lt;/html&gt;</p>
<p>2. Using ordinary saving<br />
<code>&lt;html&gt;<br />
&lt;head&gt;&lt;title&gt;Try Image&lt;/title&gt;&lt;/head&gt;<br />
&lt;body&gt;<br />
&lt;?php<br />
require("config.php");<br />
require("class.php");</code></p>
<p>if ($_POST['submit']){<br />
$fp = fopen($_FILES['image']['tmp_name'],&#8217;rb&#8217;);<br />
$t = file_get_contents($_FILES['image']['tmp_name']);<br />
$s = &#8220;insert into myimage (name, image) values (&#8217;&#8221;.$_FILES['image']['name].&#8221;&#8216;, &#8216;&#8221;.addslashes($t).&#8221;&#8216;)&#8221;;<br />
$db-&gt;query($s);<br />
}<br />
?&gt;<br />
&lt;form method=post enctype=&#8221;multipart/form-data&#8221;&gt;<br />
&lt;input type=&#8217;file&#8217; name=&#8217;image&#8217; /&gt;<br />
&lt;input type=&#8217;hidden&#8217; name=&#8217;MAX_FILE_SIZE&#8217; value=&#8217;3000000&#8242; /&gt;<br />
&lt;input type=&#8217;submit&#8217; name=&#8217;submit&#8217; value=&#8217;Save&#8217; /&gt;<br />
&lt;/form&gt;<br />
&lt;/body&gt;<br />
&lt;/html&gt;</p>
<p>Then the way to display it, its very easy too, we just use header function. We make script <strong>display.php</strong></p>
<p>I will give you 2 way too, using PDO and ordinary way.</p>
<p>1. Using PDO<br />
<code>&lt;?php<br />
$db= new PDO('mysql:host=localhost;dbname=doni', 'root', '');<br />
$stmt = $db-&gt;prepare("select name, image from myimage where id = ?");<br />
$stmt-&gt;execute(array($_GET['id']));<br />
$stmt-&gt;bindColumn(1,$name);<br />
$stmt-&gt;bindColumn(2,$lob,PDO::PARAM_LOB);<br />
$stmt-&gt;fetch(PDO::FETCH_BOUND);</code></p>
<p>header(&#8221;Content-Type: image/jpg&#8221;);<br />
echo $lob;<br />
?&gt;<br />
2. Using ordinary way<br />
<code>&lt;?php<br />
require("config.php");<br />
require("class.php");</code></p>
<p>$s = &#8220;select * from myimage where id = 1&#8243;;<br />
$gmbr = $db-&gt;get_row($s);</p>
<p>header(&#8221;Content-Type: image/jpg&#8221;);<br />
echo $gmbr-&gt;image;</p>
<p>?&gt;</p>
<p>Yap, thats it. Very easy right? Maybe, I need more to learn, because I missed this thing. <img src='http://www.abuaisyah.org/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':-?' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2008/03/31/saving-images-to-mysql-database/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Functions PDO PHP 5.1</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2008/03/29/functions-pdo-php-51/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2008/03/29/functions-pdo-php-51/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 09:20:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>

		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<category><![CDATA[PHP]]></category>

		<category><![CDATA[mysql]]></category>

		<category><![CDATA[Ngoprek]]></category>

		<category><![CDATA[PDO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/2008/03/29/functions-pdo-php-51/</guid>
		<description><![CDATA[Object Oriented Programming di PHP bukanlah sebuah hal yang baru. Bahkan OOP sejak di PHP 4 sudah ada, dan di PHP 5, sekarang ini sudah dilakukan pengembangan. Beberapa waktu lalu saya sempat kebingungan membuat kode OOP untuk transaksi database dengan menggunakan database MySQL.
Well, walaupun sudah menemukannya dengan script EzSQL, tapi ternyata di PHP 5.1 ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Object Oriented Programming di PHP bukanlah sebuah hal yang baru. Bahkan OOP sejak di PHP 4 sudah ada, dan di PHP 5, sekarang ini sudah dilakukan pengembangan. Beberapa waktu lalu saya sempat kebingungan membuat kode OOP untuk transaksi database dengan menggunakan database MySQL.</p>
<p>Well, walaupun sudah menemukannya dengan script <a href="http://php.justinvincent.com/download.php?ez_sql" target="_blank">EzSQL</a>, tapi ternyata di PHP 5.1 ke atas sudah tersedia sendiri di functionsnya. Berikut sedikit catatan mengenai PDO.  PDO (PHP Data Objects) merupakan sebuah extensions yang sangat ringan untuk koneksi sebuah database, yang secara konsisten mengakses database via PHP. Masing-masing database driver yang mengimplementasikan interface PDO dapat mengakses database secara spesifik seperti layaknya functions extensi pada umumnya.</p>
<p>Kalau anda pernah menggunakan ODBC untuk sebuah koneksi ke database, misalnya anda memakai sebuah koneksi untuk database besar seperti Oracle, barangkali anda perlu mencoba PDO ini. Karena untuk versi 5.1 ke atas sudah tersedia di dalam paket PHP.<br />
<span id="more-28"></span><br />
Cara Menginstall:</p>
<p><strong>For Unix / Linux / *nix</strong></p>
<p>1. Di PHP 5.1xxx sudah include di dalamnya paket PDO ini. Jadi anda sudah bisa langsung menggunakannya.</p>
<p>2. Di PHP 5.0.0xxx, paket PDO tersedia sebagai extensi dari <a href="http://pecl.php.net/" title="Paket-paket repositori PHP" target="_blank">PECL</a> yang dapat diperoleh di <a href="http://pecl.php.net/package/pdo" title="PECL PDO" target="_blank">http://pecl.php.net/package/pdo</a>. Penginstallannya dapat dilakukan dengan tool-tool PECL. Bisa juga dilakukan download dan install dengan menggunakan command:  <code></code></p>
<p><code>pecl install pdo</code></p>
<p>Kemudian pecl akan secara otomatis menginclude-kan PDO ke dalam extension PHP, yang bisa diedit di <em>php.ini</em>:</p>
<p><code>extension=pdo.so</code></p>
<p><strong>Untuk Windows</strong></p>
<p>1. PDO dan seluruh driver-driver yang ada dalam PHP bisa dilihat di php.ini. Lihat baris:</p>
<p><code>extension=php_pdo.dll</code></p>
<p>atau yang lebih spesifik</p>
<p><code><br />
extension=php_pdo.dll<br />
extension=php_pdo_firebird.dll<br />
extension=php_pdo_informix.dll<br />
extension=php_pdo_mssql.dll<br />
extension=php_pdo_mysql.dll<br />
extension=php_pdo_oci.dll<br />
extension=php_pdo_oci8.dll<br />
extension=php_pdo_odbc.dll<br />
extension=php_pdo_pgsql.dll<br />
extension=php_pdo_sqlite.dll<br />
</code></p>
<p>Seluruh file dll itu bisa dilihat di system extensions dir pada Windows. Biasanya di tempat install PHP-nya atau di win/System32.  <strong>PDO Drivers</strong></p>
<table border="1" cellpadding="2" cellspacing="0">
<tr>
<th>Nama Driver</th>
<th>Database support</th>
</tr>
<tr>
<td>PDO_DBLIB</td>
<td>Free TDS / Microsoft SQL Server / Sybase</td>
</tr>
<tr>
<td>PDO_FIREBIRD</td>
<td>Firebird/Interbase 6</td>
</tr>
<tr>
<td>PDO_IBM</td>
<td>IBM DB2</td>
</tr>
<tr>
<td>PDO_INFORMIX</td>
<td>IBM Informix Dynamic Server</td>
</tr>
<tr>
<td>PDO_MYSQL</td>
<td>MySQL 3.x/4.x/5.x</td>
</tr>
<tr>
<td>PDO_OCI</td>
<td>Oracle Call Interface</td>
</tr>
<tr>
<td>PDO_ODBC</td>
<td>ODBC v3 (IBM DB2, unixODBC and win32 ODBC)</td>
</tr>
<tr>
<td>PDO_PGSQL</td>
<td>PostgreSQL</td>
</tr>
<tr>
<td>PDO_SQLITE</td>
<td>SQLite 3 and SQLite 2</td>
</tr>
</table>
<p><strong>Cara Koneksi</strong><br />
<code><br />
&lt;?php<br />
//buka koneksi</code></p>
<p>$dbh = new PDO(&#8217;mysql:host=localhost;dbname=test&#8217;, $user, $pass);<br />
//tutup koneksi<br />
$dbh = null;</p>
<p>//koneksi dengan oracle<br />
$dbh = new PDO(&#8217;oci:&#8217;,&#8217;scott&#8217;,'tiger&#8217;);<br />
//tutup koneksi<br />
$dbh = null;<br />
?&gt;</p>
<p><strong>Exception</strong><br />
<code><br />
&lt;?php<br />
   try {<br />
         $dbh = new PDO('mysql:host=localhost;dbname=test', $user, $pass);<br />
         foreach ($dbh-&gt;query('SELECT * from FOO') as $row){<br />
             print_r($row);<br />
         }<br />
         $dbh = null;<br />
    } catch (PDOException $e) {<br />
         print "Error!: " . $e-&gt;getMessage() . "";   die();<br />
     }<br />
?&gt;<br />
</code></p>
<p><strong>Transaksi INSERT / UPDATE</strong></p>
<p><code><br />
&lt;?php<br />
$stmt = $dbh->prepare("INSERT INTO REGISTRY (name, value) VALUES (:name, :value)");<br />
$stmt->bindParam(':name', $name);<br />
$stmt->bindParam(':value', $value);<br />
// insert one row<br />
$name = 'one';<br />
$value = 1;<br />
$stmt->execute();<br />
// insert another row with different values<br />
$name = 'two';<br />
$value = 2;<br />
$stmt->execute();<br />
?&lt;<br />
</code></p>
<p><strong>Transaksi Select</strong></p>
<p><code><br />
&lt;?php<br />
$stmt = $dbh->prepare("SELECT * FROM employee where name = ?");<br />
if ($stmt->execute(array($_GET['name'])))<br />
{<br />
  while ($row = $stmt->fetch()) {<br />
    print_r($row);<br />
  }<br />
}<br />
?&gt;<br />
</code></p>
<p>Catatan: cara di atas adalah salah satu cara yang paling bagus untuk menolak SQL Injection, karena user inputnya secara otomatis sudah diquote.</p>
<p><strong>Memanggil Procedure</strong></p>
<p><code><br />
&lt;?php<br />
$stmt = $dbh->prepare("CALL sp_takes_string_returns_string(?)");<br />
$value = 'hello';<br />
$stmt->bindParam(1, $value, PDO::PARAM_STR|PDO::PARAM_INPUT_OUTPUT, 4000);<br />
// call the stored procedure<br />
$stmt->execute();<br />
print "procedure returned $value\n";<br />
?&gt;<br />
</code></p>
<p>Untuk cara-cara yang lainnya, anda bisa mengakses <a href="http://www.php.net/" target="_blank">php.net</a> cari functions PDO untuk lebih jelasnya. Sekian dulu dari saya dan selamat mencoba. <img src='http://www.abuaisyah.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2008/03/29/functions-pdo-php-51/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Pulang dari Tangerang</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2008/03/24/perjalanan-pulang-dari-tangerang/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2008/03/24/perjalanan-pulang-dari-tangerang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 10:07:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>

		<category><![CDATA[maulid]]></category>

		<category><![CDATA[musafir]]></category>

		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/2008/03/24/perjalanan-pulang-dari-tangerang/</guid>
		<description><![CDATA[Hari Jum&#8217;at kemarin saya pulang dari Tangerang dengan menaiki pesawat Lion Air JT8969 tujuan Jakarta-Surabaya-Kupang. Pesawat mendapati delay yang lumayan lama 50 menit. Dan saya tidak pernah tidak kenal delay, selalu kena delay. Ada pengalaman yang menarik ketika saya pulang tersebut.
Pesawat yang terombang-ambing hujan tersebut sesekali membuatku terbangun dari tidur. Karena semenjak beberapa hari ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Jum&#8217;at kemarin saya pulang dari Tangerang dengan menaiki pesawat Lion Air JT8969 tujuan Jakarta-Surabaya-Kupang. Pesawat mendapati delay yang lumayan lama 50 menit. Dan saya tidak pernah tidak kenal delay, selalu kena delay. Ada pengalaman yang menarik ketika saya pulang tersebut.</p>
<p>Pesawat yang terombang-ambing hujan tersebut sesekali membuatku terbangun dari tidur. Karena semenjak beberapa hari ada di Tangerang, keadaanku mulai memburuk, tubuhku mulai terasa capek dan sangat tidak fit untuk mengatasi beberapa hal. Aku saja mengurungkan niat membaca &#8220;On Writing&#8221; di pesawat itu. Mataku selama kurang lebih 45 menit kupaksa untuk terpejam, sambil sesekali terbuka untuk melihat keadaan di luar yang hanya diselimuti awan putih dan kilat yang menyambar-nyambar.</p>
<p>Aku tidak duduk di dekat jendela, aku nggak suka. Padahal biasanya aku sangat senang duduk dekat jendela, karena aku suka melihat pemandangan bumi dari atas langit ini. Hal-hal yang pertama kali aku inginkan adalah ingin bisa melihat Aisyah lagi. Terus terang salah satu alasanku untuk pulang adalah karena ingin bertemu dengan Aisyah.<br />
<span id="more-27"></span><br />
Setelah 70 menit berada di atas pesawat, akhirnya pesawat mendarat di aspal bandara yang basah karena hujan deras. Aku sempatkan untuk makan malam di sebuah restoran yang masakannya nggak begitu enak di bandara dan harus mengeluarkan uang Rp. 35.000,- hanya untuk segelas Capucinno, semangkuk nasi, dan semangkuk bistik yang aneh.</p>
<p>Begitu selesai makan, aku turun untuk mencari taksi bandara. Dengan membayar sebesar Rp. 42.000,- aku akhirnya naik taksi tersebut untuk menuju ke terminal Bungurasih, sebenarnya uangku cukup untuk mengantarkan taksi itu sampai ke Malang, tapi aku mau menghemat biaya. Aku langsung disambut dengan salam hangat sang sopir, &#8220;Assalaamu&#8217;alaykum&#8221;.  Aku balas, &#8220;Wa&#8217;alaykum salam warohmatullohi wabarokaatuh&#8221;.</p>
<p>Di dalam taksi dia bertanya kepadaku asal dari mana, ngaji di mana dan sebagainya. Dan ternyata dia salah satu ikhwan salafi. Dia ngaji di salah satu daerah di Surabaya dekatnya Al Irsyad. Dia sebenarnya malah kepengen saya dianter sampai Malang. Wah nggak usah deh dengan uang Rp. 200.000,- harus dibuang hanya untuk menempuh perjalanan yang hanya makan uang Rp. 20.000,-. Diakan sedang dagang jasa, jadi maklum aja.</p>
<p>Dia cerita banyak tentang weekend kemarin, bagaimana ada ibu-ibu anggota Jama&#8217;ah Tabligh yang ingin merayakan Maulid Nabi. Kami terjadi dialog yang paling nggak dialog yang baik, yang mana dialog itu membuatku jadi faham kalau sebenarnya aku ini harus lebih banyak belajar lagi. Dan dari situ pula kalau sebenarnya pekerjaanku sebagai programmer ini harus aku sudahi. Aku sudah tidak kuat lagi kalau untuk bekerja sebagai programmer lagi. Mungkin besok kalau sudah di KL (yang semoga diterima) selesai, aku bakal kerja yang lebih baik lagi, yaitu mungkin wiraswasta. Karena aku sudah capek bekerja seperti ini.</p>
<p>Orang-orang menghabiskan banyak uang hanya untuk menjalankan sebuah ibadah yang tidaklah ada dalilnya. Sampai sekarang, pembicaraan itu masih berkesan ketika ada di dalam taksi itu. Sampai juga pada pembicaraan tentang Natal dan Maulid itu sebenarnya sama, cuman bahasanya aja yang berbeda, aku juga nggak heran kalau ada orang arab <em>misuhi</em> orang Jawa pasti dikatakan bagus kata-katanya. Lha gimana tidak? Membedakan Natal dan Maulid saja tidak bisa, subhanallah. Semoga Allah mengampuni orang-orang yang terjerumus ini, khususnya kaum muslimin yang memang masih awam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2008/03/24/perjalanan-pulang-dari-tangerang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
