Tag Clouds

Pesta Blogger 2010

Ramadhan Blogging

Tantangan 31 Hari Ngeblog, Anda bisa?

Follow me on Twitter

Member of LUG STIKOMP

Short Comments


ShoutMix chat widget

Adds

Alien Antara Ada dan Tiada

Wah, judulnya postingan kali ini koq mengarah ke extraterestrial gini? Memang, saya tertarik untuk membahas hal ini. Tidak lain adalah ingin mencoba mengulas ini dari sisi yang diketahui oleh ayat-ayat Al Qur’an, apakah alien itu benar-benar ada. Kalau ada siapakah mereka? Dan apa yang mereka lakukan di bumi ini. Banyak spekulasi yang beredar di dunia ini, mulai dari sebenarnya itu adalah jin sebagaimana yang dituliskan oleh Muhammad Isa Dawud dalam bukunya tentang Dajjal. Ada juga yang mengatakan itu adalah teknologi buatan Amerika, ada yang percaya bahwa itu makhluk dengan tingkat kecerdasan tinggi yang ingin mempelajari tentang bumi. Dan bentuk UFO (Unidentified Flying Object) itu bermacam-macam. Ketika masa kecil saya dulu ada serial Unsolved Mysteries yang disiarkan di TVRI. Terus terang saya senang dengan acara ini, karena biasanya acara ini memberitakan misteri-misteri yang memang tak terpecahkan, mulai dari orang hilang, hantu, sampai UFO.

Dan di acara itu juga dijelaskan bentuk UFO itu aneh-aneh. Ada yang memang seperti piring terbang, tapi ada juga yang bentuknya seperti cerutu, ada yang berbentuk segitiga, aneh-anehlah pokoknya. Tapi dari berbagai laporan dan fenomena atas kesaksian orang-orang tentunya kita tidak asal menelannya mentah-mentah. Sebab sebagaimana hukum mendapatkan kabar dari manusia, maka kita tidak boleh menerimanya sebelum kita melihat dengan mata kepala sendiri dan menyelidiki apakah kabar tersebut benar atau tidak. Memang benar, bahwa setiap kesaksian orang-orang tersebut 90% kemungkinan adalah palsu. Karena dengan canggihnya teknologi sekarang ini, kita bisa merekayasa sebuah video, foto, bahkan suara sekalipun. Maka dari itulah misteri UFO kalau di jaman sekarang, sulit dikatakan sebagai sebuah kenyataan, terkecuali ketika jaman dahulu belum ada teknologi digital yang semodern sekarang, trus tiba-tiba ada pesawat terbang di atas rumah kita nah itu baru namanya aneh. (Continue Reading….)

Senewen dengan Maksiat

Alkisah di negeri yang berada di Asia Tenggara. Sebutlah Indonesia. Di sana para artis dipuja bak seorang yang dijadikan panutan (padahal harusnya rasululloh yang dijadikan panutan). Mereka memuja para artis bak laksana dewa tanpa salah. Sebut saja peristiwa akhir-akhir ini yang anget-anget nasi uduk (jangan pake tahi ayamlah jorok tahu), yaitu tentang beredarnya video mesum yang . . . → Read More: Senewen dengan Maksiat

Transportasi Massal sebagai Salah Satu Solusi

Angkutan Umum sumber:vivanews

Isu global warming yang akhir-akhir ini terdengar merupakan isu yang lumayan serius. Sebab pemanasan global yang terjadi tidak hanya terjadi di negara-negara yang memang tingkat polusinya tinggi seperti Honkong, Inggris ataupun Amerika, tetapi juga terjadi di negara-negara di wilayah Asia Tenggara dan sebagainya. Ditambah lagi pemerintah Indonesia setiap saat selalu mengkampanyekan untuk menghemat . . . → Read More: Transportasi Massal sebagai Salah Satu Solusi

Banjir: Air yang Harusnya Rahmat jadi Bencana

Pokoknya marah-marah

Beberapa kali bahkan setiap tahun di musim penghujan biasanya terjadi kasus yang sudah pasti ada, yaitu banjir. Banjir dan tanah longsor rupa-rupanya sudah berkawan akrab dengan rakyat Indonesia. Betapa tidak, setidaknya setiap tahun penduduk Jakarta mengungsi dari bantaran sungai Ciliwung karena meluapnya aliran sungai tersebut, namun mereka akhirnya kembali lagi menempati bantaran tersebut. Banjir juga tidak hanya terjadi di Jakarta, di Bandung baru-baru ini juga terjadi banjir, yang mengakibatkan 40 KK mengunsi ke tempat yang aman. (Continue Reading….)

Nikah Siri Haram? Betulkah?

Beberapa waktu ini publik dihebohkan dengan RUU pernikahan siri, yang mana pernikahan siri ini maksudnya adalah pernikahan yang tidak tercatat oleh negara. Maksud nikah siri adalah nikah sah, tapi tidak tercatat, kita kesampingkan dengan kawin kontrak buatan orang Syi’ah. Ada pembahasan sendiri mengenai hal itu, kita tidak membicarakan kawin kontrak atau nikah mut’ah yang diharomkan oleh Allah dan Rasul-Nya itu. Banyak pro dan kontra dari orang yang pura-pura tahu, tidak tahu tapi sok tahu, tahu tapi tak mau tahu, bahkan sampai yang benar-benar mengerti duduk persoalannya. Tapi dari kabar yang tersebar di media sebagian besar isinya membahas bahwa apabila seseorang menikah siri, maka akan dikenai pidana.

Sebenarnya saya hanya memberikan sedikit catatan, yaitu bagaimana sebuah pernikahan dianggap sah. Di dalam Islam, tentu saja pernikahan itu sudah diatur dengan baik. Dan hendaknya manusia tidak membuat aturan-aturan yang bertentangan dengan hukum Allah, sebab Allah nantilah yang akan meminta pertanggung jawaban manusia, kenapa membuat tandingan terhadap hukum-hukum-Nya.

Syarat-syarat pernikahan, tentu saja baligh, ada kedua mempelai, ada wali nikah bagi wanita, ada 2 saksi, ada penghulu, ada mas kawin baik itu mas kawin kontan atau hutang. Apabila sudah diucapkan “Saya terima” atau “Ankahtuka” sampai habis atau dalam bahasa disebut Ijab Qabul, ya berarti sudah sah itu. Tidak dicatat pun sudah sah. Adapun pencatatan oleh negara itu adalah untuk memperkuat di mata hukum negara tersebut. Agar proses administrasi negara lebih mudah. Tapi di mata agama, pernikahan seperti ini sah.

Yang ditakutkan oleh kebanyakan orang-orang adalah takut suami mereka menikah lagi di tempat lain tanpa sepengetahuannya, sehingga menyakiti hati istri. Atau sulitnya membuat akta untuk anak. Dan juga mungkin dalam masalah perceriann atau harta waris lebih susah lagi. Dalam hal-hal administrasi orang yang melakukan pernikahan siri benar-benar susah. Selain tidak tercatat di NPWP juga dalam pembuatan KTP tidak diakui menikah, walaupun sudah menikah siri. Sebenarnya persoalannya simpel, hanya saja manusia-manusia itu menjadikan persoalan ini menjadi besar. Dan juga demo-demo yang menolak RUU ini sebenarnya juga keliru dalam menafsirkan permasalahan yang ada, bahkan mungkin tidak mengerti duduk persoalan yang sebenarnya. (Continue Reading….)

Peraturan Lalu Lintas Taati Dong!

Sepeda motor adalah salah satu kendaraan yang paling banyak digunakan di Indonesia. Barangkali karena kendaraan ini selain murah, cepat, juga sangat efektif untuk jalanan yang macet. Karena banyaknya pengguna sepeda motor ini, maka pencurian sepeda motor pun marak di Indonesia, buktinya kasus-kasus pencurian sepeda motor dalam satu bulan bisa mencapai puluhan kasus. Pengguna sepeda motor pun terkadang tidak memperhatikan keselamatan mereka sendiri. Contohnya adalah seperti mengemudi sepeda motor sambil menulis SMS.

Kecelakaan yang terjadi di Indonesia kebanyakan juga adalah dari pengemudi sepeda motor. Ini juga dikarenakan kurang berhati-hatinya para pengemudi ini. Seperti ngebut, berjalan zig-zag, tidak memakai helm, tidak mematuhi rambu lalu lintas dan juga menelpon atau SMS di jalan. Ada baiknya hal-hal seperti itu dihindari. Sebab selain menyebabkan kecelakaan, bisa juga anda tidak sengaja menabrak tiang listrik atau kendaraan lainnya. Mending yang anda tabrak adalah semacam sepeda motor, bagaimana kalau truk trailer? Atau mungkin kendaraan yang lebih besar lagi. Saya yakin 100% sepeda motor akan sangat remuk kalau menabrak kendaraan-kendaraan besar seperti itu. (Continue Reading….)

Mengomentari Fatwa Haram Rebonding dan Pre-Wedding

Bismillahirahmaanirrahiim,

Alhamdulillah. Wa sholatu ‘alaa rasulillahi wa ‘alaa ‘alihii wa ash habihi wa man tabi’ahum bi ihsaan ilaa yaumiddin. Amma Ba’du.

Munculnya fatwa haram dari salah satu pondok pesantren terbesar di Kediri, Lirboyo menimbulkan beberapa kontroversi. Banyak diantara orang yang menentang, dan juga banyak diantara orang-orang yang mendukung. Sudah tentu yang namanya fatwa ada yang menentang, ada yang mendukung. Orang yang memberikan fatwa pun paling tidak harus mempunyai landasan yang kuat, adapun orang yang menentang fatwa tersebut, paling tidak juga harus mempunyai landasan yang kuat jadi tidak hanya asal bilang, “Saya menolak”.

Di berbagai milis, blog dan juga komentar-komentar singkat di berbagai situs berita di internet kebanyakan komentar-komentar yang ada tanpa adanya landasan ilmu. Kebanyakan mereka asal cuap dan mengatakan bahwa yang berfatwa itu kebanyakan orang-orang bodoh, atau bahkan merendahkan kedudukan mereka berfatwa. Sebenarnya, kalau kita runut pokok inti permasalahan yang ada, maka kita akan temui jawaban atas persoalan ini. Kali ini saya akan mencoba untuk menguak jawaban dari permasalahan ini, agar orang-orang yang asal mengatakan haram dan menolak itu tidak asal bicara.

(Continue Reading….)

Tahun Baru, Perubahan yang Bagaimana?

Kita telah berada di tahun 2010. Dan telah 1 minggu melewatinya. Mungkin ini adalah salah satu catatan yang kelewat, harusnya aku tulis tanggal sebelum tahun baru. Tapi nggak apa-apalah, untuk mengawali catatan perdana di awal tahun ini. Astaga 1 bulan nggak ngeblog!!! (doh_doh)

Alhamdulillah, Allah masih memberikanku nafas untuk bisa menulis, untuk belajar, untuk bekerja dan juga untuk melihat masa depan. Tahun ini banyak agenda yang aku rencanakan. Mulai dari ingin membuka usaha kecil-kecilan, juga ingin belajar sedikit banyak tentang ilmu-ilmu coding yang belum aku kuasai, juga ingin konsentrasi juga di perkuliahan. Aku nggak mau nantinya mengecewakan ummi yang sekarang ini sudah berusaha mati-matian untuk membiayai kuliahku dulu, karena sekarang aku sudah bisa usaha sendiri, paling tidak aku akan buktikan bahwa aku bisa.

Lepas dari curhat, ada sesuatu yang membuatku dari tiap tahun merasa gerah dan tidak suka. Yaitu ucapan “Happy New Year” dan sebagainya. Beberapa kawan dan juga email-email penuh dengan ucapan Selamat Tahun Baru. Rasanya diriku adalah satu-satunya orang yang tidak pernah merasa enak atau apa ya….nyaman dengan ucapan itu. Tidak, justru aku benar-benar tidak suka. Baik dengan ucapannya, perayaannya, dan juga pesta-pesta penyambutannya. Salah satunya yang membuatku mengerutkan dahi adalah bagaimana orang-orang menghambur-hamburkan uang jutaan rupiah ataupun dollar ataupun mata uang lainnya, hanya untuk malam itu.

Mubazir

Ya, benar. Mubazir. Yaitu sia-sia. Terus terang malam tahun baru kemarin aku terganggu dari tidur. Suara petasan jam 12 malam membangunkanku, anak-anakku jadi tidak bisa tidur. Sebenarnya ingin aku do’akan kejelekan bagi mereka, tapi sepertinya itu tak akan merubah semuanya, jadinya aku berdo’a semoga tahun depan tidak terjadi hal seperti itu lagi. Terus terang sangat-sangat tidak nyaman dengan kegaduhan di mana saat itu orang-orang beristirahat.

Mungkin saja anda merayakannya, tapi ingat, ada orang-orang yang juga tidak merayakannya. Kenapa tidak dihormati orang-orang yang beristirahat, setelah seharian capek kerja, capek beraktivitas, bahkan mungkin saja jam segitu ada orang yang sedang ibadah, tapi diganggu dengan suara terompet, suara gaduh dan juga suara-suara petasan yang rasanya tidak cocok kalau didengar oleh bayi-bayi yang sedang tidur. Ingat yang tidur bukan hanya orang dewasa, atau orang penyabar, tapi juga ada anak-anak kecil, yang mungkin masih bayi, apakah tidak kasihan mereka? (Continue Reading….)

Menanggapi Film 2012

Sebenarnya saya tidak perlu menuliskan hal ini. Benar, saya tak perlu menuliskan hal ini. Sebab hal ini merupakan sebuah persoalan yang memang tidak perlu dibahas. Kenapa? Karena permasalahannya tidaklah penting, yang kedua karena masalah ini bisa diketahui letak mana yang benar, tanpa kita harus membahas lebih jauh lagi. Dalam hal ini saya cuma penyeimbang saja, sebab diantara orang-orang yang tidak faham dan faham ternyata yang faham lebih banyak diamnya daripada bersuaranya.
Film 2012 yang barusan keluar di pasaran perfilm-an terjadi banyak pro dan kontra. Sebenarnya pro dan kontra ini tidak akan bertambah panjang kalau kiranya kita bisa mengambil sikap yang bijak. Kalau seseorang bisa mengambil sikap bijak, maka dia tentunya akan seperti saya lebih baik mengurusi yang lebih penting daripada mengurusi hal-hal seperti ini. Sebab persoalan yang lebih penting daripada sekedar bertanya, “Bagaimana pendapatmu tentang film A dan film B”.
Di dalam dunia ini, setiap hal itu mubah, terkecuali yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Dalam pandangan saya mengenai kasus ini sama seperti televisi. Televisi itu harom karena acaranya, bukan karena dzatnya. Ya, kita tahu bagaimana isi televisi yang setiap hari berisi sesuatu yang tiada artinya, terkecuali kalau anda mau menyimak tentang National Geografi atau acara-acara yang lebih bermanfaat. Sama seperti film. Film itu harom karena sifatnya. Kalau sifat film itu pornografi, pelecehan entah itu pelecehan terhadap seseorang atau agama tertentu, atau berisi tentang hal-hal yang diharomkan oleh agama, misalnya film yang isinya berisi judi seperti film Dewa Judi yang populer di tahun 1990-an, maka hal tersebut tidak layak ditonton karena isinya. Dan kita juga harus pilah-pilah dalam memilih hiburan.
Tidak setiap hiburan itu boleh. Kembali kepada kaidah di awal. Setiap yang ada di dunia ini halal, terkecuali agama itu melarang. Makanya, menurut saya hiburan yang paling utama adalah membaca Al Qur’an, mempelajari hadits-hadits nabi dan membaca shiroh-shiroh baik shiroh shahabat, ataupun shiroh para nabi. Kalau isi film tersebut berisi hal-hal yang diharamkan, sifat film itu sendiri memang menonjolkan hal-hal yang diharamkan, maka film itu menjadi harom. Mungkin fatwa MUI Kabupaten Malang menyinggung masalah film 2012 tidak layak tonton sebenarnya juga perlu dilihat alasannya, sebab sebuah badan seperti MUI ada alasan yang logis, secara setiap fatwa pasti ada dalilnya, dan juga alasan-alasannya sebagaimana fatwa-fatwa MUI yang saya ketahui, sampai sekarang belum sampai di saya fatwa tersebut.
Ada teman yang bertanya, “Bagaimana pendapatmu dengan film 2012 ?”
1. Saya belum nonton dan tidak tahu muatan film tersebut.
2. Seperti yang telah saya singgung di atas bahwa apabila muatan film itu ada unsur haromnya, maka haromlah film tersebut.
Kemudian bagaimana dengan teman-teman yang mengatakan MUI itu koq seperti itu, film seperti itu koq diharamkan dan sebagainya. Kita kembali kepada kasus facebook dulu. Facebook dan film itu berbeda. Pada fatwa facebook, benda ini haram karena bisa melalaikan, tergantung kegunaannya. Masalahnya film inikan sudah dibuat, sudah pasti nantinya untuk ditonton. Kita tidak bisa merubah atau mengedit, sebab untuk urusan itu adalah LSFI yang ngurus, bukan kita. Jadi ya kita lihat dulu muatan film tersebut. Kalau film tersebut ada muatan yang diharamkan, maka sudah pasti film itu haram. Ya kita lihat lagi alasan dan landasan yang dikeluarkan MUI, kalau alasannya logis ya diterima.
Film ini tidak meramalkan kiamat ataupun mengkisahkan kiamat
Yang saya tahu film ini tidak menceritakan tentang kiamat itu sendiri. Film ini menceritakan tentang ramalan kejadian bencana alam terdasyat yang belum pernah ada sebelumnya, jadi this story is not about the end of the world. Kalau masalah kiamat kita sudah tahu bagaimana gambarannya seperti yang diceritakan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan semua orang tidak pernah tahu kapan kiamat itu tiba. Mungkin pihak-pihak yang langsung mengambil tindakan seperti FPI yang mau memberedel bioskop-bioskop yang menayangkan film ini tidaklah tepat. Sebab apa gunanya? Justru bakal menimbulkan kerusakan yang jauh lebih besar. Negara kita sudah banyak kerusakan-kerusakannya jangan ditambah lagi kerusakannya, yang paling baik adalah berdakwahlah dengan ilmu. Cara berammar ma’ruf nahi mungkar salah satunya adalah menahan diri apabila tindakannya justru akan menghasilkan kerusakan yang lebih besar. Mafsadat dan Madharatnya tetap dilihat, tidak asal senggol bacok.
Film ini bukan buatan orang Islam
Film 2012 bukan buatan orang Islam, dan banyak film-film holywood yang juga bukan buatan orang Islam. Kalau semuanya disamaratakan, maka samaratakan juga film-film holywood yang lain, dan juga film-film Indonesia yang juga memang lebih banyak parahnya, seperti mengajarkan kesyirikan dan sebagainya. Kalau gajah di pelupuk mata saja tak tampak, kenapa bisa tampak kuman di seberang lautan?
Menghormati MUI sebagai Wadah Umat Islam
Teman-teman semua, kita harus menghormati MUI apapun yang mereka keluarkan. Sebab mereka adalah wadah umat Islam. Memang setiap manusia tidaklah terlepas dari pada kesalahan, dan MUI sendiri bukanlah seorang rasul. Namun perlu diingat, dengan seorang muslim melecehkan MUI sendiri, maka ia sama saja meludahi muka sendiri. Apabila memang MUI ada salah, kita bisa maklumi, itu yang pertama. Kedua, apabila kita mampu mendudukkan masalahnya, maka bicaralah 4 mata dengan pengurus MUI yang berkepentingan dengan masalah ini, jangan malah diumbar di tulisan khalayak ramai, sebab hal ini berhubungan denganwadah Umat Islam. Kalau memang wadahnya ada yang bocor, maka ayolah kita sama-sama memberitahu di mana letak kebocorannya.
Dan saya tetap berkhusnuzhon kepada MUI. Mereka punya hak untuk mengeluarkan fatwa, sebab mereka adalah wadah. Dan juga kita tidak bisa seenaknya memvonis di dalam MUI itu koq seperti ini dan itu. Yang jelas harus ada tabayun terlebih dahulu. Sebagaimana kasus Facebook yang diharamkan oleh salah satu Ormas Islam di Kediri. Jangan kita mengatakan MUI itu asal-asalan, atau bahkan tidak berilmu dalam mengeluarkan fatwa, tidak melihat sikon dan seterusnya, sehingga pada akhirnya hanya menjelek-jelekkan. Itu sama sekali tidaklah benar. Bagaimana kalau umat lain mengetahui masalah ini? Justru kita yang sebagai umat Islam merasa malu sebab wadah kita yang bernaung di dalamnya, malah dicemo’oh oleh umatnya sendiri. Kita sebagai umat islam harus benar-benar bijak dalam mengambil keputusan, ataupun dalam masalah berbicara. Sebab setiap ucapan akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak.
Kesimpulan
Hiburan itu ada banyak, yang terbaik adalah Al Qur’an dan As Sunnah. Dan apa yang ada di dunia ini semuanya mubah, terkecuali yang diharamkan oleh syari’at. Setiap fatwa MUI pasti ada alasan dan landasannya, itulah yang kita cari terlebih dahulu. Film 2012 tidak menceritakan tentang kiamat. Menjelek-jelekkan MUI tanpa bertabayun terlebih dahulu adalah kesalahan, sebab MUI adalah wadah umat Islam, ironis kalau umat Islam malah menjelek-jelekkan wadahnya sendiri, kita harus berkhusnuzhon terlebih dahulu daripada bersu’uzhon. Wallahu’alam bishawab.

Sebenarnya saya tidak perlu menuliskan hal ini. Benar, saya tak perlu menuliskan hal ini. Sebab hal ini merupakan sebuah persoalan yang memang tidak perlu dibahas. Kenapa? Karena permasalahannya tidaklah penting, yang kedua karena masalah ini bisa diketahui letak mana yang benar, tanpa kita harus membahas lebih jauh lagi. Dalam hal ini saya cuma penyeimbang saja, sebab diantara orang-orang yang tidak faham dan faham ternyata yang faham lebih banyak diamnya daripada bersuaranya.

Film 2012 yang barusan keluar di pasaran perfilm-an terjadi banyak pro dan kontra. Sebenarnya pro dan kontra ini tidak akan bertambah panjang kalau kiranya kita bisa mengambil sikap yang bijak. Kalau seseorang bisa mengambil sikap bijak, maka dia tentunya akan seperti saya lebih baik mengurusi yang lebih penting daripada mengurusi hal-hal seperti ini. Sebab persoalan yang lebih penting daripada sekedar bertanya, “Bagaimana pendapatmu tentang film A dan film B”.

Di dalam dunia ini, setiap hal itu mubah, terkecuali yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Dalam pandangan saya mengenai kasus ini sama seperti televisi. Televisi itu harom karena acaranya, bukan karena dzatnya. Ya, kita tahu bagaimana isi televisi yang setiap hari berisi sesuatu yang tiada artinya, terkecuali kalau anda mau menyimak tentang National Geografi atau acara-acara yang lebih bermanfaat. Sama seperti film. Film itu harom karena sifatnya. Kalau sifat film itu pornografi, pelecehan entah itu pelecehan terhadap seseorang atau agama tertentu, atau berisi tentang hal-hal yang diharomkan oleh agama, misalnya film yang isinya berisi judi seperti film Dewa Judi yang populer di tahun 1990-an, maka hal tersebut tidak layak ditonton karena isinya. Dan kita juga harus pilah-pilah dalam memilih hiburan. (Continue Reading….)

Pesta Blogger ataukah Pesta Pengakuan

Pesta Blogger 2009 telah berakhi, saya tidak ikut. Memang karena kondisi tidak memungkinkan. Saya ada tugas di sini, apalagi harus ke Jakarta. Sebenarnya gaungnya sudah terdengar beberapa bulan sebelumnya. Tapi dari laporan teman-teman, saya rasa pesta blogger kali ini boleh dibilang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, mungkin lebih irit.
Blogger itu bukan orang biasa, mereka ada para penulis . . . → Read More: Pesta Blogger ataukah Pesta Pengakuan