<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Abu Aisyah Official Web Site</title>
	<atom:link href="http://www.abuaisyah.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.abuaisyah.org</link>
	<description>Catatan-catatan Abu Aisyah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Mar 2010 10:59:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bakso Turki (Turen Kidul):Ditraktir jadi Ketagihan</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2010/03/09/bakso-turki-turen-kidulditraktir-jadi-ketagihan/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2010/03/09/bakso-turki-turen-kidulditraktir-jadi-ketagihan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 10:32:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[bakso turki]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/?p=455</guid>
		<description><![CDATA[Malang benar-benar kota kuliner, betapa tidak. Sekali anda menginjakkan kaki di kota ini, berbagai tempat makan tersedia. Mulai dari yang manis-manis, hingga yang sampai pedasnya amit-amit. Di Malang juga terkenal dengan makanan bakso khas Malang. Bakso khas Malang ini dulu awalnya dikenal dengan ukurannya yang tidak wajar (lebih gedhe)  dan terkenal juga dengan bakwannya. Namun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malang benar-benar kota kuliner, betapa tidak. Sekali anda menginjakkan kaki di kota ini, berbagai tempat makan tersedia. Mulai dari yang manis-manis, hingga yang sampai pedasnya amit-amit. Di Malang juga terkenal dengan makanan bakso khas Malang. Bakso khas Malang ini dulu awalnya dikenal dengan ukurannya yang tidak wajar (lebih gedhe)  dan terkenal juga dengan bakwannya. Namun karena sekarang zaman semakin maju, mau tidak mau keinginan manusia pun semakin bertambah, dan ide-ide cemerlang pun dihasilkan. Sehingga bakso-bakso yang dulunya hanya sesederhana berisi penthol dan mie, sekarang bermutasi dengan variasi yang unik.</p>
<p>Tepatnya hari Ahad malam, saya dan istri di undang mencicipi Bakso Turki. Apa pula ini? Kalau dilihat dari namanya Turki adalah salah satu negara yang berada di perbatasan Eropa dan Asia. Negara ini dulunya dikenal dengan nama Konstatinopel, tempat di mana Salahudin menjadi pemimpin. Namun, ternyata bukan Turki itu yang dimaksud. Tetapi Turen Kidul, yakni sebuah nama daerah di Kota Malang. <img src='http://www.abuaisyah.org/wp-content/plugins/extended_emoticon/images/bat.gif' alt='(bat)' class='wp-smiley' style='padding-bottom:0px' /><span id="more-455"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://lh4.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S5YDYDytvKI/AAAAAAAABHw/vTZAKjr2VAY/s800/IMG0045A.jpg"><img title="Spanduk" src="http://lh4.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S5YDYDytvKI/AAAAAAAABHw/vTZAKjr2VAY/s400/IMG0045A.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">spanduk bakso turki</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>Ketika saya datang ke sini, menurut pemiliknya, baru tiga hari buka. Dan ternyata sudah ada orang yang bolak-balik datang ke tempat itu. &#8220;Kami buka-nya sekitar jam sepuluh pagi sampai jam sembilan malam mas, itu pun kami tak menjamin jam sepuluh pagi benar-benar telah siap, sebab tergantung dari kemampuan saja&#8221;, ujar pemiliknya.</p>
<p>Baiklah, lalu apa istimewanya dari Bakso Turki ini? Yang jelas bakso tentunya ada pentol bakso, tapi apa yang ditawarkan oleh bakso ini? Perhatikan gambar berikut:</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://lh4.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S5YDYkFfGpI/AAAAAAAABH4/svInpTGfqTs/s800/IMG0048A.jpg"><img title="porsi 1 mangkok" src="http://lh4.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S5YDYkFfGpI/AAAAAAAABH4/svInpTGfqTs/s400/IMG0048A.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">porsi 1 mangkok</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>Anda bisa lihat, ada pentol daging sapi, pentol usus sapi, siomay, bihun, tahu, bakwan, dan ada irisan jeroan. Tak perlu lama-lama untuk menatap mangkok ini, segera saya memangsanya. Dan memang mantap banget, kuatnya nggak begitu asin, tapi pas. Dan yang pasti pentolnya empuk dan kenyal. Mungkin khasnya bakso ini adalah jeroannya. Jeroannya lebih gurih dari yang pernah saya makan di bakso-bakso yang lainnya.</p>
<p>Warung bakso ini terletak di Perumahan Mediterania Blok A-1. Anda bisa melihatnya ketika melintas di perumahan tersebut. Saya kebetulan saja ketika itu ditraktir jadi nggak bayar sama sekali. Hihihi. Tapi nggak maulah bercuap-cuap, coba saja sendiri deh. Dijamin anda bakal balik lagi ke sana.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://lh3.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S5YDZOvMb5I/AAAAAAAABIA/1KQetsKG2as/s800/IMG0055A.jpg"><img title="Aisyah minum" src="http://lh3.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S5YDZOvMb5I/AAAAAAAABIA/1KQetsKG2as/s400/IMG0055A.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Aisyah minum</p></div>
<p style="text-align: left;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://lh6.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S5YDYgJxk5I/AAAAAAAABH8/KSEDDGe30DU/s800/IMG0054A.jpg"><img title="Hana menikmati bakso" src="http://lh6.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S5YDYgJxk5I/AAAAAAAABH8/KSEDDGe30DU/s400/IMG0054A.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Hana menikmati bakso</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://lh5.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S5YFdMQ-7zI/AAAAAAAABII/5NotrW0P1O0/s800/IMG0051A.jpg"><img title="habis" src="http://lh5.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S5YFdMQ-7zI/AAAAAAAABII/5NotrW0P1O0/s400/IMG0051A.jpg" alt="habis" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">habis deh... <img src='http://www.abuaisyah.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: left;">Memang sih kamera yang saya gunakan untuk meliput sepertinya tidak terlalu bagus. Namun itu lebih baik daripada tidak ada skrinsyut sama sekali <img src='http://www.abuaisyah.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align: left;">Oya, posisinya di wikimapia kira-kira <a title="Lokasi Bakso Turki" href="http://www.wikimapia.org/#lat=-7.951781&amp;lon=112.6588833&amp;z=18&amp;l=0&amp;m=b" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.abuaisyah.org/2010/03/09/bakso-turki-turen-kidulditraktir-jadi-ketagihan/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2010/03/09/bakso-turki-turen-kidulditraktir-jadi-ketagihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kami Berjuang untuk Rakyat: Omong Kosong</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2010/03/08/kami-berjuang-untuk-rakyat-omong-kosong/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2010/03/08/kami-berjuang-untuk-rakyat-omong-kosong/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 03:50:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[demonstrasi]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[omong kosong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/?p=450</guid>
		<description><![CDATA[Kasus Bank Century telah menghabiskan waktu, tenaga dan biaya. Dagelan politik yang terjadi gara-gara kehilangan uang kurang lebih sekitar 0.07% dari total pendapat pajak negara itu pun seolah-olah menjadi sinetron politik yang seru. Dinanti kelanjutannya di layar kaca setiap pagi dan petang. Tak pelak pendapatan stasiun televisi untuk pemasangan iklan pun benar-benar melonjak seiring karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kasus Bank Century telah menghabiskan waktu, tenaga dan biaya. Dagelan politik yang terjadi gara-gara kehilangan uang kurang lebih sekitar 0.07% dari total pendapat pajak negara itu pun seolah-olah menjadi sinetron politik yang seru. Dinanti kelanjutannya di layar kaca setiap pagi dan petang. Tak pelak pendapatan stasiun televisi untuk pemasangan iklan pun benar-benar melonjak seiring karena sering ditanyangkannya dialog-dialog interaktif, baik secara LIVE ataupun RECORDED.</p>
<p>Dan selama dua hari sidang paripurna banyak sekali kejadian yang seru. Diantaranya adalah kejadian tentang dagelan para anggota dewan yang ribut, seolah-olah mereka tidak tahu kalau ditonton oleh jutaan rakyat Indonesia secara LIVE di televisi. Bahkan hampir seluruh media cetak mencetak kelakuan mereka di headline. Tidak ada yang perlu dibanggakan dengan sikap mereka, apalagi dengan sosok anggota dewan yang sama sekali tidak pernah berkaca terhadap apa yang mereka lakukan. Ada yang bangga karena ngupil, bersorak-sorak nggak karuan, bahkan berkoar-koar seperti anak kecil.</p>
<p>Di samping itu pula, ada bumbu, yaitu demonstrasi mahasiswa, baik yang ditunggai oleh oknum, dan yang tidak. Dan yang lebih diperparah lagi adalah kondisi di mana ada kasus yang hangat yaitu penyerangan anggota HMI oleh oknum polisi. Hal ini mengakibatkan demo HMI di seluruh Indonesia. Dan bodohnya lagi hal ini juga dikatakan mengatas namakan rakyat oleh sebagian orang HMI. Ya, demo yang selalu mengatas namakan rakyat. Dan juga anggota Dewan pun mengatakan mengatas namakan rakyat. Apakah benar mereka mengatas namakan rakyat?<span id="more-450"></span></p>
<p>Sudah dari tahun ke tahun selalu demonstrasi itu tidak akan membawa efek yang baik. Bahkan kebanyakan efeknya adalah kerusakan. Sehingga tidak sedikit di antara kerusakan-kerusakan yang terjadi itu akhirnya berimbas kepada masalah ekonomi, sosial dan juga kesejahteraan rakyat. Hal-hal yang terjadi di Indonesia itu kebanyakan ironi, dari mulai mahasiswa yang katanya memperjuangkan rakyat, kemudian ketika mereka sudah duduk di DPR, akhirnya mereka sendiri yang menenggelamkan suara rakyat karena sudah merasakan empuknya kursi dewan. Di lain pihak demo yang sudah bertahun-tahun itu tidak akan menghasilkan perubahan apapun bagi rakyat. Yang miskin tetap miskin, yang kaya semakin kaya, yang bodoh semakin diinjak yang tak tahu menahu semakin terasingkan.</p>
<p>Mahasiswa adalah agent of change, dan setiap kali kita dihebohkan dengan berita tawuran antar pelajar, antar mahasiswa. Apakah mereka bisa diharapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin masa depan kelak? Kemungkinan besar mereka hanya akan menjadi orang penghancur nomor satu daripada membangun. Anggota dewan yang ada di atas pun seolah-olah lupa apa yang harus mereka perjuangkan. Bahkan banyak sekali artis yang mulai merambah menjadi anggota dewan. Kalau mereka punya ilmu yang berguna, tapi kalau tidak, hanya akan mengantarkan negara ini ke dalam kehancuran.</p>
<p>Komentar saya terhadap aksi anarkis yang terjadi di beberapa kota akhir-akhir ini semakin menjelaskan jalan pemikiran para mahasiswa yang berdemo tersebut. Saya tidak menyalahkan sepenuhnya mahasiswanya, tapi saya menyalahkan tindakan anarkis dan tindakan bodoh orang-orang yang berdemo. Jadi tidak terbatas bagi mahasiswa saja, tapi seluruh orang yang melakukan tindakan bodoh dengan berdemo menutup jalan, membakar ban, sehingga aktivitas jalan raya lumpuh, bahkan sampai merusak fasilitas umum. Bagaimana jika ada orang tua yang sedang berjalan di tempat itu, ingin menjemput cucunya yang pulang sekolah, tapi terhalang aksi seperti itu? Bagaimana juga dengan para pedagang kaki lima? Bagaimana juga dengan sopir bis yang harus kejar setoran?</p>
<p>Mereka itu punya otak nggak sih yang berdemo itu? Apakah demikian yang dikatakan &#8220;memperjuangkan hak rakyat&#8221; ?  Justru mereka itu membunuh rakyat. Lihat saja bagaimana para tukang becak yang tidak bisa narik gara-gara jalan ditutup. Dan juga lihat bagaimana aktivitas perekonomian terhenti, gara-gara ulah pemblokiran jalan. Otak kalau sudah nempel di dengkul emang susah dialihkan ke kepala. Ya itulah yang terjadi. Aksi anarkis, penghancurkan, dan menebarkan ketakutan. Saya nggak heran kalau banyak rakyat yang marah dan malah mendukung polisi atas aksi mahasiswa tersebut. Di samping itu pula, kalau memang mereka ingin menyuarakan isi hati, banyak caranya. Nggak perlu dengan embel-embel perusakan dan sebagainya. Ada yang beranggapan bahwa itu ulah oknum, ataupun disusupi oleh seseorang dari ormas lain dan sebagainya. Ada bukti? Kalau memang ada bukti ya silakan berkoar itu ulah oknum. Seluruh rakyat Indonesia hanya melihat MAHASISWA yang melakukan bukan tukang becak, bukan para pedagang kaki lima.</p>
<p>Mahasiswa adalah agent of change. Tapi kalau dilihat sekarang ini, saya rasa tidak bisa disebut agent of change for good, tapi agent of change for chaos. Jadi saya sangat setuju sekali dengan tindakan aparat kepolisian untuk menertibkan mereka yang anarkis ataupun memblokir jalan.</p>
<p>Pergilah kalian wahai mahasiswa kalau tingkah laku kalian malah meresahkan orang lain. Lebih baik kalian duduk manis di bangku perkuliahan daripada berbuat keonaran. Ada banyak cara untuk menyuarakan pendapat, bisa dengan mengirim langsung surat ke presiden, atau menelpon presiden, atau menulis blog. Kalau berdemo, selain habis tenaga, habis waktu, tindakan kalian niscaya tidak akan di dengar oleh orang-orang atas. Apalagi ditambah dengan aksi-aksi brutal seperti kerumunan hewan. Menyuarakan suara rakyat? Bullsh*t!</p>
<p>Dan sekarag rakyat memang sudah gerah dengan orang-orang yang berkata, &#8220;Memperjuangkan amanat rakyat&#8221;. Sebab apa yang diperjuangkan? Sama saja. Presiden berganti, tapi keadaan Indonesia tidak berubah. Zaman telah berganti tapi tetap saja kondisi global tidak berubah. Apa perlu ganti rakyatnya? Indonesia ini berada di salah satu kondisi yang tersulit sekarang ini. Yaitu krisis akhlaq, krisis moral, krisis budaya, krisis agama, krisis ekonomi, dan krisis kehidupan. Kalau hanya berkoar saja, alias Talk Only No Action, maka saya yakin 5 tahun ke depan atau 10 tahun ke depan negara ini hanya tinggal nama, banyak terjadi pemberontakan di mana-mana. Dan yang dikorbankan tetap, rakyat Indonesia itu sendiri.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.abuaisyah.org/2010/03/08/kami-berjuang-untuk-rakyat-omong-kosong/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2010/03/08/kami-berjuang-untuk-rakyat-omong-kosong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kung Fu Master vs Hadits Master</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2010/03/02/kung-fu-master-vs-hadits-master/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2010/03/02/kung-fu-master-vs-hadits-master/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 00:25:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[ahli hadits]]></category>
		<category><![CDATA[kungfu master]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[Artikel berikut ini hanyalah hiburan. Hanya ingin menilai sesuatu dari sisi yang berbeda. Kalau dulu saya pernah mengatakan bahwa programmer itu agak-agak mirip dengan programmer, maka kali ini saya menulis bahwa ahli kungfu itu tidak sama denga ahli hadits? Lho koq bisa? Begini ceritanya.
Alkisah Rasululloh Shallallahu&#8217;alaihi wa salam adalah saka guru yang segala tindak tanduk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel berikut ini hanyalah hiburan. Hanya ingin menilai sesuatu dari sisi yang berbeda. Kalau dulu saya pernah mengatakan bahwa programmer itu agak-agak mirip dengan programmer, maka kali ini saya menulis bahwa ahli kungfu itu tidak sama denga ahli hadits? Lho koq bisa? Begini ceritanya.</p>
<p>Alkisah Rasululloh Shallallahu&#8217;alaihi wa salam adalah saka guru yang segala tindak tanduk beliau, segala kehidupan beliau adalah tuntunan yang patut dicontoh. Dan kemudian para shahabat selalu mengingat apapun yang diberikan oleh beliau shallallahu&#8217;alaihi wa salam. Para shahabat ada yang mencatat, tapi kebanyakan dihafal. Setelah rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam wafat, kemudian warisan-warisan rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam tersebut diajarkan dari para shahabat kepada para tabi&#8217;in. Dan dari para tabi&#8217;in setelahnya diajarkan kepada tabi&#8217;ut tabi&#8217;in.<span id="more-447"></span></p>
<p>Kemudian sejarahnya berlanjut kepada para ahli hadits. Mereka menguasai ilmu rijal, yaitu ilmu sanad, yang mana meneliti para perawi hadits. Dan dari sinilah lahir para pahlawan Islam. Mereka membukukan banyak buku hadits, jutaan hadits pun dikumpulkan dan dirangkum oleh para imam ahli hadits. Dan tidaklah sedikit pun salah satu diantara mereka menyembunyikan ilmu, sebab menyembunyikan ilmu itu dilarang oleh rasululloh Shallallahu&#8217;alaihi wa salam. Dan para hadits master ini adalah orang yang pertama kalinya semangat dalam masalah mengamalkan sebuah hadits.</p>
<p>Bagaimana dengan ahli kungfu? Wah, jauh sangat dengan mereka. Contohnya adalah pendekar rajawali. Ia hanya akan mengajarkan kungfu yang tidak sama dengan dirinya. Sebab ini buat jaga-jaga kalau muridnya membangkang. Setiap pendekar pasti punya jurus rahasia yang memang tidak diajarkan kepada siapapun, termasuk muridnya. Hanya guru yang putus asa dan bodoh saja yang mengajarkan jurus rahasia tersebut.</p>
<p>Namun setiap generasi ternyata berbeda kwalitas kemampuan ilmunya. Dan memang beginilah faktanya. Apabila generasi Islam itu makin dekat dengan rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam, maka makin tinggilah ilmu orang tersebut. Walaupun memang orang-orang muta-akhirin juga ilmunya tak bisa diremehkan. Tapi memang diakui sendiri oleh para ulama, seperti Syaikh Musa Hafizhahulloh, Syaikh Ali Hafizhahulloh, Syaikh Salim bin Ied Al Hilali Hafizhahulloh, Syaikh Abdul Muhsin rahimahulloh bahwasannya mereka tak ada seujung kukunya para pendahulu mereka.</p>
<p>Salah seorang ustadz, pernah berkata kepada saya, bahwasannya mengenal para ulama itu seperti hidup di negeri dongeng. Allah menciptakan para ulama itu adalah karena rahmat-Nya. Semakin kita kenal seorang ulama, tentang kehidupannya, tentang ilmunya, maka kita akan serasa kecil. Bahkan semakin kita belajar dengan membaca buku-buku mereka, mengikuti kajian yang membahas buku-buku mereka, maka kita akan merasa semakin tidak tahu dalam masalah-masalah yang mereka bahas. Saya sendiri ketika membaca buku Miftahu Daar as-sa&#8217;adah, saya seperti membaca bukunya Harun Yahya tentang kehidupan makhluk-makhluk. Namun tentunya tak bisa dibandingkan dengan karangan Harun Yahya yang mengajak manusia meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta dan menentang teori revolusi Darwin. Pertanyaannya adalah, orang seperti Ibnu Al Qayyim Al Jauziyah rahimahulloh seorang ahli hadits, ahli tafsir, seorang tabib, seorang ahli sastra, tapi beliau juga faham masalah kimia, sains dan masalah ekologi, juga masalah biologi. Paling tidak ilmu yang beliau miliki sama dengan 10 sampai 15 orang doktor. Saya tidak membual, tapi memang itu kenyataannya.</p>
<p>Sejak kecil beliau sudah hafal Al Qur&#8217;an dan sudah belajar hadits semenjak masih muda. Menghafal ribuan hadits, menulis ratusan buku, faham ilmu pengobatan, kimia, biologi dan sebagainya. Mustahil satu orang tersebut bisa mendalami banyak ilmu kalau Allah tidak memberikan bashiroh kepada orang tersebut. Coba kita lihat diri kita sekarang. Belajar satu ilmu saja susahnya bukan main. Sebagai contoh belajar masalah komputer. Anda butuh 4 tahun untuk bisa lulus dari universitas. Belajar tafsir Al Qur&#8217;an, apakah anda sudah hafal Al Qur&#8217;an sekarang? Lalu berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk menghafal?</p>
<p>Contoh yang lain Imam Ahmad bin Hanbal rahimahulloh. Buku beliau yang paling dikenal adalah Musnad Ahmad. Yang kalau dikumpulkan tebalnya seperti enam kitab hadits yang dikenal manusia, yaitu Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, Sunan Nasa&#8217;i dan Sunan Ibnu Majah. Imam Ahmad rahimahulloh dalam sebuah riwayat dikenal orang yang sangat mencintai hadits, beliau pernah 3 hari 3 malam menulis kitab, istirahat hanya ketika sholat saja. Sampai-sampai kemudian beliau pingsan dan ditolong oleh anaknya. Ketika ditanya, &#8220;Wahai ayahku, kenapa engkau tidak istirahat?&#8221;. Beliau menjawab, &#8220;Kaki ini istirahat setelah menyentuh pintu surga&#8221;.</p>
<p>Dan beliau pun dikenal sebagai Imam Ahlussunnah karena kegigihan beliau memperjuangkan sunnah. Nama beliau harum, karena beliau mengharumkan agama Allah, membela Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Ibnu Katsir rahimahulloh juga orang yang luar biasa. Ulama yang satu ini kita kenal dengan tafsir besarnya yaitu Tafsir Al Qur&#8217;an Al Azhim Ibnu Katsir yang sekarang sudah banyak diterjemahkan oleh banyak percetakan. Pernah diceritakan kepada saya dalam sebuah kajian beliau juga dikenal dengan orang yang luar biasa ilmunya, beliau sanggup menulis berjilid-jilid buku ketika menjadi seorang musafir. Ketika siang hari beliau berteduh dengan tubuh ontanya sambil menulis. Dan satu hal yang luar biasa adalah salah satu bukunya yang menuliskan hadits dari setiap para shahabat dimulai dengan huruf alif sampai ya&#8217;. Dan itupun ditampilkan seluruh hadits yang &#8220;harokatnya&#8221; tidak sama. Seperti contoh <em>Innamal a&#8217;malu bin niy<strong>a</strong>t</em> dengan <em>Innamal a&#8217;malu bin niyaat. </em></p>
<p>Makanya, sungguh jauh seorang kung fu master dengan hadits master. Seorang hadits master tidak pernah takut menghadapi apapun. Bahkan mereka sama sekali tak takut ketika harus berhadapan dengan sesuatu yang bisa saja merenggut nyawa mereka. Sebab memang hidup mereka bukan untuk membela diri, tapi membela agama ini. Dan tentu saja Allah mengharumkan nama mereka dan mengganti seluruh kehidupan mereka dengan kehidupan yang lebih baik di hari akhirnya.</p>
<p>Kalau kungfu master? Hidupnya hanya untuk membela diri. Mempertahankan diri, mungkin juga membela orang lain ketika ada yang bertindak semena-mena. Ilmunya pun terbatas, dan merupakan ilmu yang tidak berguna dihadapan Allah. Dan ilmunya pun akan terputus sanadnya kalau sang guru tidak menurunkan ilmu tertentu kepada muridnya agar muridnya tidak durhaka kepadanya.</p>
<p>Wallahua&#8217;lam bishawab.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.abuaisyah.org/2010/03/02/kung-fu-master-vs-hadits-master/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2010/03/02/kung-fu-master-vs-hadits-master/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menanggapi Mario Teguh: Wanita yang pas untuk teman pesta, clubbing, bergadang sampai pagi, chitchat yang snob, merokok, dan kadang mabuk &#8211; tidak mungkin direncanakan jadi istri.</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2010/02/27/menanggapi-mario-teguh-wanita-yang-pas-untuk-teman-pesta-clubbing-bergadang-sampai-pagi-chitchat-yang-snob-merokok-dan-kadang-mabuk-tidak-mungkin-direncanakan-jadi-istri/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2010/02/27/menanggapi-mario-teguh-wanita-yang-pas-untuk-teman-pesta-clubbing-bergadang-sampai-pagi-chitchat-yang-snob-merokok-dan-kadang-mabuk-tidak-mungkin-direncanakan-jadi-istri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 00:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[celebritis]]></category>
		<category><![CDATA[mario teguh]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Mario Teguh, siapa yang tidak kenal dengan motivator ini. Ya, beberapa hari yang lalu dia telah membuat sebuah pernyataan kontroversial di twitternya. Mungkin sejak tulisan saya ini dibuat, sudah lewat satu minggu, tapi tidak apa-apa, toh pembahasan terhadap permasalahan ini bisa dibahas kapanpun.
Twitter sebagai media microblogging, telah menunjukkan berbagai powernya. Baik dalam hal news, ataupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mario Teguh, siapa yang tidak kenal dengan motivator ini. Ya, beberapa hari yang lalu dia telah membuat sebuah pernyataan kontroversial di twitternya. Mungkin sejak tulisan saya ini dibuat, sudah lewat satu minggu, tapi tidak apa-apa, toh pembahasan terhadap permasalahan ini bisa dibahas kapanpun.</p>
<p><a href="http://www.twitter.com" target="_blank">Twitter</a> sebagai media microblogging, telah menunjukkan berbagai powernya. Baik dalam hal news, ataupun dalam hal pengeruk keuntungan, oleh sebagian perusahaan-perusahaan news terkemuka, contoh seperti <a href="http://www.okezone.com" target="_blank">okezone</a>, <a href="http://www.vivanews.com" target="_blank">vivanews</a>, <a href="http://www.detik.com" target="_blank">detik</a> ataupun <a href="http://www.kapanlagi.com" target="_blank">kapanlagi</a>. Dan media ini pun juga dijadikan sebagai sebuah <em>gateway</em> yang manis untuk beberapa orang yang ingin menjadikannya sebagai motivasi seperti Mario Teguh, ataupun saya yang mempunyai <em>agregator bot</em> hadits di <a href="http://www.plurk.com/exblopz" target="_blank">plurk</a>. Bahkan para wartawan tidak perlu susah-susah untuk melihat status para artis. Mereka tinggal mengakses twitter mereka dan setelah itu menulis berita yang terbaru tentang para celebritis.</p>
<p>Pernyataan Mario Teguh yang saya sampaikan pada judul blog ini, sebenarnya tidak perlu dijadikan bahan kontroversial. Kenapa? Ada beberapa sebab, selain memang isi dari twitter Mario Teguh sendiri yang mengklarifikasi tentang pendapatnya sendiri, yaitu adalah memang budaya bangsa Indonesia sendiri.<span id="more-444"></span> Yaitu para wanita bangsa Indonesia bukanlah orang-orang yang suka merokok, mabuk, clubbing dan dugem. Wanita Indonesia juga bukanlah orang yang suka buka-bukaan bajunya, juga bukan para pemadat, juga bukan wanita yang gampangan disentuh oleh laki-laki lain, atau bahkan baru pulang ke rumah di atas jam 12 malam, atau mungkin waktu subuh baru pulang.</p>
<p>Mungkin memang benar, bahwa sebenarnya tidak setiap perokok itu jelek. Tapi bagi seseorang wanita yang baik, yang mana ia faham terhadap dirinya sebagai seorang wanita dan juga seorang muslimah, maka mustahil dan benar-benar mustahil wanita yang baik-baik itu akan merokok. Kalau kita menuruti kemauan manusia, maka niscaya kalau manusia itu menganggap mabuk adalah sesuatu yang lumrah misalnya, maka setiap manusia yang mabuk akan dianggap lumrah dan yang tidak mabuk akan dianggap tidak lumrah. Ini adalah teori yang kebalik. Perlu sebuah landasan nilai, yang mana landasan inilah yang dipakai untuk menilai manusia, bukan manusia menilai manusia.</p>
<p>Landasan itu tidak lain adalah norma agama ataupun norma asusila. Mustahil seorang yang faham norma agama, akan mabuk-mabukan, keluar malam, dugem dan sebagainya. Apalagi norma asusila yang selalu dijunjung oleh para orang tua, yang mereka sejak dulu menjunjung nilai ini, sebagai warisan leluhur. Maka dari itu nenek dan kakek saya, ketika mengetahui ada anak gadis yang bangun kesiangan mereka akan menjuluki &#8220;perawan dor&#8221;. Sebab orang Indonesia itu paling tidak, sebelum subuh sudah bangun.</p>
<p>Masuknya nilai-nilai matrealistis, ataupun budaya barat, mengakibatkan bergesernya nilai ini. Kalau dulu ibu bapak kita terpengaruh oleh budaya barat, maka saya tidak heran kalau anak-anak mereka sekarang clubbing, mabuk-mabukan atau mungkin merokok. Dan memang orang-orang yang menginginkan seorang suami seperti nabi Muhammad Shallallahu&#8217;alaihi wa salam mustahil mereka menjadi orang yang jauh dari Khadijah radhiyallahu&#8217;anha. Jadi bagi para wanita, apakah anda ingin punya seperti suami seperti Nabi Muhammad shallallahu&#8217;alaihi wa salam? Tentu semuanya menjawab IYA. Tapi apakah anda semua sudah menjadi Khadijah radhiyallahu&#8217;anha?</p>
<p>Memang manusia tidak ada yang sempurna, yang ma&#8217;shum hanyalah rasululloh Shallallahu&#8217;alaihi wa salam. Namun apabila kita tidak bisa memperbaiki diri, dengan meniru generasi terbaik umat Islam, lalu meniru siapa? Ketika nilai-nilai Al Qur&#8217;an dan As Sunnah sudah diabaikan, ketika manusia hanya mengikuti isi perut mereka dan yang ada di sekitar paha. Maka manusia itu hanya akan menjadi pemuja tanah, padahal yang paling baik bagi mereka adalah keinginan ruh mereka, yaitu mendapatkan tempat tertingi di surga kelak.</p>
<p>Dan tentang kata-kata Mario Teguh tersebut. Saya setuju. Baik dia dijadikan istri atau tidak, saya tetap tidak suka wanita yang suka clubbing, keluar malam, merokok, mabuk-mabukan. Bahkan kalau dipikir secara akal dan hati nurani Anda sebagai bangsa Indonesia, apakah pantas hal-hal yang jelek itu dilakukan oleh seorang yang mengaku sebagai bagian dari bangsa Indonesia?</p>
<p>Janganlah ikut-ikutan celebritis yang sebagian dari mereka berzina saja bangga, punya teman clubbing banyak saja bangga, pakaian yang menunjukkan aurat saja bangga, bahkan punya anak hasil zina saja bangga dan mengganggap hal itu sebagai hal yang biasa dari rasa cinta. Kalau masyarakat berkiblat kepada para celebritis yang sholat saja mungkin sebagian diantar mereka tidak pernah, lalu apa gunanya agama sebagai pendidik akhlaq?</p>
<p>Akhir kata dari saya, manusia Indonesia harus berubah menjadi yang baik. Dan kembali kepada norma-norma yang seharusnya.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.abuaisyah.org/2010/02/27/menanggapi-mario-teguh-wanita-yang-pas-untuk-teman-pesta-clubbing-bergadang-sampai-pagi-chitchat-yang-snob-merokok-dan-kadang-mabuk-tidak-mungkin-direncanakan-jadi-istri/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2010/02/27/menanggapi-mario-teguh-wanita-yang-pas-untuk-teman-pesta-clubbing-bergadang-sampai-pagi-chitchat-yang-snob-merokok-dan-kadang-mabuk-tidak-mungkin-direncanakan-jadi-istri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikah Siri Haram? Betulkah?</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2010/02/25/nikah-siri-haram-betulkah/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2010/02/25/nikah-siri-haram-betulkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 00:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[nikah siri]]></category>
		<category><![CDATA[ruu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu ini publik dihebohkan dengan RUU pernikahan siri, yang mana pernikahan siri ini maksudnya adalah pernikahan yang tidak tercatat oleh negara. Maksud nikah siri adalah nikah sah, tapi tidak tercatat, kita kesampingkan dengan kawin kontrak buatan orang Syi&#8217;ah. Ada pembahasan sendiri mengenai hal itu, kita tidak membicarakan kawin kontrak atau nikah mut&#8217;ah yang diharomkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu ini publik dihebohkan dengan RUU pernikahan siri, yang mana pernikahan siri ini maksudnya adalah pernikahan yang tidak tercatat oleh negara. Maksud nikah siri adalah nikah sah, tapi tidak tercatat, kita kesampingkan dengan kawin kontrak buatan orang Syi&#8217;ah. Ada pembahasan sendiri mengenai hal itu, kita tidak membicarakan kawin kontrak atau nikah mut&#8217;ah yang diharomkan oleh Allah dan Rasul-Nya itu. Banyak pro dan kontra dari orang yang pura-pura tahu, tidak tahu tapi sok tahu, tahu tapi tak mau tahu, bahkan sampai yang benar-benar mengerti duduk persoalannya. Tapi dari kabar yang tersebar di media sebagian besar isinya membahas bahwa apabila seseorang menikah siri, maka akan dikenai pidana.</p>
<p>Sebenarnya saya hanya memberikan sedikit catatan, yaitu bagaimana sebuah pernikahan dianggap sah. Di dalam Islam, tentu saja pernikahan itu sudah diatur dengan baik. Dan hendaknya manusia tidak membuat aturan-aturan yang bertentangan dengan hukum Allah, sebab Allah nantilah yang akan meminta pertanggung jawaban manusia, kenapa membuat tandingan terhadap hukum-hukum-Nya.</p>
<p>Syarat-syarat pernikahan, tentu saja baligh, ada kedua mempelai, ada wali nikah bagi wanita, ada 2 saksi, ada penghulu, ada mas kawin baik itu mas kawin kontan atau hutang. Apabila sudah diucapkan &#8220;Saya terima&#8221; atau &#8220;Ankahtuka&#8221; sampai habis atau dalam bahasa disebut Ijab Qabul, ya berarti sudah sah itu. Tidak dicatat pun sudah sah. Adapun pencatatan oleh negara itu adalah untuk memperkuat di mata hukum negara tersebut. Agar proses administrasi negara lebih mudah. Tapi di mata agama, pernikahan seperti ini sah.</p>
<p>Yang ditakutkan oleh kebanyakan orang-orang adalah takut suami mereka menikah lagi di tempat lain tanpa sepengetahuannya, sehingga menyakiti hati istri. Atau sulitnya membuat akta untuk anak. Dan juga mungkin dalam masalah perceriann atau harta waris lebih susah lagi. Dalam hal-hal administrasi orang yang melakukan pernikahan siri benar-benar susah. Selain tidak tercatat di NPWP juga dalam pembuatan KTP tidak diakui menikah, walaupun sudah menikah siri. Sebenarnya persoalannya simpel, hanya saja manusia-manusia itu menjadikan persoalan ini menjadi besar. Dan juga demo-demo yang menolak RUU ini sebenarnya juga keliru dalam menafsirkan permasalahan yang ada, bahkan mungkin tidak mengerti duduk persoalan yang sebenarnya.<span id="more-441"></span></p>
<p>Sehingga orang-orang yang menolak dan pro terkadang juga tidak mengerti esensi yang mereka bicarakan. Sebagaimana yang saya lihat tadi di TV ONE di Apa Kabar Indonesia Pagi (24 Feb 2010), yang menjadi bintang tamu adalah Ratna Sarumpet. Dia sempat berdebat dengan salah satu bintang tamunya. Secara garis besar sih, ia tak mau mengatakan bahwa nikah siri dikait-kaitkan dengan isu agama, bahkan dikatakan padanya sendiri &#8220;Kalau perlu sebutkan saja dalilnya nikah dicatat itu dilarang&#8221;. Yeah, dari dulu saya nggak suka dengan Ratna Sarumpet, walaupun secara tertulis orang-orang mengenal dia sebagai pejuang wanita, kebanyakan justru ia sendiri yang menyetujui eksploitasi wanita. Inilah bahayanya kalau orang yang tidak ngerti agama ngomong sesuatu yang ia sendiri tidak faham. Ibarat orang yang sesat menyesatkan orang lain.</p>
<p>Seperti yang saya bahas di atas, nikah asalkan rukun dan syaratnya terpenuhi maka sah. Adapun pencatatan itu hanya mempermudah saja dalam urusan administrasi. Dan juga sebenarnya pemerintah juga perlu berfikir jauh tentang &#8220;mempidanakan nikah siri&#8221;. Sebab kata mempidanakan itu sangat sensitif terutama bagi mereka yang tidak faham terhadap hukum.</p>
<p>Kalau nikah siri  dipidana, maka pemerintah bakal banyak sekali mendapatkan mangsa untuk dipidana. Yaitu sebut saja suku-suku pedalaman yang ada di Indonesia. Banyak dari mereka yang nikah tanpa dicatat. Apakah mereka juga ditangkapi semua? Bisa-bisa penjara bakal penuh. Atau pajak bertambah karena membayar denda. Itu faktor yang harus dipikirkan juga oleh pemerintah. Lalu juga bagaimana orang yang melakukan kumpul kebo? Banyak juga artis-artis yang melakukan hal ini. Bahkan dengan bangga punya anak lebih dari satu dan belum menikah. Hamil di luar nikah di kalangan artis sudah dianggap biasa padahal itu adalah zina terang-terangan.</p>
<p>Prostitusi dianggap pekerjaan yang hina, lalu bagaimana orang yang terang-terangan berzina sampai punya anak bahkan menganggap perbuatannya itu atas dasar cinta? Tidaklah seseorang itu mencintai orang yang dicintainya melainkan dengan cara yang benar. Seperti menikah, dan kemudian punya anak dari hasil hubungannya, maka itu adalah yang benar, bukan dengan cara berzina, menikmati surga dunia sesaat kemudian di akhirat dibakar di tungku api, sambil berlari-lari mengitari tungku. Subhanallah.</p>
<p>Berikutnya yang perlu diperhatikan pemerintah, banyak juga orang yang menikah dicatat, tapi terjadi KDRT. Baik itu terhadap anak ataupun istri. Sekarang banyak sekali kasus-kasus di mana anak-anak menjadi korban KDRT. Dihajar tanpa sebab, dibunuh tanpa sebab, dikurung dan ditinggal orang tuanya menjadi TKI ataupun dijual malah anaknya itu. Sebenarnya persoalannya kalau dirunut, tidak hanya sekedar membuat undang-undang tapi lebih dari itu, untuk memperbaiki keadaan. Sekedar membuat undang-undang tapi tidak berusaha memperbaiki sama saja memadamkan api dengan minyak tanah.</p>
<p>Mungkin menurut saya persoalan ini perlu diruntut dulu, kenapa sampai ada nikah siri. Menurut saya ada beberapa faktor:</p>
<p>1. Sulitnya mengurus pernikahan yang dicatat. Hal ini memang saya rasakan, ribet sekali administrasinya. Tapi Allah memberikan kemudahan bagi saya untuk mengurus pernikahan ini dengan baik dan mudah. Walaupun sebenarnya agak aneh saja. Kalau permasalahannya ini, maka perlu ada perbaikan menajemen di Departemen Agama dari atas sampai ke bawah untuk mengatasi hal ini.</p>
<p>2. Masih banyak masyarakat yang kurang pendidikan. Seperti masyarakat-masyarakat pedalaman yang tidak tersentuh. Padahal mereka juga termasuk warga negara Indonesia. Hal ini bisa jadi adalah faktor yang menjadikan adanya pernikahan sendiri. Kalau begitu, pemerintah harus lebih jeli lagi dan menyentuh aspek-aspek ini. Jangan dianak tirikan.</p>
<p>3. Adanya sebagian pondok pesantren yang mana mereka melakukan nikah siri untuk menjaga diri mereka. Kalau ada hal seperti ini, maka yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah mempermudah dengan memfasilitasi pondok pesantren-pondok pesantren agar pernikahan mereka sah di mata hukum negara. Kenapa pemerintah tidak jeli dalam masalah ini?</p>
<p>4. Sulitnya mengurus pernikahan poligami. Sulitnya mengurus pernikahan poligami juga mengakibatkan banyaknya pernikahan siri. Dan para suami ini ada 2 hal yang menjadikan mereka nikah siri, karena mereka tak ingin istri pertamanya tahu, yang kedua karena memang sulit ngurusnya. Hal seperti ini akan mengakibatkan ada pernikahan siri.</p>
<p>Ada pun hal-hal atau masalah-masalah yang timbul karena nikah siri, tidak bisa dijadikan patokan sebagai dasar hukum untuk membuat RUU nikah siri. Karena tidak setiap pernikahan siri itu menimbulkan permasalahan, seperti yang saya sebutkan di atas. Permasalahan seperti waris, kemudian juga masalah anak dan seterusnya, hal itu tidak akan menjadi masalah kalau nantinya menyangkut tentang status anak tersebut. Sebenarnya negara tidak harus mempidana, justru harus dan wajib memfasilitasi orang-orang yang nikah siri ini agar tercatat di KUA. Bukan mempidana mereka.</p>
<p>Efek dari pidana ini sungguh akan mempengaruhi mental setiap orang. Saya jadi tidak heran ketika banyak orang yang memprotes hal ini. Dikarenakan untuk urusan yang sah secara agama, malah dipidana, namun yang bukan pernikahan tapi perzinaan malah dilokalisasi dan dibiarkan. Hal ini adalah sebuah kontroversi yang mengakibatkan orang yang benar disalahkan, sedangkan yang sudah jelas-jelas salah dibiarkan. Saya rasa, pemerintah harus benar-benar berfikir panjang sebelum mensahkan hal ini. Karena ini bukan persoalan sebentar, tapi persoalan yang sangat panjang ke depan. Seseorang yang mengeluarkan undang-undang tentunya harus berfikir panjang apakah undang-undangnya itu nantinya bakal benar-benar merubah keadaan ataukah malah lebih memperparah. Bagi saya, selama infrastruktur yang ada di Departemen Agama tidak diubah, maka mustahil persoalan-persoalan seperti KDRT, pelacuran, dan hal-hal yang merugikan masyarakat dalam masalah pernikahan ini bisa teratasi, malah makin memperburuk.</p>
<p>Kesimpulannya, saya ikut saja terhadap undang-undang yang dibuat pemerintah, asalkan undang-undang itu tidak melanggar syari&#8217;at. Terlebih lagi, undang-undangnya memang tidak melanggar syari&#8217;at. Tapi walaupun begitu, tetap sebenarnya undang-undang ini tidak boleh kedudukannya di atas Al Qur&#8217;an dan As Sunnah. Sebab yang berhak memutuskan perkara pernikahan, perkara tentang ikatan antara dua orang lain jenis adalah urusan Allah sebagai Al Khaliq. Dalam masalah ini (hukum Allah) ada pembahasan yang lain yaitu kaidah seseorang yang membuat hukum selain hukum Allah, tapi ia tidak sampai mengkafirkan seseorang itu, yaitu &#8220;Kufur Dunna Kufrin&#8221;. Insya Allah kalau saya punya kesempatan akan membahasnya.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.abuaisyah.org/2010/02/25/nikah-siri-haram-betulkah/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2010/02/25/nikah-siri-haram-betulkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Wanita tidak Memakai Jilbab?</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2010/02/23/kenapa-wanita-tidak-memakai-jilbab/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2010/02/23/kenapa-wanita-tidak-memakai-jilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 13:51:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirahmaanirrahiim,
Alhamdulillah. Washolatu wa &#8216;alaa rasulillahi wa &#8216;alaa &#8216;alihi wa ash habihi ajma&#8217;in waman tabi&#8217;ahum bi ihsaan ilaa yaumiddin. Amma Ba&#8217;du.
Kita hidup di dunia ini tidak lain adalah untuk menghamba kepada Allah Azza wa Jalla. Menghamba berarti membersihkan diri dari segala bentuk kesyirikan dan kemaksiatan dari dalam jiwa dan raga. Ta&#8217;at kepada-Nya dari segala yang Dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bismillahirahmaanirrahiim,</em></p>
<p><em>Alhamdulillah. Washolatu wa &#8216;alaa rasulillahi wa &#8216;alaa &#8216;alihi wa ash habihi ajma&#8217;in waman tabi&#8217;ahum bi ihsaan ilaa yaumiddin. Amma Ba&#8217;du.</em></p>
<p>Kita hidup di dunia ini tidak lain adalah untuk menghamba kepada Allah Azza wa Jalla. Menghamba berarti membersihkan diri dari segala bentuk kesyirikan dan kemaksiatan dari dalam jiwa dan raga. Ta&#8217;at kepada-Nya dari segala yang Dia perintahkan dan yang rasul-Nya ajarkan. Sebab tanpa mengikuti rasululloh Shallallahu&#8217;alaihi wa salam niscaya seseorang tidak akan diterima segala amal perbuatannya.</p>
<p>Allah berfirman</p>
<p><em><strong>&#8220;artinya: Dan tidak Ku-ciptakan Jin dan Manusia, melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku&#8221;</strong></em> [Q.S. Adz Dzariyaat: 56]</p>
<p>Dan sabda rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam, <em><strong>&#8220;Barangsiapa yang melakukan amalan yang tidak berasal dari kami, maka amalannya tertolak&#8221;. </strong></em>[<em>Muttafaqun 'alaih</em>]</p>
<p>Artikel ini didedikasikan kepada mereka yaitu para wanita yang ingin teguh berada di atas jalan yang Haq. Artikel ini kepada para wanita yang ingin menjadi bidadari surga. Artikel ini kepada mereka yang benar-benar punya niat dan <em>azzam</em> (kemauan) yang kuat untuk bisa merubah diri mereka menjadi yang lebih baik. Artikel ini dikhususkan kepada saudara-saudara-ku seiman yang mana teman mereka, saudara mereka, keluarga mereka dilanda dilema karena syetan menghembuskan rasa was-was ke dalam hati mereka, karena syetan menghembuskan keragu-raguan sehingga hatinya goyah. Semoga saya bisa menasehati diri saya sendiri, dan siapapun yang membaca artikel ini.</p>
<p>Mohon dibaca kata perkata, jangan diskip, jangan melompat-lompat bacanya. Baca dari awal sampai akhir, semoga engkau mendapatkan hidayah.<span id="more-436"></span></p>
<p><strong>Jilbab, Makhluk apa itu?</strong></p>
<p>Jilbab adalah makhluk yang melindungi seorang wanita agar para laki-laki tidak terkena dosa, sehingga dosa itu akan dibebankan juga kepada para wanita yang tidak memakainya. Makhluk ini sungguh mulia, karena makhluk ini difirmankan oleh Allah di salah satu surat, di kitab yang penuh hikmah, sebagai petunjuk dan penyelamat seluruh umat.</p>
<p>Jilbab juga adalah pelindung, pelindung dari tatapan-tatapan jahat yang penuh hasud dari pria hidung belang, dari pria yang matanya jelalatan melirik bagian tubuh wanita, sehingga syetan melepaskan anak panah-anak panah beracun yang bisa membinasakan jiwa mereka. Jilbab juga adalah pembeda wanita-wanita merdeka dan para budak-budak belia. Jilbab adalah kehormatan. Jilbab adalah mahkota para wanita, yang khusus diturunkan dari langit untuk dipakai oleh para wanita, sehingga mereka menjadi terhormat, mendapatkan rahmat, dido&#8217;akan oleh para malaikat, dan para malaikat melihat mereka, sebab tentu saja para malaikat pemberi rahmat tidak akan melihat manusia yang menampakkan auratnya.</p>
<p>Dalil tentang jilbab,</p>
<p><em><strong>Artinya: &#8220;Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: &#8220;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&#8221;. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.&#8221;</strong></em> [Q.S Al Ahzab: 59]</p>
<p>Dan juga</p>
<p><em><strong>Artinya:&#8221;Katakanlah kepada wanita yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.&#8221;</strong></em> [Q.S. An Nuur: 31]</p>
<p><strong>Seberapa wajib-kah jilbab itu?</strong></p>
<p>Dari dalil-dalil yang dikemukakan di atas tadi, maka sudah jelas dan perlu diperhatikan, bahwa jilbab itu hukumnya seperti sholat 5 waktu. Yaitu fardhu &#8216;ain bagi para wanita. Sebab dalil-dalil yang dikemukakan di atas jelas dan termasuk ayat-ayat ahkam. Jadi kalau kita memang sebagai seorang hamba, dan kalau kita memang sudah faham kewajiban bagi seorang wanita, maka sudah pasti kita harus sami&#8217;na wa atho&#8217;na (kita dengar dan kita ta&#8217;at). Jangan sampai dengan kita memikul dosa setiap hari dikarenakan tidak menta&#8217;ati perintah-Nya. Coba renungkan wahai saudariku dari ayat-ayat di Atas.</p>
<p>Ada sebuah cerita yang sangat masyhur di kalangan para shahabat, ketika turun ayat tentang jilbab. Para wanita, para istri kaum muslimin, mereka semua langsung mengambil kain untuk menutupi tubuh mereka, mengambil kelambu, sarung agar tubuh mereka tertutupi. Kita yang ada di zaman ini, yang mudah untuk beli baju, tidak seperti para shobahiyah, yang mana mereka terkadang untuk baju saja bergantian dengan suami mereka, haruskah ada alasan untuk tidak memakainya?</p>
<p>Lihatlah bagaimana para shohabiyah ini begitu ta&#8217;at kepada Allah secara ikhlas dan pasrah. Kalau kita setiap saat diuji oleh Allah, dan mengaku pasrah kepada Allah, apakah sudah kita pasrah kepada hukum-hukum dan syari&#8217;at Allah? Kalau kita selalu ta&#8217;at dan patuh kepada atasan kita, haruskah kita tidak patuh terhadap Allah, pencipta kita, raja seluruh alam. Renungkanlah wahai saudariku, renungkanlah!</p>
<p>Kalau kita sudah bersyukur kepada Allah, maka apa wujud syukur kita kepada-Nya kalau kepala masih gundul (tidak pakai jilbab). Buat apa juga kita selalu mengucap cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, tapi untuk syari&#8217;at yang satu ini kita tidak patuhi. Lebih mudah apakah sholat ataukah pakai jilbab? Kalau ingin sholat saja saudariku semua mampu dan bisa pakai mukena, lalu kenapa setelah sholat tidak menutup aurat mereka? Apakah ketaqwaan kepada Allah itu hanya ketika sholat dan setelah sholat tidak taqwa lagi? Renungkanlah saudariku! Renungkanlah!</p>
<p><strong>Alasan-alasan Tidak Memakai Jilbab</strong></p>
<p>Saya paling tidak menemukan beberapa alasan di antara ribuan alasan para wanita tidak memakai jilbab mereka. Tapi saya ambil yang paling tinggi yang mereka jadikan sebagai alasan.</p>
<p>Pertama, <em>saya ingin mengubah diri dulu agar menjadi baik, baru setelah itu memakai jilbab</em>.</p>
<p>Saudariku yang dirahmati oleh Allah, sesungguhnya tidak ada manusia yang sempurna. Ingin mengubah diri seperti apakah kriteria yang saudari inginkan? Apakah seperti Khadijah? Khadijah radhiyallahu&#8217;anha adalah istri rasululloh Shallallahu&#8217;alaihi wa salam, yang tentu saja kalau ada ayat yang turun beliau pasti akan langsung mematuhi sebagai mana cerita saya di atas.</p>
<p>Ingin berubah seperti apakah saudariku? Ingin seperti para ustadzah? Mereka juga pakai jilbab. Ingin seperti shohabiyah yang lain? Mereka juga pakai jilbab. Tiada manusia yang terbaik, melainkan para shahabat. Sebab mereka adalah manusia-manusia pertama yang mengenal islam. Di masa hidup merekalah ayat turun, di masa mereka juga mereka berguru langsung kepada rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam. Kalau memang ingin berubah dulu agar menjadi lebih baik, tentunya sudah tidak bisa dibantah lagi, memakai jilbab adalah kewajiban dan keharusan. Sebab dari sinilah ujian ketaqwaan. Renungkanlah saudariku! Renungkanlah!</p>
<p>Kedua, <em>Saya ingin jilbab hati dulu baru kemudian memakai jilbab</em>.</p>
<p>Saudariku yang dirahmati oleh Allah, sesungguhnya jilbab artinya adalah penutup. Apakah saudariku ingin menutupi hati dari hidayah Allah? Jangan saudariku, jangan! Ketika Allah ingin menunjukimu kepada jalan lurus jangan menghindar dan jangan menolak! Justru terimalah sambutan hidayah itu. Menjilbabi hati itu tidak ada dasarnya. Justru menjilbabi hati itu menutup diri dari rahmat Allah, dari hidayah-Nya, dari syari&#8217;at-syari&#8217;at-Nya. Hati itu untuk dibuka terhadap hidayah Allah, terhadap ayat-ayat-Nya, hadits-hadits rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam.</p>
<p>Dari alasan inipun sebenarnya adalah alasan yang lemah, dan tidak bisa dijadikan pegangan. Sebab kita tidak perlu menjilbabi hati. Renungkanlah saudariku! Renungkanlah!</p>
<p>Ketiga, <em>Saya ingin menguatkan mental dulu agar saya kuat, karena saya masih takut dengan tanggapan teman-teman saya di kantor</em>.</p>
<p>Saudariku yang dirahmati oleh Allah, kenapa kita beribadah kepada Allah? Untuk apakah kita sholat? Untuk apa kita berzakat? Untuk apa kita berpuasa? Apakah seluruh ibadah itu kita lakukan untuk diperlihatkan kepada manusia? Kita lihat lagi kisah-kisah shohabiyah di atas. Apakah mereka ingin dilihat manusia? Sungguh kalau mereka ingin dilihat manusia, maka hapuslah seluruh amal yang dikerjakan. Tidak ada nilainya.</p>
<p>Apakah ketika rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam berdakwah untuk mengucapkan kalimat <em>&#8216;Laailaahaillallah&#8217;</em> harus kuat mental dulu baru berdakwah? Tidak wahai saudariku!</p>
<p>Justru Allah ingin melihat perjuanganmu. Bukan hasil dari perjuanganmu. Ketika engkau mengerjakan syari&#8217;at yang dibebankan kepada seluruh umat manusia, sesungguhnya Allah menguji mentalmu. Menguji seberapa besar keimananmu. Yaitu apakah engkau termasuk hamba-Nya yang ikhlas ataukah tidak.</p>
<p>Setiap nabi nanti di akhir zaman ada yang punya banyak pengikut, ada yang hanya belasan, ada yang tidak sama sekali. Tapi apakah mereka yang tidak punya pengikut itu tidak berhasil dalam berdakwah? Tidak, justru mereka berhasil. Sebab mereka hanyalah utusan, tugasnya hanya menyampaikan. Kalau misalnya saudariku diejek oleh teman-teman kantor, atau teman-teman sepermainan gara-gara memakai jilbab, misalnya dikatakan &#8220;sok alim&#8221; dan yang semakna, ketahuilah &#8220;sok alim&#8221; itu lebihi baik daripada &#8220;sok bejat&#8221;. Jangan minder dikatakan sok  alim, sebab dengan dikatakan sok alim, maka itu adalah penyemangat anda bahwa sekarang anda sudah jadi orang yang lebih baik daripada sebelumnya. Mantan preman itu lebih baik daripada mantan ustadz. Ini adalah ujian saudariku, ini adalah ujian, maka reguklah nikmatnya iman ini, ambil pahalanya dan jangan disia-siakan! Renungkanlah saudariku! Renungkanlah!</p>
<p>Keempat, <em>Suami atau orang tua tidak memperbolehkan memakai jilbab</em>.</p>
<p>Saudariku yang dirahmati oleh Allah, sedikit cerita saya juga pernah punya teman yang demikian. Kemungkinan kalau Allah tidak mempertemukan saya dengan teman ini, niscaya saya tidak mengenal Islam. Kenapa seseorang harus berjuang mempertahankan jilbabnya? Karena jilbab adalah kehormatan seorang muslimah. Jilbab ini adalah pertanda bahwa dia adalah seorang muslim dan bukan orang kafir. Jilbab ini juga pertanda bahwa dia itu adalah wanita terhormat yang mana dia dilindungi oleh syari&#8217;at Allah dan rasul-Nya.</p>
<p>Kemudian ada kaidah, <em>&#8220;tiada keta&#8217;atan kepada makhluk untuk bermaksiat kepada sang Khaliq&#8221;</em>. Setiap keta&#8217;atan akan selalu mendapat halang rintangan, baik itu dari orang-orang terdekat, teman, ataupun masyarakat. Selama engkau berada di atas jalan yang lurus, niscaya Allah tidak menganggap dosa setiap keta&#8217;atan yang engkau lakukan untuk-Nya. Kalau orang tua melarang, maka nasehatilah orang tua bahwa jilbab adalah kewajiban. Berikan dalil-dalil yang menguatkan. Dan katakan ta&#8217;at kepada Allah itu adalah segala-galanya. Kalau mereka tetap menolak, maka tetap pakailah! Dan niscaya engkau tidak berdosa atas hal itu. Justru mereka yang menolaklah yang berdosa. Seraya itu mohon kepada Allah agar mereka diberi pintu hidayah oleh Dzat Yang Maha Agung. Orang yang berakhlaq adalah mereka yang ta&#8217;at kepada Al Kholiq yaitu sang pencipta. Yaitu dengan ta&#8217;at dengan mengikuti Al Qur&#8217;an dan As Sunnah. Renungkanlah saudariku! Renungkanlah!</p>
<p>Kelima, <em>Kantor/instansi/kampus tempat saya bekerja tidak memperbolehkan</em>.</p>
<p>Saudaraku yang dirahmati oleh Allah, sebagaimana yang telah saya sebutkan di atas. Tiada keta&#8217;atan kepada makhluk untuk bermaksiat kepada sang Khaliq. Dalam hal ini sering menjadi dilema. Sekilas cerita, saya kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya. Di sana, karyawannya tidak boleh pakai jilbab. Saya dan teman-teman berusaha memperjuangkan agar para karyawan bisa memakai jilbab. Saya kasihan kepada mereka yang pergi ke kampus pakai jilbab, tapi ketika masuk lembaga harus dilepas. Sungguh ini adalah penghinaan. Haruskah ta&#8217;at kepada instansi atau kantor daripada ta&#8217;at kepada Allah. Besar manakah adzab kepala instansi dengan raja dunia, yaitu Allah Azza wa Jalla.</p>
<p>Ingatlah ketika hari dibangkitkan. Ada manusia yang dilempar catatan amalnya ke punggungnya. Ada yang menerima catatan amalan dengan tangan kiri. Ada yang dibutakan matanya karena di dunia buta terhadap ayat-ayat Allah. Ia tahu ayat-ayat di Al Qur&#8217;an itu nyata, tetapi ia buta terhadap ayat-ayat tersebut. Kemudian juga ada yang telinganya tuli, dikarenakan di dunia ia mendengar ayat-ayat Allah tapi ia sama sekali tak menta&#8217;ati dan pura-pura tidak tahu ayat-ayat tersebut. Kita tahu bahwa jilbab adalah syari&#8217;at Allah, maka yakinlah dan berimanlah! Bahwa Allah akan menolongmu untuk mudah berada di atas jalan-Nya, dengan ta&#8217;at kepada-Nya. Kalau instansi tersebut tidak bisa dinasehati tentang wajibnya jilbab, maka mau tidak mau anda harus mencari instansi yang lebih baik. Karena itu adalah hak kita, karena itu adalah kewajiban kita kepada Allah. Maukah nanti kita di hari akhir dihadapkan kepada amal-amal kita yang lebih ta&#8217;at kepada manusia daripada kepada-Nya?</p>
<p>Keenam, <em>Saya belum dikasih hidayah utk pake jilbab</em>.</p>
<p>Saudariku yang dirahmati oleh Allah. Sesungguhnya Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan akan menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidaklah setiap manusia mendapatkan hidayah taufiq. Hidayah itu dicari. Umat Muhammad Shallallahu&#8217;alaihi wa salam menadpatkan hidayah dengan mencari. Sebab hidayah itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi dengan berusaha, dengan mencari. Ada dua hidayah, yaitu hidayah Taufiq dan hidayah Irsyad. Hidayah taufiq adalah hidayah yang datang sendiri, biasanya dimiliki oleh para nabi dan rasul. Dan hidayah Irsyad adalah hidayah yang datang karena kita mencari.</p>
<p>Saudariku, kalau memang hidayah itu ingin masuk, maka pakailah jilbab. Sebab itu adalah sebuah usaha, sebagaimana engkau berusaha untuk membaca tulisan ini. Sebagaimana juga setiap saat engkau ingin makan, maka engkau berusaha masak, berusaha cari uang, tidak mungkin makanan itu masuk ke mulut kita dengan sendirinya. Setiap umat Muhammad pasti mencari hidayah. Para shahabat saja mencari hidayah dengan bertanya kepada rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam. Dan selalu mengikuti majilis rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam. Bagaimana dengan kita?</p>
<p>Orang yang berkata, &#8220;Saya belum dikasih hidayah&#8221; adalah orang yang sebenarnya tahu tentang jilbab. Tapi ia enggan mengikutinya, ia tahu kebenaran tapi ia enggan mengambil kebenaran, dan mengikuti kata hatinya. Dan ia lebih baik menjadi orang yang fasiq daripada menjadi orang yang alim. Subhanallah, jangan sampai wahai saudariku. Engkau itu lebih mulia dari orang-orang yang fasiq, dan jangan mau nanti di akhirat dikumpulkan dengan orang-orang fasiq. Engkau tahu bahwa ayat itu benar, jilbab itu wajib, lalu kenapa tidak mengikutinya dan enggan? Renungkanlah saudariku! Renungkanlah!</p>
<p>Ketujuh, <em>Saya ingin memakai jilbab, tapi jilbab itu identik dengan alim, dan juga banyak juga yang pakai jilbab tapi masih berkelakuan jelek, dan menggunakan jilbab sebagai kedok saja</em>.</p>
<p>Wahai saudariku, telah saya jelaskan di atas, jilbab adalah kewajiban. Yang namanya wajib, maka mau tidak mau harus dipakai. Apakah setiap orang yang mengaku muslim pasti baik? Apakah orang yang sholat pasti baik? Ada juga koq orang yang sholat tapi pencuri, apakah kita tuduh setiap yang sholat pasti mencuri? Tentu tidak.</p>
<p>Urusan hati, adalah urusan Allah. Syari&#8217;at adalah syari&#8217;at. Justru jilbab adalah pengerem dari segala tindakan jelek. Sebagaimana sholat. Kalau kita faham setiap sholat memohon kepada Allah, bertaqarrub kepada Allah, berbicara kepada Allah, kalau kita setiap sholat demikian, maka niscaya dalam setiap kelakuan kita akan teringat, bahwa kita bicara kepada Allah dan Allah mengawasi kita dalam setiap keadaan. Sebagaimana jilbab, jilbab pun akan menjadi pengerem terhadap tindakan-tindakan yang tidak baik. Setiap mereka yang memakai jilbab akan sadar bahwa ia adalah seorang muslimah. Tidak ada manusia yang sempurna. Yang ma&#8217;shum itu hanya rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wasalam.</p>
<p>Dan dalam beribadah, janganlah melihat bagaimana orang lain menilai kita. Lihatlah Allah yang menilai kita. Kalau Allah ingin kaum muslimah berjilbab, maka sudah pasti yang dicintai Allah itu adalah yang harus kita lakukan. Jangan pedulikan tentang omongan orang. Ibadah itu tidak ingin dilihat oleh orang lain. Ingatlah ibadah karena ingin dilihat orang itu berdosa dan tidak ada pahalanya. Bahkan ditolak!</p>
<p>Ibadah itu harus bersih dari riya&#8217;. Kalau memang kita ikhlas, maka bertaqwalah kepada Allah, bukan bertaqwa kepada manusia. Omongan orang tidak pernah ada habisnya, lidah manusia itu tidak akan lelah mengatai orang lain. Insya Allah, Allah akan membantu setiap hamba-Nya yang berusaha mencari hidayah, dan yang ingin merubah diri mereka.</p>
<p>Maukah kita menghadapi murka Allah? Maukah kita menghadapi siksa-Nya? Hidup ini bukanlah sebuah permainan, tetapi hidup ini adalah penghentian sesaat dari sebuah perjalanan yang sangat panjang. Kalau kita tidak sadar bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, lalu kapankah kita akan sadar? Apakah menunggu nyawa sampai di tenggorokan? Lihatlah! Rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam telah wafat, berarti tanda-tanda kiamat sudah dekat. Maka apakah kita akan tunda lagi?</p>
<p>Kapan? Nunggu sampai kapan? Bagaimana kita menghadap kepada-Nya ketika kita tidak siap? Bagaimana kita bisa menghadap kepada Allah tapi aurat kita tampak? Bagaimana kita bisa menghadap kepada Allah tapi kita selalu menghindar dari ayat-ayat-Nya? Apakah ini wujud rasa syukur kita? Apakah ini wujud dari ketaqwaan kita?</p>
<p>Pantaskah kita menjawab bahwa Tuhan kita adalah Allah dan Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wa salam sebagai rasul-Nya kalau syari&#8217;atnya saja kita tidak menta&#8217;atinya. Walaupun memang nanti kita bisa selamat dalam menjawabnya kalau kita benar-benar muslim dan bukan orang munafiq ataupun orang kafir, tapi malu yang akan kita bawa ke hadapan Allah. Apa yang harus kita jawab kepada Allah yang Maha Besar ketika ditanya, &#8220;Kenapa engkau tidak memakai jilbab di dunia?&#8221;</p>
<p>Renungkanlah saudariku! Renungkanlah!</p>
<p><strong>Jilbab Yang Syar&#8217;i</strong></p>
<p>Seperti apa sih jilbab yang syar&#8217;i itu? Jilbab yang syar&#8217;i adalah apa yang dijelaskan pada ayat yang telah saya berikan di awal. Di surat An Nuur dijelaskan diulurkan sampai ke dada. Dan di surat Al Azhab ke seluruh tubuh. Jilbab itu sendiri menutup artinya ditutup sampai tidak tampak. Seperti kelambu yang menutup jendela sehingga apa yang ada di balik jendela tidak tampak. Dari dua ayat ini jelas bahwa jilbab adalah segala sesuatu yang menutup sehingga tidak tampak, dalam arti untuk pakaian yaitu longgar dan tidak ketat (menampilkan lekuk tubuh).</p>
<p>Jadi jilbab itu tidak memakai jeans. Tidak memakai baju yang ketat. Jilbab juga harus menutup dada, tidak digelung di leher, seperti jilbab-jilbab yang ngakunya jilbab modern. Tidak ada istilah jilbab modern atau jilbab gaul. Jilbab itu tetap menutup dada, dijulurkan ke bawah. Dan pakaiannya longgar, tidak ketat. Inilah yang sesuai dengan syari&#8217;at.</p>
<p>Nasehat saya, jika benar-benar ingin memakai jilbab, maka fahamilah kewajiban jilbab itu, fahamilah fungsi jilbab itu. Apa dosa-dosanya kalau tidak memakainya. Juga fahamilah untuk tidak menyepelekan masalah dosa. Menyepelekan dosa berarti sama saja menyepelekan adzab Allah. Kalau kita tidak takut kepada adzab Allah, apakah kita merasa aman dari adzab-Nya? Sedangkan para shahabat saja tiap hari menangis karena takut kepada adzab Allah, walaupun mereka adalah umat terbaik. Fahamilah juga bahwa waktu kita singkat untuk bisa kembali ke jalan yang benar, sebab kiamat sudah dekat, setiap saat malaikat maut mengintai kita, setiap saat malaikat maut siap mencabut nyawa kita. Apakah kita harus menunggunya mencabut nyawa kita dulu baru kita berubah?</p>
<p>Wahai saudariku seiman. Sesungguhnya aku menuliskan ini dengan ikhlas, semata-mata ingin mengajak kalian untuk berubah, mengulurkan jilbab-jilbab kalian. Dan ini adalah uraianku dari lubuk hatiku yang paling terdalam untuk kalian semua. Jadilah bidadari surga, jadilah muslimah-muslimah yang baik, jadilah ibu-ibu para mujahid, jadilah istri-istri para pemimpin dunia, sesungguhnya Allah tidak butuh ibadah kita, Allah tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi kitalah yang butuh kepada-Nya. Maka dari itu sudah pantas kita ta&#8217;at kepada-Nya, dengan mematuhi segala yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Renungkanlah tulisan saya dan bacalah berulang-ulang!</p>
<p><em>Wallahua&#8217;lam bishawab.</em></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.abuaisyah.org/2010/02/23/kenapa-wanita-tidak-memakai-jilbab/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2010/02/23/kenapa-wanita-tidak-memakai-jilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajarlah Ber-social Networking dengan Baik dan Benar</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2010/02/18/belajarlah-ber-social-networking-dengan-baik-dan-benar/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2010/02/18/belajarlah-ber-social-networking-dengan-baik-dan-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 03:26:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[friendster]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[social network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini marak kasus-kasus yang melibatkan Facebook. Ya, situs jejaring sosial ini menjadi gerbang bagi berbagai kejadian yang tidak mengenakkan. Sebelumnya twitter juga telah menjadi salah satu kasus yang sempat mencuat ke permukaan, seperti kasusnya Luna Maya, yang mengatakan wartawan tidak lebih sebagai *sensored*. Dan sebelumnya juga, media email menjadi salah satu kasus terbesar antara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini marak kasus-kasus yang melibatkan Facebook. Ya, situs jejaring sosial ini menjadi gerbang bagi berbagai kejadian yang tidak mengenakkan. Sebelumnya twitter juga telah menjadi salah satu kasus yang sempat mencuat ke permukaan, seperti kasusnya Luna Maya, yang mengatakan wartawan tidak lebih sebagai *sensored*. Dan sebelumnya juga, media email menjadi salah satu kasus terbesar antara perseteruan Prita vs RS Omni. Dari emailnya prita sih yahoo.</p>
<p>Berita-berita di media masa baik cetak ataupun elektronik, seolah-olah semuanya menyalahkan facebook ini. Dari mulai prostitusi lewat internet, sampai ke pemecatan beberapa orang murid mengakibatkan hal ini semakin memberikan sebuah pelajaran kepada kita, internet itu seperti dunia yang sudah tidak aman lagi. Tapi kita juga tidak serta merta menyalahkan media internet ini, persoalannya adalah apakah setiap orang telah melakukan atau biasa melakukan etika berinternet dengan baik?</p>
<p>Telah banyak versi<em> how-to</em> dalam masalah berinternet. Bahkan katanya sekarang pelajaran-pelajaran komputer di sekolah juga mulai diajarkan cara beretika dalam berinternet. Sebenarnya dalam permasalahan ini, apabila setiap pihak mau memahami fungsi dari situs jejaring sosial maka tentu saja mereka akan bisa menerapkan etika ini ketika mereka terjun ke dunia maya.</p>
<p>Yang jelas, situs-situs seperti facebook, friendster, twitter, plurk, orkut dan yang lain-lainnya, mereka selalu menyediakan yang namanya<em> setting privacy</em>. Jadi kalau kita ingin agar hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihat foto-foto kita, atau ingin agar komen-komen kita hanya beberapa orang saja yang tahu, sebenarnya sudah dari ketika kita mendaftar pertama kali ada. Hanya saja, tidak mungkin semua orang memahami hal ini. Akibatnya, sering mereka yang tak menyadari hal inilah yang menjadi korban.<span id="more-433"></span></p>
<p>Apa yang harus dilakukan oleh seseorang ketika mengikuti situs jejaring sosial? Saya punya saran, yang namanya saran kemungkinan kurang atau memang kelebihan. Berikut saran saya:</p>
<p>1. Setting tertutup untuk orang yang bukan teman anda.</p>
<p>2. Setting hanya orang-orang tertentu yang bisa mengikuti perkembangan status anda.</p>
<p>3. Blok orang-orang yang menawarkan spam.</p>
<p>4. Jangan pernah menjalin hubungan cinta lewat internet. Sebab di internet siapapun bisa jadi siapa saja. Ada pepatah yang bilang, &#8220;<em>In the internet everyone don&#8217;t know you, even you are a dog</em>&#8221;</p>
<p>5. Jangan pernah mengklik &#8220;<em>reset password</em>&#8221; atau &#8220;<em>change your password</em>&#8221; dari situs yang bukan situs resmi jejaring sosial apabila anda sudah menjadi membernya dan mendapatkan email seperti itu, sebab hal itu adalah salah satu cara snifing.</p>
<p>6. Jangan pernah menghina seseorang ataupun lembaga tertentu dan statusnya anda biarkan seluruh orang melihatnya. Terkecuali anda memang berniat untuk bergurau tentunya kalau bergurau ditambahi embel2 &#8220;Gurauan&#8221;. Anda tahu bahwa hukum di Indonesia akan menganggap hal-hal yang gurauan tanpa keterangan adalah hal yang serius, apalagi pasal pencemaran nama baik sangat menjerat siapapun yang bilang, &#8220;ANJING LU!&#8221; di status mereka.</p>
<p>7. Apabila ada orang yang menawarkan jasa esek-esek, segera tolak atau block orang tersebut. Anda tentunya tak mau berurusan dengan mereka.</p>
<p>8. Orang tua harus faham tentang teknologi dan ini wajib. Biar pun anda ada di daerah pedalaman seperti suku Asmad, anda lebih baik belajar teknologi dan mengikuti perkembangan zaman. Tentunya anda tak mau jadi orang bodoh terus-terusan. Teknologi semakin canggih dan kejahatan pun semakin canggih, kalau kita tidak ada update tentang hal ini maka mustahil kita bisa selamat.</p>
<p>9. Dampingi anak-anak yang memang belum bisa dilepaskan secara bebas ketika bermain internet. Sekalipun anak itu sudah SMA, kenapa? Karena kebanyakan (bukan berarti semua) anak-anak SMA itu tidak faham masalah teknologi dan etika berinternet, bahkan korban-korban juga kebanyakan dari kalangan SMP sampai SMA.</p>
<p>10. Selalu tanamkan kepada diri anak-anak tentang keimanan, dan manfaat internet, dan berinternet ketika ada perlu. Sebab ada orang yang berinternet karena tidak ada keperluan apapun. Inilah yang menjadi masalah. Biasanya (berarti juga ada yang tidak biasa) para remaja yang baru gedhe pertama kali yang dibuka adalah chatting, situs-situs porno, dan situs-situs game. Tidak terbatas laki-laki ataupun perempuan. Semua itu bisa dihindari kalau ditanamkan keimanan dengan kuat terlebih dahulu, sehingga mereka mempunyai benteng dan tak akan mencoba-coba. Terlebih lagi pendidikan &#8220;internet seperlunya&#8221; akan membuat mereka mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, bukan informasi yang tidak mereka perlukan.</p>
<p>11. Upload foto sewajarnya. Atau kalau mau iseng upload foto yang bukan foto anda <img src='http://www.abuaisyah.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , tapi ini tidak dianjurkan. Lebih baik foto-foto hewan dipajang atau foto-foto anak anda. Dengan begitu foto anda tidak akan disalahgunakan.</p>
<p>12. Sebarkan hal-hal yang baik, atau share hal-hal yang baik, sehingga anda akan banyak follower dan tanggapan kepada teman-teman anda akan lebih baik. Seperti berbagi link blog, memberikan solusi terhadap suatu masalah, memberikan saran dan kritik terhadap sesuatu, atau berbagi berita-berita menarik lainnya.</p>
<p>13. Jangan pernah sebar-sebar nomor telepon sembarangan. Atau mungkin email kepada orang-orang yang memang belum anda kenal. Karena nomor telepon anda bisa digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>14. Jangan pernah menyebar spam, kalau anda tidak mau dispam oleh orang lain, maka sebaiknya jangan lakukan hal ini. Karena tentu saja orang lain tidak akan pernah suka dengan hal ini.</p>
<p>15. Manfaatkan jejaring sosial dengan sebaik-baiknya, seperti mencari teman-teman yang sudah <em>lost contact</em> atau berbagi informasi-informasi penting atau mencari teman-teman baru. Dan jangan lebih dari itu, sebab hal itu bisa membahayakan diri anda ataupun diri orang lain.</p>
<p>16. Sering ganti password. Bagi anda yang memang ingatannya kuat. Tapi bagi anda yang memang tidak bisa mengingat salah satu password tidak masalah asalkan password anda sangat unique dan terdiri dari berbagai karakter, semisal abjad, angka dan simbol. Contoh :  #trunc4t3!</p>
<p><strong>Menanggapi Kasus Prostitusi Lewat Situs Jejaring Sosial dan Lainnya</strong></p>
<p>Sebenarnya prostitusi lewat jejaring sosial atau chatting lewat YM atau IRC itu sudah lama ada. Bahkan ketika saya pertama kali mengenal internet ketika masih duduk di bangku SMA hal itu sudah ada. Biasanya memang mereka &#8220;para penjaja sex&#8221; tersebut menggunakan kata-kata yang menarik pria hidung belang pada <em>nickname</em>-nya. Contoh: dian_imut, ce_jomblo, ce_putih dan lain-lain. Sedangkan yang lebih berani biasanya pakai nick yang berani juga, seperti : ce_bispak, ce_manja, ce_jablay dan lainnya.</p>
<p>Dan yang sedikit heboh juga, saya pernah ditawari oleh mucikarinya. Saya saat itu memang sengaja mempost ke IRC &#8220;lagi butuh cewek buat kencan&#8221;, kemudian langsung ada beberapa orang yang menanggapi. Biasanya mereka ada di channel-channel kota-kota besar. Tarif yang mereka keluarkan bervariasi, mulai dari 300ribu sampai juta&#8217;an. Saya cuma tanya-tanya aja kala itu setelah itu langsung logout, karena memang tujuan saya bukan itu. Dan di sini saya tidak mengajari, jangan salah sangka.</p>
<p>Dari sini, sebenarnya bisa diketahui bahwa internet itu banyak sekali sampahnya, kalau kita tidak pintar-pintar menyaring informasi yang masuk bisa berbahaya. Maka dari itu hati-hati. Kalau anda menemukan adanya indikasi kriminal, segera laporkan ke polisi. Sebab dengan begitu anda ikut membantu hukum dan menyelamatkan teman-teman dan keluarga anda dari bahaya berinternet.</p>
<p>Kejahatan itu terjadi karena adanya kesempatan. Jadi waspadalah!</p>
<p><strong>Menanggapi Kasus Pemecatan Beberapa Orang Murid karena Mempublish Status yang Menjelek-jelekkan Gurunya</strong></p>
<p>Tak bisa dipungkiri, guru adalah seorang yang dijadikan teladan, dijadikan orang yang mengajari kita dalam banyak hal. Karena kedudukan guru demikian penting, maka setiap murid sejak dari kecil diberikan pemahaman bahwa guru adalah orang tua ketika kita berada di sekolah. Dari tulisan-tulisan yang diucapkan para murid di status facebook mereka, sudah pasti di sana saya tidak melihat sama sekali cermin seorang guru yang baik. Pernah juga koq di sekolah saya bertemu dengan guru yang aneh, dia sangat judes, pemarah bahkan mungkin boleh dibilang nomor satu dalam urusan menghukum muridnya, sehingga dikatakan guru killer.</p>
<p>Bukan dalam masalah pelajaran yang jadi ditakuti oleh para murid. Masih bagus kalau kita takut dengan pelajaran matematika yang memang sulit, tetapi takut terhadap guru, mungkin jadi berbeda kasusnya. Takut dalam masalah pelajaran kita bisa hilangkan dengan belajar lebih giat, rajin dan tekun, maka Insya Allah tidak butuh waktu lama kita tidak akan takut lagi. Bagaimana dengan guru yang ditakuti? Murid akan trauma bahkan ketika sudah lulus mereka tetap mengingat gurunya sebagai guru killer.</p>
<p>Bagi yang berpikiran positif mereka mengira, &#8220;mungkin gurunya melakukan itu agar dirinya pandai dalam hal pelajaran tersebut, atau memang dirinya nakal&#8221;. Tapi yang lainnya, tidak akan sampai berpikiran seperti itu. Ia cenderung akan membanding-bandingkan dengan guru-guru lain yang sifatnya lebih baik dari guru yang killer tersebut. Akibatnya sekolah bukan lagi tempat untuk mencari ilmu, tapi mencari guru, seperti kalau kita belajar ilmu silat. Tidak benar yang seperti itu.</p>
<p>Seorang guru, harus memperjuangkan agar muridnya lulus, bukan memecatnya. Seorang guru harus membela murid-muridnya apabila murid-muridnya dalam bahaya. Seorang guru juga harus memberikan pelajaran terbaik yang berguna untuk murid-muridnya, bukan untuk menekan mereka. Justru tekanan-tekanan akan membuat mereka patah sematang di tengah jalan. Saya bicara demikian sebab saya pernah menjadi guru, saya juga pernah menjadi dosen. Saya faham sikap dan watak setiap murid ketika saya pertama kali mengajar. Bisa saja mereka mendendam kepada kita karena nilai kita yang jelek. Tapi tentu saja, ketika saya memberikan nilai jelek, saya itu tidak tega. Paling tidak saya harus mencari jalan agar mereka&#8211;yaitu para murid&#8211;benar-benar mengerti pelajaran yang saya berikan. Kalau tidak mengerti, maka saya akan menemani mereka sampai mereka faham betul, dan tidak asal lulus dengan nilai terbaik. Sebab hal itu akan mereka pakai di dalam setiap langkah mereka kelak di masyarakat.</p>
<p>Menurut saya, pemecatan itu terlalu keras. Padahal ada tahapan-tahapannya. Seingat saya dulu di sekolah, apabila siswa melanggar, maka dia akan terlebih dulu diperingatkan, kemudian apabila melanggar, baru dipanggil orang tuanya. Apabila melanggar lagi, maka diskors, apabila masih bandel baru dikeluarkan. Dalam hal ini saya menyebutnya sebagai pembinaan. Saya tahu banyak pelajar yang mungkin saja mereka nakal. Bahkan saya dulu juga pernah jadi anak nakal. Tapi itu semua dikarenakan tidak ada pembinaan yang baik. Kebanyakan para guru itu menghukum tanpa membina. Sebagaimana maraknya tawuran antara pelajar. Kalau itu terjadi, maka mereka itu kurang binaan. Dalam hal ini sekolah tentu saja yang patut disalahkan.</p>
<p>Saya sadar mendidik itu adalah hal yang paling sulit. Sebab kita adalah manusia biasa yang mendidik manusia lain agar menjadi seperti yang kita harapkan. Tentu saja hasilnya tidak bisa 100%, bisa jadi cuma 50%, bisa jadi 89% atau bahkan cuma 20% saja. Tapi jarang sekali yang kita didik dapat 0%. Kalau toh misalnya pemecatan itu memang dilakukan, setidaknya pemecatan itu akan membuat ia ingat dan tidak mengulangi lagi perbuatannya. Dan masih dalam hal mendidik, tidak mendahulukan hawa nafsu. Semisal, fulan berbuat kesalahan, sehingga dipecat, bagaimana kalau misalnya pemecatannya itu sambil diberikan tulisan yang membuat ia semangat untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya itu ketika masuk ke sekolah lain. Bukankah itu yang paling baik?</p>
<p>Guru yang paling baik adalah rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam. Itu sebabnya muridnya pun menajdi murid yang baik-baik juga. Dan saya mengajak kepada seluruh guru untuk benar-benar memperhatikan masalah ini.</p>
<p>Mungkin itu dulu yang bisa saya tulis, mengingat keterbatasan waktu.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.abuaisyah.org/2010/02/18/belajarlah-ber-social-networking-dengan-baik-dan-benar/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2010/02/18/belajarlah-ber-social-networking-dengan-baik-dan-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Valentine, Maulid, Imlek: Bagiku Agamaku, Bagimu Agamamu</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2010/02/13/valentine-maulid-imlek-bagiku-agamaku-bagimu-agamamu/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2010/02/13/valentine-maulid-imlek-bagiku-agamaku-bagimu-agamamu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 15:14:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[As Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[imlek]]></category>
		<category><![CDATA[maulid]]></category>
		<category><![CDATA[valentine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirahmaanirrahiim,
Alhamdulilah. Wa sholatu wa &#8216;alaa rasulillahi wa &#8216;alaa &#8216;alihi wa a sh habihi ajma&#8217;in waman tabi&#8217;ahum bi ihsaan ilaa yaumiddin. Amma Ba&#8217;du.
Sekarang bulan Februari, yeah bulan Februari ini serba merah dan pink. Dan juga dari awal bulang sudah dibahas juga di pengajian-pengajian di masjid-masjid kampung bahwa di bulan ini akan datang hari Maulid nabi Shallallahu&#8217;alaihi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirahmaanirrahiim,</p>
<p>Alhamdulilah. Wa sholatu wa &#8216;alaa rasulillahi wa &#8216;alaa &#8216;alihi wa a sh habihi ajma&#8217;in waman tabi&#8217;ahum bi ihsaan ilaa yaumiddin. Amma Ba&#8217;du.</p>
<p>Sekarang bulan Februari, yeah bulan Februari ini serba merah dan pink. Dan juga dari awal bulang sudah dibahas juga di pengajian-pengajian di masjid-masjid kampung bahwa di bulan ini akan datang hari Maulid nabi Shallallahu&#8217;alaihi wa salam. Saya akan bahas tiga hal ini, yang sebenarnya banyak orang awam yang tidak tahu agama ikut-ikutan, bahkan diantara mereka yang sedikit lebih pintar rela membela-bela ikut merayakannya. Terus terang, setiap tahun juga para ustadz, dan juga orang-orang yang &#8216;alim dalam ilmu agama telah memperingatkan manusia. Dan sudah tentu mengingatkan manusia ini adalah salah satu bentuk hal yang wajib untuk berdakwah, berammar ma&#8217;ruf nahi mungkar.</p>
<p>Dan diposting kali ini saya akan membahas sedikit saja tentang persoalan tahunan ini. Yang pertama masalah Valentine. Valentine bukanlah perayaan dari Islam, dan karena bukan hari raya umat Islam maka umat Islam harus menyadari bahwa di Islam hanya ada tiga hari raya, yaitu hari raya Iedul Fitri, Iedul Adha dan hari Jum&#8217;at. Inilah hari-hari di mana umat Islam merayakannya, dan kebanyakan perayaan keagamaan umat Islam tidaklah dengan hura-hura, tidaklah juga dengan sesuatu yang melanggar syari&#8217;at.<span id="more-429"></span></p>
<p>Yang namanya hari raya keagamaan, tentunya harus mengikuti contoh-contoh yang telah diajarkan oleh rasululloh Shallallahu&#8217;alaihi wa salam dan bagaimana juga para shahabat yang meriwayatkannya. Ketika manusia tidak atau menyelisihi syari&#8217;at, maka sudah pasti amalannya tidak dinilai dan termasuk kepada bid&#8217;ah, dan setiap bid&#8217;ah adalah sesat, sebagaimana Rasululloh Shallallahu&#8217;alaihi wa salam bersabda:</p>
<p>&#8220;Barangsiapa yang melakukan amalan yang tidak berasal dari Kami, maka amalannya tertolak&#8221; [HR. Muslim]</p>
<p>Islam sudah sempurna dan tidak perlu ditambahi dengan hal-hal yang lain, tidak perlu dikurangi, yang ada sekarang ini adalah bagaimana dengan masalah-masalah kontemporer yang sekarang ini sering dihadapi oleh setiap manusia, yaitu umat muslim khususnya. Sebenarnya saya ingin membahas tentang masalah fatwa, tapi berhubung ini lebih penting maka saya menulis dulu masalah Valentine, Imlek dan Maulid.</p>
<p>Asal muasalnya hari Valentine sendiri ada banyak versi. Diantaranya yang berhasil saya dapatkan:</p>
<p>Pertama, Valentine awal mulanya adalah ritual Romawi kuno yang kemudian dimasukkan ke dalam ajaran nasrani oleh Paus Gelasius I, sebagaimana yang dikutip dari Encyclopedia Britania.</p>
<p><em>The Encyclopedia Britania</em>, vol. 12, sub judul <em>Crhistiany</em>, menuliskan penjelasan sebagai berikut, “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari.”</p>
<p>Kedua, <strong><em>Ensiklopedia Amerika</em></strong> (volume XIII/hal. 464) menyatakan, <em>“Tanggal 14 Februari adalah hari perayaan modern yang berasal dari dihukum matinya seorang pahlawan kristen yaitu Santo Valentine pada tanggal 14 Februari 270 M”.</em></p>
<p>Ketiga, <strong><em>Ensiklopedia Amerika</em></strong> (volume XXVII/hal. 860) menyebutkan, <em>“Yaitu sebuah hari dimana orang-orang yang sedang dilanda cinta secara tradisional saling mengirimkan pesan cinta dan hadiah-hadiah. Yaitu hari dimana Santo Valentine mengalami martir (seorang yang mati sebagai pahlawan karena mempertahankan kepercayaan/keyakinan)”</em></p>
<p>Keempat, <strong><em>Ensiklopedia Britania</em></strong> (volume XIII/hal. 949), <em>“Valentine yang disebutkan itu adalah seorang utusan dari Rhaetia dan dimuliakan di Passau sebagai uskup pertama”. </em></p>
<p>Dan memang inilah sumber dari valentine, tidak lain adalah dari ajaran Nasrani. Dalam perihal al Wala&#8217; wal Bara&#8217;, kita tidak boleh mengikuti ajaran-ajaran tersebut, termasuk membuat ajaran tersebut tetap eksis. Justru sebagai seorang muslim kita harus merasa cukup dengan syari&#8217;at yang telah dibawa oleh rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wa salam. Masih banyak hadits-hadits shohih yang harus diamalkan, bukan yang tidak ada tuntunannya malah diamalkan.</p>
<p>Rasululloh Shallallahu&#8217;alaihi wa salam bersabda, &#8220;Barangsiapa yang menyerupai kaum, maka dia termasuk golongan mereka&#8221; [HR. Abu Dawud]</p>
<p>Namun yang lebih mencengangkan lagi, ternyata asal muasal hari Valentine tersebut bukan dari Nasrani melainkan dari adat istiadat orang Romawi kuno, yang menyembah dewa-dewa, jadi seperti kepercayaan Animisme Dinamisme. Dikutip dari salafiyunpad:</p>
<p>Konon kabarnya, sejak abad ke-4 SM, telah ada perayaan hari kasih sayang. Namun perayaan tersebut tidak dinamakan hari Valentine. Perayaan itu tidak memiliki hubungan sama sekali dangan hari Valentine, akan tetapi untuk menghormati dewa yang bernama <em>Lupercus</em>. Acara ini berbentuk upacara dan di dalamnya diselingi penarikan undian untuk mencari pasangan. Dengan menarik gulungan kertas yang berisikan nama, para gadis mendapatkan pasangan. Kemudian mereka menikah untuk periode satu tahun, sesudah itu mereka bisa ditinggalkan begitu saja. Dan kalau sudah sendiri, mereka menulis namanya untuk dimasukkan ke kotak undian lagi pada upacara tahun berikutnya.</p>
<p>Sementara itu, pada 14 Februari 269 M meninggalkan <strong>seorang pendeta kristen yang bernama Valentine.</strong> Semasa hidupnya, selain sebagai pendeta ia juga dikenal sebagai tabib (dokter) yang dermawan, baik hati dan memiliki jiwa patriotisme yang mampu membangkitkan semangat berjuang. Dengan sifat-sifatnya tersebut, nampaknya mampu membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap penderitaan yang mereka rasakan, karena kezhaliman sang Kaisar. Kaisar ini sangat membenci orang-orang Nashrani dan mengejar pengikut ajaran nabi Isa. Pendeta Valentine ini dibunuh karena melanggar peraturan yang dibuat oleh sang Kaisar, yaitu melarang para pemuda untuk menikah, karena pemuda lajang dapat dijadikan tentara yang lebih baik daripada tentara yang telah menikah. Valentine sebagai pendeta, sedih melihat pemuda yang mabuk asmara. Akhirnya dengan penuh keberanian, ia melanggar perintah sang Kaisar. Dengan diam-diam ia menikahkan sepasang anak muda. Pendeta Valentine berusaha menolong pasangan yang sedang jatuh cinta dan ingin membentuk keluarga. Pasangan yang ingin menikah lalu diberkati di tempat yang tersembunyi. Namun rupanya, sang Kaisar mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh pendeta tersebut, dan kaisar sangat tersinggung hingga sang Pendeta diberi hukuman penggal oleh Kaisar Romawi yang bergelar <em>Cladius II</em>. Sejak kematian Valentine, kisahnya menyebar dan meluas, hingga tidak satu pelosok pun di daerah Roma yang tak mendengar kisah hidup dan kematiannya. Kakek dan nenek mendongengkan cerita Santo Valentine pada anak dan cucunya sampai pada tingkat pengkultusan !!</p>
<p>Ketika agama Katolik mulai berkembang, para pemimipin gereja ingin turut andil dalam peran tersebut. Untuk mensiasatinya, mereka mencari tokoh baru sebagai pengganti Dewa Kasih Sayang, <em>Lupercus</em>. Akhirnya mereka menemukan pengganti Lupercus, yaitu <strong>Santo Valentine</strong>.</p>
<p>Di tahun 494 M, Paus Gelasius I mengubah upacara <em>Lupercaria</em> yang dilaksanakan setiap 15 Februari menjadi perayaan resmi pihak gereja. Dua tahun kemudian, sang Paus mengganti tanggal perayaan tersebut menjadi <strong>14 Februari</strong> yang bertepatan dengan tanggal matinya Santo Valentine sebagai bentuk penghormatan dan pengkultusan kepada Santo Valentine. Dengan demikian perayaan <em>Lupercaria</em> sudah tidak ada lagi dan diganti dengan <strong>“Valentine Days”</strong></p>
<p>Sesuai perkembangannya, <strong>Hari Kasih Sayang</strong> tersebut menjadi semacam <strong>rutinitas ritual</strong> bagi kaum gereja untuk dirayakan. Biar tidak kelihatan formal, mereka membungkusnya dengan hiburan atau pesta-pesta.</p>
<p><strong>Tasyabbuh itu tidak sekedar meniru, melainkan menyetujui ataupun mendukung mereka itu juga termasuk tasyabbuh</strong></p>
<p><strong>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Ad-Dimasyqiy</strong><em>-rahimahullah-</em> berkata, <em>“Tak ada bedanya antara mengikuti mereka dalam hari raya, dan mengikuti mereka dalam seluruh manhaj (metode beragama), karena mencocoki mereka dalam seluruh hari raya berarti mencocoki mereka dalam kekufuran. Mencocoki mereka dalam sebagaian hari raya berarti mencocoki mereka dalam sebagian cabang-cabang kekufuran. Bahkan hari raya adalah ciri khas yang paling khusus di antara syari’at-syari’at (agama-agama), dan syi’ar yang paling nampak baginya. Maka mencocoki mereka dalam hari raya berarti mencocoki mereka dalam syari’at kekufuran yang paling khusus, dan syi’ar yang paling nampak. Tak ragu lagi bahwa mencocoki mereka dalam hal ini terkadang berakhir kepada kekufuran secara global”</em>.[Lihat <strong><em>Al-Iqtidho'</em></strong> (hal.186)].</p>
<p>Sebagaimana Islam yang menghukumi seseorang itu kufur apabila menolak sebagian dari agama ini. Maka termasuk salah satu kekufuran juga adalah menerima sebagian dari ajaran agama lain. Ini adalah sebuah ketetapan dan hukum syari&#8217;at yang tidak bisa ditolak lagi. Sebab hari raya adalah sebuah syi&#8217;ar, sebagaimana hari raya Iedul Fitri, hari raya Iedul Adha itu adalah syi&#8217;ar Islam. Karena syi&#8217;ar, maka sudah pasti itu merupakan bagian dari agama. Hari Valentine ataupun Natal ataupun Tahun Baru itu adalah syi&#8217;ar, ketika merayakannya, berarti kita juga menyetujui hal ini.</p>
<p><strong>Para Ulama telah memperingatkan tentang hari Valentine</strong></p>
<p>Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Tetap Riset Ilmiyyah dan Fatwa, Saudi Arabia) telah menanggapi pertanyaan seputar ‘<strong><em>Idul Hubb (perayaan Hari Valentine)</em></strong>. Para ulama yang duduk di sana menjawab, “Perayaan hari Valentine termasuk perayaan yang dikategorikan tasyabuh (meniru-niru) orang kafir dan termasuk salah satu hari besar dari kaum paganis Kristen. Karenanya, diharamkan bagi siapapun dari kaum muslimin, yang dia mengaku beriman kepada Allah dan Hari Akhir, untuk mengambil bagian di dalamnya, termasuk memberi ucapan selamat (kepada seseorang pada saat itu). Sebaliknya, wajib baginya untuk menjauhi perayaan tersebut sebagai bentuk ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya, dan menjaga jarak dirinya dari kemarahan Allah dan hukuman-Nya.</p>
<p>Begitu pula seorang muslim diharamkan untuk membantu dalam perayaan ini, atau perayaan lainya yang terlarang, baik membantu dengan makanan, minuman, jual, beli, produksi, ucapan terima kasih, surat-menyurat, pengumuman, dan lain lain. Semua ini termasuk bentuk tolong-menolong dalam dosa dan pelanggaran, serta termasuk maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p dir="rtl">وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ</p>
<p>“<em>Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya</em>.” (QS. Al Maidah: 2).”. Demikian cuplikan dari fatwa Al Lajnah Ad Daimah. [<em>Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wa Ifta’</em>, no. 21203, 2/263-264, Mawqi’ Al Ifta’. Yang menandatangani fatwa tersebut: Syaikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah Alusy Syaikh selaku ketua; Syaikh ‘Abdullah bin Ghodyan, Syaikh Sholih Al Fauzan dan Syaikh Bark Abu Zaid selaku anggota. Silakan lihat pada link berikut: <a href="http://alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&amp;PageID=186&amp;PageNo=1&amp;BookID=12">http://alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&amp;PageID=186&amp;PageNo=1&amp;BookID=12 ]<br />
</a></p>
<p><strong>Keburukannya Lebih Banyak daripada Manfaat</strong></p>
<p>Keburukan di hari Valentine lebih banyak, anda bisa lihat bagaiman orang-orang saling memadu kasih di hari ini. Seperti orang-orang berpacaran, saling memadu kasih, menghadiahkan coklat, ataupun kado-kado serba pink, berbentuk hati dan sebagainya. Anda bisa lihat di setiap perayaan ini. Yang pasti pacaran itu harom, tidak ada kata yang memperbolehkannya. Sebagaimana Allah telah berfirman:<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونوَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا</strong></p>
<p>Artinya: <em>Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat&#8221;.Katakanlah kepada wanita yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.</em> [Q.S. An Nuur: 30-31]</p>
<p>Seolah-olah pada hari ini adalah sebuah kegembiraan mereka yang telah menjalin hubungan cinta tersebut. Mereka berkasih-kasih sayang, dan kemudian kita tak akan bisa menduga sesuatu yang lain yang bisa saja terjadi pada mereka. Bisa saja terjadi zina dan bukan tidak mungkin bisa terjadi. Sebab mereka sendiri telah menuju ke gerbang zina.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan Perayaan Hari Imlek?</strong></p>
<p>Hukumnya sama dengan merayakan Natal dan Tahun Baru, sebab Hari Raya Imlek adalah hari raya umat Kong Hu Chu, bukan berasal dari Islam. Hukum mengucapkan selamat, merayakan, atau ikut-ikutan di dalamnya adalah harom.</p>
<p><strong>Bagaimana hukum berbelanja di sebuah toko yang mana pada hari tersebut ada diskon &#8220;Valentine&#8221; atau diskon &#8220;Tahun Baru&#8221; atau diskon &#8220;Imlek&#8221;?</strong></p>
<p>Diskon itu halal. Misalnya kita berbelanja di sebuah toko, kemudian ada toko yang memberikan diskon atau potongan harga, dalam hal muamalah hal tersebut halal. Tidak ada yang mengharamkan. Justru hal tersebut menjadi harom lantaran ada syarat-syaratnya. Misalnya, sebuah toko memberikan harga khusus atau diskon khusus ketika hari-hari tersebut. Maka kalau <strong>kita dengan sengaja mengincar diskon pada hari tersebut, maka inilah yang dilarang, karena hal itu sama saja dengan hal &#8220;Karena sebab hari itu ada diskon, maka saya berbelanja di sana&#8221;</strong>. Jadi yang dilarang adalah sebabnya, bukan masalah kita berbelanja atau diskonnya. Ada yang bertanya, &#8220;Kenapa sampai diharamkan?&#8221; Karena memang <em>konteks sebab berbelanjanya</em> untuk meramaikan, merayakan, atau menyetujui syi&#8217;ar orang kafir, makanya tidak boleh.</p>
<p><strong>Kemudian bagaimana dengan Hari Maulid? Kenapa dalam artikel ini saya menjadikan satu?</strong></p>
<p>Saya telah membahas permasalahan Maulid Nabi ini panjang lebar di salah satu blog saya. Silakan merujuk ke salah satu sumber rujukan saya di bawah. Di sana saya membahas dengan panjang lebar dan sangat bagus untuk dijadikan referensi. Yang akan saya angkat dalam permasalahan ini adalah &#8220;Bagiku Agamaku, Bagimu Agamamu&#8221;.</p>
<p>Maulid memang bukan dari ajaran Islam. Bahkan sangat aneh kalau rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam menganjurkan, padahal di masa hidup beliau sendiri tidak ada riwayat yang benar-benar shahih. Para shahabat pun tidak pernah mengajarkannya, demikian juga para tabi&#8217;in, juga tabi&#8217;ut tabi&#8217;in atau pun thobaqot setelahnya. Hal ini kembali pada perayaan Natal yang diperingati oleh kaum Nasrani. Mauli dan Natal itu adalah sama, karena bahasanya saja yang berebda. Tapi artinya sama yaitu merayakan hari kelahiran, dan ini pun sampai sekarang oleh orang-orang thoriqot dianggap sebagai salah satu sunnah, yang mana mereka pun kalau ditanya dalilnya, akan menjawab dengan dalil yang lemah atau bahkan dalil yang shahih tapi tidak nyambung.</p>
<p>Satu-satunya dalil yang paling kuat yang dijadikan sandaran untuk merayakan Maulid adalah:</p>
<p><em>Dari Abu Qotadah al-Anshory Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah  Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam pernah ditanya mengenai puasa hari Arafah, lalu beliau menjawab: &#8220;Ia menghapus dosa-dosa tahun lalu dan yang akan datang.&#8221; Beliau juga ditanya tentang puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: &#8220;Ia menghapus dosa-dosa tahun yang lalu.&#8221; Dan ketika ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab: &#8220;Ia adalah hari kelahiranku, hari aku diutus, dan hari diturunkan al-Qur&#8217;an padaku.&#8221;</em> [Riwayat Muslim]</p>
<p>Apakah hadits tersebut menyebutkan rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam merayakan hari kelahirannya? Tentu saja tidak, bahkan tersurat pun tidak. Rasululloh Shallallahu&#8217;alaihi wa salam senang berpuasa pada hari senin karena hari tersebut adalah hari beliau dilahirkan dan diutus, serta diturunkannya Al Qur&#8217;an. Jadi ada 3 sebab, namun sebab ini bukanlah satu, tapi tiga. Dan seharusnya orang-orang thoriqot juga berpuasa ketika hari kelahiran nabi, hari beliau diutus, dan hari diturunkan-nya Al Qur&#8217;an. Dan bukan pada hari Maulid saja, tapi setiap hari senin. Di sana tidaklah dikatakan ketika hari Maulid, seperti yang terjadi pada masa-masa sekarang ini.</p>
<p>Yang ada dan terjadi pada masa sekarang ini adalah mereka (orang-orang thoriqot dan yang sefaham dengan mereka) berbuat kesyirikan yang masya Allah. Mereka melakukan <a href="http://alatsari.wordpress.com/2007/11/06/keutamaan-shalawat-nariyyah/" target="_blank">shalawat Nariyah</a> sekian ribu kali dan seterusnya, yang padahal tidaklah ada dalil yang shahih <a href="http://alatsari.wordpress.com/2007/11/06/shalawat-shalawat-yang-dianggap-ibadah/" target="_blank">tentang sholawat</a> Nariyah ini. Kalau toh mereka ditanya tentang sholawat Nariyah, mereka akan memakai dalil-dalil dha&#8217;if dan maudhu&#8217;, padahal Rasululloh Shallallahu&#8217;alaihi wa salam bersabda  &#8220;Barangsiapa yang berdusta atas namaku, maka hendaklah ia bersedia menempati tempat duduknya di neraka.&#8221; [HR. Bukhari dalam Kitab Ilmu]</p>
<p>Maulid, jelas bukan ajaran Islam, malah ajaran orang kafir. Lalu bagaimana hukumnya kalau kita merayakan Maulid? Tentu saja kembali kepada hukum bertasyabbuh kepada mereka. Yang harus kita lakukan sebagai seorang yang mengaku cinta kepada rasul adalah belajar Islam, cari hadits-hadits yang shahih, kemudian cukupkan diri kita kepada yang shahih dan tinggalkan yang dha&#8217;if. Silakan membaca rujukan-rujukan saya tentang Maulid.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Valentine, Imlek dan Maulid, pada dasarnya bukanlah ajaran dari Islam, dan sebagai umat Islam kita dilarang ikut merayakannya, ataupun menyetujui syi&#8217;ar ini. Hendaknya kita tidak ikut-ikut ataupun benar-benar mengikutinya. Sebab mudharatnya lebih besar yang mana Valentine sarat dengan kemaksiatan, sedangkan maulid sarat dengan kemusyrikan, menyanjung rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam yang melebihi sanjungan terhadap makhluk.</p>
<p>Wallahua&#8217;lam bishawab.</p>
<p>Sumber:</p>
<p>1. <a href="http://muslim.or.id/muslimah/memadu-kasih-di-hari-valentine.html" target="_blank">Memadu kasih di hari valentine</a></p>
<p>2. <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/02/11/romantisme-dan-valentine-day/" target="_blank">Romantisme dan Valentine&#8217;s Day</a></p>
<p>3. <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/02/08/menyorot-perayaan-valentine%E2%80%99s-day/" target="_blank">Menyorot Perayaan Velntine&#8217;s Day</a></p>
<p>4. <a href="http://alatsari.wordpress.com/2008/10/08/pembahasan-maulid-nabi/" target="_blank">Pembahasan Maulid Nabi</a></p>
<p>5. <a href="http://alatsari.wordpress.com/2008/01/11/persoalan-mengucapkan-selamat-hari-raya-kepada-umat-agama-lain-bag-1/" target="_blank">Persoalan Mengucapkan Selamat Hari Raya kepada Umat agama lain</a></p>
<p>6. <a href="http://alatsari.wordpress.com/2008/01/12/persoalan-mengucapkan-selamat-hari-raya-kepada-umat-agama-lain-bag-2/" target="_blank">Persoalan Mengucapkan Selamat Hari Raya kepada Umat agama lain bag-2</a></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 3300px; width: 1px; height: 1px;">Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat&#8221;.  قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا</div>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.abuaisyah.org/2010/02/13/valentine-maulid-imlek-bagiku-agamaku-bagimu-agamamu/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2010/02/13/valentine-maulid-imlek-bagiku-agamaku-bagimu-agamamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaidah: Mendahulukan Orang Lain dalam Masalah Ibadah DIBENCI, Namun Dalam Masalah Lainnya, DISUKAI</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2010/02/09/kaidah-mendahulukan-orang-lain-dalam-masalah-ibadah-dibenci-namun-dalam-masalah-lainnya-disukai/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2010/02/09/kaidah-mendahulukan-orang-lain-dalam-masalah-ibadah-dibenci-namun-dalam-masalah-lainnya-disukai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 03:54:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[al furqon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/?p=425</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini sengaja saya sharing sebuah ilmu yang Insya Allah berguna bagi kita semuanya. Yaitu kaidah dalam siapa yang didahulukan dan dalam bidang apa harus didahulukan. Sebagaimana kita tahu, dulu saya sangat heran dengan manusia yang mengosongkan shaf depan hanya untuk menunggu salah satu pejabat, sehingga sholat diakhirkan, dan kemudian si pejabat ini menempati shof [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini sengaja saya sharing sebuah ilmu yang Insya Allah berguna bagi kita semuanya. Yaitu kaidah dalam siapa yang didahulukan dan dalam bidang apa harus didahulukan. Sebagaimana kita tahu, dulu saya sangat heran dengan manusia yang mengosongkan shaf depan hanya untuk menunggu salah satu pejabat, sehingga sholat diakhirkan, dan kemudian si pejabat ini menempati shof depan. Dan ternyata hal tersebut adalah sebuah kesalahan di dalam Islam. Dalam bentuk keta&#8217;atan kepada Allah, manusia itu sendiri-sendiri, membawa dirinya sendiri untuk menghadap-nya. Jadi surga itu tidak dipesankan oleh orang lain, tapi manusia itu sendiri yang harus menggapainya.</p>
<p>Berbeda dengan urusan dunia, misalnya anda ingin naik bus atau mikrolet, mengijinkan orang lain dulu untuk lewat. Atau misalnya ada orang tua di bus yang kedapatan berdiri, maka anda mempersilakan orang tua itu duduk di tempat anda dan anda berdiri. Ini semua adalah masalah adab, bagaimana kita bersikap antara urusan dunia dan urusan akhirat.</p>
<p><span id="more-425"></span></p>
<p>Oleh Ustadz Ahmad Sabiq</p>
<p><strong>MAKNA KAIDAH</strong></p>
<p><em>Itsar</em> adalah sikap mendahulukan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri. Kebalikannya adalah <em>atsaroh</em> yang bermakna mendahulukan kepentingan dirinya sendiri sebelum orang lain.<em> Itsar</em> ada dua macam:</p>
<p><strong>Pertama: <em>Itsar</em> dalam perkara duniawi</strong></p>
<p style="text-align: center;">Ini adalah perkara yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Allah <em>Azza wa Jalla</em> sangat menyenangi dan mencintainya. Perhatikan firman Allah berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><strong>وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالإيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُون</strong></p>
<p>Artinya: &#8220;Dan orang-orang yang telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin), dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan ( apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, merkea itulah orang-orang yang beruntung&#8221; [Q.S. Al Hasyr: 9]</p>
<p><em>Itsar</em> inilah yang tercatat dengan tinta emas dalam perjalanan para shahabat ridwanu &#8216;alaihi ajma&#8217;in.</p>
<p>Dari Umar bin Khaththab radhiyallahu&#8217;anhu berkata: &#8220;Suatu hari rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam memerintahkan kepada kami untuk bershodaqoh, dan saat itu saya memiliki harta. Saya pun bergumam: &#8216;Hari ini saya akan mengalahkan Abu Bakr, saya akan sedekahkan separuh harta saya&#8217;. Maka rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam bersabda: &#8216;Apa yang engkau sisakan untuk keluargamu wahai Umar?&#8217;. Umar radhiyallahu&#8217;anhu menjawab: &#8216;Separuhnya lagi&#8217;. Ternyata datanglah Abu Bakar radhiyallahu&#8217;anhu membawa semua hartanya, maka rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam bertanya: &#8216;Lalu apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?&#8217; Maka Abu Bakr radhiyallahu&#8217;anhu menjawab: &#8217;saya tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya&#8217;&#8221; [HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi dengan sanad hasan. Lihat Tahqiq Misykah: 6021]</p>
<p>Dari Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu berkata: Ada seseorang yang datang kepada rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam seraya berkata: &#8216;Wahai rasululloh saya sangat lemah.&#8217; Maka rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam menanyakan kepada para istrinya, ternyata tidak ada makanan apapun di rumah. Maka beliau shallallahu&#8217;alaihi wa salam bersabda:&#8217;Tidak adakah seseorang yang mau menjamu tamu malam ini, semoga Allah merohmatinya?&#8217;, Maka salah satu shahabat Anshor berkata, &#8216;Saya wahai rasululloh&#8217;. Lalu dia pulang menemui istrinya dan berkata: &#8216;Ini adalah tamunya Rasululloh Shallallahu&#8217;alaihi wa salam, jangan sembunyikan makanan apapun.&#8217; Istrinya menjawab: &#8216;Kita tidak punya makanan apapun kecuali makanan untuk anak-anak.&#8217; Dia pun bilang: &#8216;Jika anak-anak ingin makan malam, maka tidurkanlah mereka, lalu matikan lampu dan malam ini biarlah kita lapar.&#8217; istrinya itu mengerjakan perintah suaminya. Keesokan harinya shahabat Anshor tadi datang pada rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa salam dan beliau bersabda: &#8216;Sesungguhnya allah heran (atau tertawa) terhadap perbuatan fulan dan fulanah.&#8217; Lalu Allah menurunkan firman-Nya surat Al Hasyr ayat 9. [HR. Bukhari]</p>
<p><strong>Kedua: <em>Itsar</em> dalam perkara ibadah</strong></p>
<p>Mendahulukan orang lain dalam perkara ibadah adalah sesuatu yang dibenci, karena masing-masing orang diperintahkan untuk mengagungkan Allah Ta&#8217;ala. Oleh karenanya jika dia tidak melakukannya dan hanya melimpahkan pada orang lain adalah termasuk tindakan kurang adab kepada Allah Subhanahu wa ta&#8217;alaa.</p>
<p>Dengan beberapa contoh berikut semoga bisa dipahami:</p>
<p>1. Kalau si Zaid mempunyai air yang hanya cukup untuk wudlu satu oarng, sedangkan saat itu dia membutuhkan wudlu, juga temannya yang saat itu sedang bersama dia, maka kewajiban Zaid adalah menggunakan air itu untuk berwudlu dan biarkanlah temannya itu bertayamum. Tidak boleh bagi Zaid untuk mempersilakan temannya wudlu sedangkan dirinya sendiri bertayamum.</p>
<p>2. Kalau ada seseorang yang hanya emmpunyai satu pakaian yang menutup aurot dan saat itu datang waktu sholat, sedangkan dia punya saudara yang tidak punya pakaian yang menutup aurot, maka kewajiban yang punya tadi untuk sholat terlebih dahulu menggunakan pakaian tersebut baru kemudian nantinya dia pinjamkan kepada saudaranya. Dan tidak boleh baginya untuk mendahulukan saudaranya tersebut dalam perkara ibadah.</p>
<p>3. Kalau ada seseorang yang berada di shof pertama, maka dia tidak boleh mundur ke shof kedua untuk mempersilakan oranglain menempati posisinya.</p>
<p>wallahu&#8217;alam<br />
(Lihat Asybah wan Nadho-ir, As Syuyuthi hlm 116, Asybah wan Nadho-ir, Ibnu Nujaim hlm 119, Al Wajiz Dr. Al Burnu hlm 162)<br />
[Diambil dari Majalah Al Furqon Edisi 7 tahun IX 1431 H/ 2010 M]</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.abuaisyah.org/2010/02/09/kaidah-mendahulukan-orang-lain-dalam-masalah-ibadah-dibenci-namun-dalam-masalah-lainnya-disukai/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2010/02/09/kaidah-mendahulukan-orang-lain-dalam-masalah-ibadah-dibenci-namun-dalam-masalah-lainnya-disukai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agrowisata: Vacation Truly Unforgettable in Batu</title>
		<link>http://www.abuaisyah.org/2010/02/07/agrowisata-vacation-truly-unforgettable-in-batu/</link>
		<comments>http://www.abuaisyah.org/2010/02/07/agrowisata-vacation-truly-unforgettable-in-batu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 00:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[my notes]]></category>
		<category><![CDATA[agrowisata]]></category>
		<category><![CDATA[batu]]></category>
		<category><![CDATA[Malang]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abuaisyah.org/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[Batu has been away from Malang and stand alone as an autonomous region. Batu actually more beautifull than Malang, because Batu was at the resort more, though indeed we can not deny there is also Malang sights. But most of what we know as Jatim Park, Batu Night Spectacular, and others all in the Batu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Batu has been away from Malang and stand alone as an autonomous region. Batu actually more beautifull than Malang, because Batu was at the resort more, though indeed we can not deny there is also Malang sights. But most of what we know as Jatim Park, Batu Night Spectacular, and others all in the Batu. There is little that we can see famous in Malang, almost all of them belong to the Batu. It&#8217;s Batu became a city of tourism, but of course Malang is still number one in terms of cuisine and history. Call it Ijen Boulevard or the famous Museum Brawijaya, anyone would know that they are in Malang. Many historical values contained in it, ranging from the heroic struggle of the Dutch colonial period, until the war of independence it is here. Photographs earlier times of war and equipment on display at the museum Brawijaya is a historical value that can not be exchanged by any.</p>
<p>Agrowisata Batu, which is not so far from the square of the Batu, is one alternative to relieving tired tired after doing daily activities. I spent the holidays last year, precisely when I was already too late with a pile of office work. Moreover my wife and kids are going for a walk, so I invited them here. Simply by paying Rp. 70.000, &#8211; per person you can go to different corners Agrowisata. From the beginning the garden strawberry, until then be free strawberry pudding.</p>
<p><span id="more-408"></span><a href="http://lh5.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S2g77rgKxWI/AAAAAAAABFY/DKyk8bSdaMQ/s800/DSCN0032.JPG"><img class="aligncenter" title="Strawberry" src="http://lh5.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S2g77rgKxWI/AAAAAAAABFY/DKyk8bSdaMQ/s400/DSCN0032.JPG" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://lh6.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S2g77yQWixI/AAAAAAAABFc/SI09-utQFNI/s800/DSCN0035.JPG"><img title="At parking" src="http://lh6.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S2g77yQWixI/AAAAAAAABFc/SI09-utQFNI/s400/DSCN0035.JPG" alt="at parking" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">at parking</p></div>
<p>Agrowisata is a major flora. Many hotels and villas that surround this place. In the front there are hotels where Agro is often visited by tourists both domestic or overseas. There are many vehicles that are presented. The journey begins with paying the tickets into the agro. After that we went into a garden and see how the gardens of tomatoes and other vegetables and processed developed scattered through there. The most fun is free strawberry fruit.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://lh6.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S2g7oQjUWNI/AAAAAAAABE4/6mzoWm_LmM0/s800/DSCN0027.JPG"><img title="At Strawberry Garden" src="http://lh6.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S2g7oQjUWNI/AAAAAAAABE4/6mzoWm_LmM0/s400/DSCN0027.JPG" alt="At Strawberry Garden" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">At Strawberry Garden</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://lh6.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S2g7oykyvqI/AAAAAAAABFA/NB5eNayUcOw/s800/DSCN0039.jpg"><img title="At Apple garden" src="http://lh6.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S2g7oykyvqI/AAAAAAAABFA/NB5eNayUcOw/s400/DSCN0039.jpg" alt="at apple garden" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">At Apple Garden</p></div>
<p>Not just the strawberry garden that make the holidays fun here. You can also pick apples in the orchard, or want to fly with the Flying Fox across the orchard, also can. Actually when the apple orchards around there like a horse facility that is guided by his keeper, or a kind of mini train vehicles to transport people. But I prefer to walk. And this is what makes me tired, because it is very far away. However my kids love to see the various animals that we passed, like monkeys, ferrets, chickens cassowary, turkey and various rare animal in all the way around the apple orchard. The weather was sunny and not friendly. Before lunch, we take the time to pick apples and take pictures in the apple orchard.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://lh3.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S2g7ooLs8cI/AAAAAAAABE8/khAi_xPr_Ck/s800/DSCN0038.JPG"><img title="Seeing many animals" src="http://lh3.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S2g7ooLs8cI/AAAAAAAABE8/khAi_xPr_Ck/s400/DSCN0038.JPG" alt="seeing many animals" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">seeing many animals</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://lh6.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S2g7pU-MZPI/AAAAAAAABFI/BiHi5lBq4ac/s800/DSCN0047.JPG"><img title="After lunch" src="http://lh6.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S2g7pU-MZPI/AAAAAAAABFI/BiHi5lBq4ac/s400/DSCN0047.JPG" alt="after lunch" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">after lunch</p></div>
<p>The restaurant is in front of an apple orchard, or more precisely where the people landed from the Flying Fox. I wonder what they get from just ride the Flying Fox, frankly I do not particularly like, though not afraid to try it. I am not afraid of heights but it was very ordinary. After lunch with meatballs menu, we immediately went Dzuhur prayers. It turned out that this mosque is very far away, and in no way we are still trying to see the seeds and seedlings can be planted by my wife, but we did not buy.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://lh4.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S2g7pIsfItI/AAAAAAAABFE/k0CwcQQAtGc/s800/DSCN0051.jpg"><img title="relaxing in front of mosque" src="http://lh4.ggpht.com/_9BycoZY2GQs/S2g7pIsfItI/AAAAAAAABFE/k0CwcQQAtGc/s400/DSCN0051.jpg" alt="relaxing in front of mosque" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">relaxing in front of mosque</p></div>
<p>Yeah, after praying it&#8217;s very fresh. We take a break at the mosque, looking overhang both kids play. At two o&#8217;clock in the afternoon we then went home. It felt much better after enjoying agrowisata, I hope you do not mind if passed Malang, visited the Agrowisata. I am sure you will not regret it when visiting. What else can I say, come and see for yourself.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.abuaisyah.org/2010/02/07/agrowisata-vacation-truly-unforgettable-in-batu/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abuaisyah.org/2010/02/07/agrowisata-vacation-truly-unforgettable-in-batu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
