Nikah Siri Haram? Betulkah?
by Abu Aisyah on Feb.25, 2010, under Aktual, Catatanku
Beberapa waktu ini publik dihebohkan dengan RUU pernikahan siri, yang mana pernikahan siri ini maksudnya adalah pernikahan yang tidak tercatat oleh negara. Maksud nikah siri adalah nikah sah, tapi tidak tercatat, kita kesampingkan dengan kawin kontrak buatan orang Syi’ah. Ada pembahasan sendiri mengenai hal itu, kita tidak membicarakan kawin kontrak atau nikah mut’ah yang diharomkan oleh Allah dan Rasul-Nya itu. Banyak pro dan kontra dari orang yang pura-pura tahu, tidak tahu tapi sok tahu, tahu tapi tak mau tahu, bahkan sampai yang benar-benar mengerti duduk persoalannya. Tapi dari kabar yang tersebar di media sebagian besar isinya membahas bahwa apabila seseorang menikah siri, maka akan dikenai pidana.
Sebenarnya saya hanya memberikan sedikit catatan, yaitu bagaimana sebuah pernikahan dianggap sah. Di dalam Islam, tentu saja pernikahan itu sudah diatur dengan baik. Dan hendaknya manusia tidak membuat aturan-aturan yang bertentangan dengan hukum Allah, sebab Allah nantilah yang akan meminta pertanggung jawaban manusia, kenapa membuat tandingan terhadap hukum-hukum-Nya.
Syarat-syarat pernikahan, tentu saja baligh, ada kedua mempelai, ada wali nikah bagi wanita, ada 2 saksi, ada penghulu, ada mas kawin baik itu mas kawin kontan atau hutang. Apabila sudah diucapkan “Saya terima” atau “Ankahtuka” sampai habis atau dalam bahasa disebut Ijab Qabul, ya berarti sudah sah itu. Tidak dicatat pun sudah sah. Adapun pencatatan oleh negara itu adalah untuk memperkuat di mata hukum negara tersebut. Agar proses administrasi negara lebih mudah. Tapi di mata agama, pernikahan seperti ini sah.
Yang ditakutkan oleh kebanyakan orang-orang adalah takut suami mereka menikah lagi di tempat lain tanpa sepengetahuannya, sehingga menyakiti hati istri. Atau sulitnya membuat akta untuk anak. Dan juga mungkin dalam masalah perceriann atau harta waris lebih susah lagi. Dalam hal-hal administrasi orang yang melakukan pernikahan siri benar-benar susah. Selain tidak tercatat di NPWP juga dalam pembuatan KTP tidak diakui menikah, walaupun sudah menikah siri. Sebenarnya persoalannya simpel, hanya saja manusia-manusia itu menjadikan persoalan ini menjadi besar. Dan juga demo-demo yang menolak RUU ini sebenarnya juga keliru dalam menafsirkan permasalahan yang ada, bahkan mungkin tidak mengerti duduk persoalan yang sebenarnya. (continue reading…)
Peraturan Lalu Lintas Taati Dong!
by Abu Aisyah on Feb.06, 2010, under Catatanku
Sepeda motor adalah salah satu kendaraan yang paling banyak digunakan di Indonesia. Barangkali karena kendaraan ini selain murah, cepat, juga sangat efektif untuk jalanan yang macet. Karena banyaknya pengguna sepeda motor ini, maka pencurian sepeda motor pun marak di Indonesia, buktinya kasus-kasus pencurian sepeda motor dalam satu bulan bisa mencapai puluhan kasus. Pengguna sepeda motor pun terkadang tidak memperhatikan keselamatan mereka sendiri. Contohnya adalah seperti mengemudi sepeda motor sambil menulis SMS.
Kecelakaan yang terjadi di Indonesia kebanyakan juga adalah dari pengemudi sepeda motor. Ini juga dikarenakan kurang berhati-hatinya para pengemudi ini. Seperti ngebut, berjalan zig-zag, tidak memakai helm, tidak mematuhi rambu lalu lintas dan juga menelpon atau SMS di jalan. Ada baiknya hal-hal seperti itu dihindari. Sebab selain menyebabkan kecelakaan, bisa juga anda tidak sengaja menabrak tiang listrik atau kendaraan lainnya. Mending yang anda tabrak adalah semacam sepeda motor, bagaimana kalau truk trailer? Atau mungkin kendaraan yang lebih besar lagi. Saya yakin 100% sepeda motor akan sangat remuk kalau menabrak kendaraan-kendaraan besar seperti itu. (continue reading…)
Mengomentari Fatwa Haram Rebonding dan Pre-Wedding
by Abu Aisyah on Jan.17, 2010, under Aktual, Catatanku, Fiqih
Bismillahirahmaanirrahiim,
Alhamdulillah. Wa sholatu ‘alaa rasulillahi wa ‘alaa ‘alihii wa ash habihi wa man tabi’ahum bi ihsaan ilaa yaumiddin. Amma Ba’du.
Munculnya fatwa haram dari salah satu pondok pesantren terbesar di Kediri, Lirboyo menimbulkan beberapa kontroversi. Banyak diantara orang yang menentang, dan juga banyak diantara orang-orang yang mendukung. Sudah tentu yang namanya fatwa ada yang menentang, ada yang mendukung. Orang yang memberikan fatwa pun paling tidak harus mempunyai landasan yang kuat, adapun orang yang menentang fatwa tersebut, paling tidak juga harus mempunyai landasan yang kuat jadi tidak hanya asal bilang, “Saya menolak”.
Di berbagai milis, blog dan juga komentar-komentar singkat di berbagai situs berita di internet kebanyakan komentar-komentar yang ada tanpa adanya landasan ilmu. Kebanyakan mereka asal cuap dan mengatakan bahwa yang berfatwa itu kebanyakan orang-orang bodoh, atau bahkan merendahkan kedudukan mereka berfatwa. Sebenarnya, kalau kita runut pokok inti permasalahan yang ada, maka kita akan temui jawaban atas persoalan ini. Kali ini saya akan mencoba untuk menguak jawaban dari permasalahan ini, agar orang-orang yang asal mengatakan haram dan menolak itu tidak asal bicara.
Tahun Baru, Perubahan yang Bagaimana?
by Abu Aisyah on Jan.07, 2010, under Uncategorized
Kita telah berada di tahun 2010. Dan telah 1 minggu melewatinya. Mungkin ini adalah salah satu catatan yang kelewat, harusnya aku tulis tanggal sebelum tahun baru. Tapi nggak apa-apalah, untuk mengawali catatan perdana di awal tahun ini. Astaga 1 bulan nggak ngeblog!!! ![]()
Alhamdulillah, Allah masih memberikanku nafas untuk bisa menulis, untuk belajar, untuk bekerja dan juga untuk melihat masa depan. Tahun ini banyak agenda yang aku rencanakan. Mulai dari ingin membuka usaha kecil-kecilan, juga ingin belajar sedikit banyak tentang ilmu-ilmu coding yang belum aku kuasai, juga ingin konsentrasi juga di perkuliahan. Aku nggak mau nantinya mengecewakan ummi yang sekarang ini sudah berusaha mati-matian untuk membiayai kuliahku dulu, karena sekarang aku sudah bisa usaha sendiri, paling tidak aku akan buktikan bahwa aku bisa.
Lepas dari curhat, ada sesuatu yang membuatku dari tiap tahun merasa gerah dan tidak suka. Yaitu ucapan “Happy New Year” dan sebagainya. Beberapa kawan dan juga email-email penuh dengan ucapan Selamat Tahun Baru. Rasanya diriku adalah satu-satunya orang yang tidak pernah merasa enak atau apa ya….nyaman dengan ucapan itu. Tidak, justru aku benar-benar tidak suka. Baik dengan ucapannya, perayaannya, dan juga pesta-pesta penyambutannya. Salah satunya yang membuatku mengerutkan dahi adalah bagaimana orang-orang menghambur-hamburkan uang jutaan rupiah ataupun dollar ataupun mata uang lainnya, hanya untuk malam itu.
Mubazir
Ya, benar. Mubazir. Yaitu sia-sia. Terus terang malam tahun baru kemarin aku terganggu dari tidur. Suara petasan jam 12 malam membangunkanku, anak-anakku jadi tidak bisa tidur. Sebenarnya ingin aku do’akan kejelekan bagi mereka, tapi sepertinya itu tak akan merubah semuanya, jadinya aku berdo’a semoga tahun depan tidak terjadi hal seperti itu lagi. Terus terang sangat-sangat tidak nyaman dengan kegaduhan di mana saat itu orang-orang beristirahat.
Mungkin saja anda merayakannya, tapi ingat, ada orang-orang yang juga tidak merayakannya. Kenapa tidak dihormati orang-orang yang beristirahat, setelah seharian capek kerja, capek beraktivitas, bahkan mungkin saja jam segitu ada orang yang sedang ibadah, tapi diganggu dengan suara terompet, suara gaduh dan juga suara-suara petasan yang rasanya tidak cocok kalau didengar oleh bayi-bayi yang sedang tidur. Ingat yang tidur bukan hanya orang dewasa, atau orang penyabar, tapi juga ada anak-anak kecil, yang mungkin masih bayi, apakah tidak kasihan mereka? (continue reading…)
Menanggapi Film 2012
by Abu Aisyah on Nov.18, 2009, under Catatanku
Sebenarnya saya tidak perlu menuliskan hal ini. Benar, saya tak perlu menuliskan hal ini. Sebab hal ini merupakan sebuah persoalan yang memang tidak perlu dibahas. Kenapa? Karena permasalahannya tidaklah penting, yang kedua karena masalah ini bisa diketahui letak mana yang benar, tanpa kita harus membahas lebih jauh lagi. Dalam hal ini saya cuma penyeimbang saja, sebab diantara orang-orang yang tidak faham dan faham ternyata yang faham lebih banyak diamnya daripada bersuaranya.
Film 2012 yang barusan keluar di pasaran perfilm-an terjadi banyak pro dan kontra. Sebenarnya pro dan kontra ini tidak akan bertambah panjang kalau kiranya kita bisa mengambil sikap yang bijak. Kalau seseorang bisa mengambil sikap bijak, maka dia tentunya akan seperti saya lebih baik mengurusi yang lebih penting daripada mengurusi hal-hal seperti ini. Sebab persoalan yang lebih penting daripada sekedar bertanya, “Bagaimana pendapatmu tentang film A dan film B”.
Di dalam dunia ini, setiap hal itu mubah, terkecuali yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Dalam pandangan saya mengenai kasus ini sama seperti televisi. Televisi itu harom karena acaranya, bukan karena dzatnya. Ya, kita tahu bagaimana isi televisi yang setiap hari berisi sesuatu yang tiada artinya, terkecuali kalau anda mau menyimak tentang National Geografi atau acara-acara yang lebih bermanfaat. Sama seperti film. Film itu harom karena sifatnya. Kalau sifat film itu pornografi, pelecehan entah itu pelecehan terhadap seseorang atau agama tertentu, atau berisi tentang hal-hal yang diharomkan oleh agama, misalnya film yang isinya berisi judi seperti film Dewa Judi yang populer di tahun 1990-an, maka hal tersebut tidak layak ditonton karena isinya. Dan kita juga harus pilah-pilah dalam memilih hiburan. (continue reading…)
Pesta Blogger ataukah Pesta Pengakuan
by Abu Aisyah on Nov.02, 2009, under Aktual, Catatanku
Pesta Blogger 2009 telah berakhir, saya tidak ikut. Memang karena kondisi tidak memungkinkan. Saya ada tugas di sini, apalagi harus ke Jakarta. Sebenarnya gaungnya sudah terdengar beberapa bulan sebelumnya. Tapi dari laporan teman-teman, saya rasa pesta blogger kali ini boleh dibilang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, mungkin lebih irit.
Blogger itu bukan orang biasa, mereka adalah para penulis profesional
. Kenapa bisa disebut sebagai penulis profesional? Karena mereka adalah orang-orang yang luar biasa yang mengubah banyak pandangan dari berbagai pihak. Mulai dari orang nomor satu di negara ini, sampai orang yang berada di pengadilan pun mengenal apa itu blogger. Ketika seseorang menyebut kata blog, mereka serasa tahu bahwa ini adalah benda ajaib. Benda ini bisa membuat orang-orang tergerak untuk membela seorang wanita yang tidak berdaya, sebut saja Prita. Benda ini juga bisa memicu rasa nasionalisme ketika budaya yang dimiliki bangsa ini dicuri oleh Malaysia. Benda ini juga membuat seluruh dunia tahu bagaimana kebiadaban Yahudi di bumi Palestina, dan yang paling penting benda ini juga mengajari orang untuk menjadi lebih positif.
Semenjak adanya benda yang bernama blog, mulai dari anak SD, SMP, bahkan sampai orang jompo menulis apa yang ada di pikiran mereka. Walaupun beberapa diantaranya “hanya memfokuskan” blog untuk mencari uang, sayang sekali memang. Blog adalah sebuah ilustrasi dari penggambaran pikiran dan ide manusia yang mana mereka terkekang oleh sebuah benda, oleh sebuah gerbang yang sulit mereka tembus. Ketika mereka tidak bisa mengeluarkan uneg-uneg mereka lewat media, karena keterbatasan media untuk mempublishkannya, maka blog menjadikan sebuah wadah yang tidak akan ada yang bisa mensensor apapun. Inilah kebebasan pendapat yang hanya dimiliki oleh seseorang yang hanya bergaji Rp. 100.000,- per bulannya. Inilah kebebasan pendapat seorang anak SD yang bisa berbicara kepada presiden. Sebuah benda sakti yang bisa mengubah dunia.
Kata-kata saya di atas tidaklah berlebihan, kita bisa melihat kegiatan-kegiatan positif dari para blogger. Banyak diantara mereka yang membuat kegiatan sosial, dari yang kecil hingga yang besar. Di setiap daerah ada komunitas blogger, dari Malang, Surabaya, Jakarta, Jogja, Makasar, dan lain sebagainya. Mereka semua adalah komunitas yang mana telah berdiri dan mempunyai kekuatan untuk berbicara, ketika mereka mengeluarkan pendapat, baik di sebuah forum ataupun di sebuah komunitas yang lebih besar seperti Pesta Blogger.
Ada persoalan yang menarik yang terjadi ketika pesta Blogger 2009 barusan. Saya mendapat kabar dari teman-teman bloggerngalam, bahwa bloggerngalam tidak disebut ketika acara itu berlangsung. Entah itu karena kesalahan teknis, entah itu dilupakan atau entah-entah yang lain. Ada sebagian teman yang kecewa, karena merasa tidak diakui, dan ada yang menganggap itu mungkin tidak sengaja. Saya tidak bisa membela pihak yang mana, karena posisi saya sendiri adalah di antara tahu dan tidak tahu.
Saya mengikuti komunitas bloggerngalam bukan karena saya adalah orang yang gila ikut komunitas. Saya ikut komunitas bloggerngalam karena saya adalah seorang blogger. Saya ada di kota Malang, maka dari itulah saya ingin sebuah komunitas, di mana kita bisa bertukar pikiran bersama, berkumpul bersama, seandainya kita ada ide dan ada sesuatu yang ingin dilontarkan demi “mengubah dunia” ini, maka disinilah tempatnya kalau saya adalah seorang blogger. Sama seperti ketika saya adalah seorang muslim, saya ingin berkumpul bersama komunitas muslim lainnya, maka terbentuklah sebuah komunitas yang bernama id-muslim. Saya juga adalah seorang programmer, ketika saya ingin mencoba “mengubah dunia”, maka saya ingin juga bergabung dengan komunitas programmer yang ada di dunia. Maka dari itulah adanya komunitas, bukanlah sebuah pengakuan tentang siapa anda. Adanya komunitas, menurut saya pribadi adalah wadah saya untuk membagi ide-ide saya, wadah untuk saya dalam memberikan opini, pendapat untuk kemudian kita bersama-sama mencapai tujuan yang lebih baik bagi dunia ini.
Entah nanti manusia di ujung dunia lain mengakui atau tidak, bagi saya itu tidak jadi masalah dan tidak jadi soal. Sebab punya komunitas, yang mana komunitas mengakui saya. Itulah sebabnya saya mengikuti komunitas bloggerngalam. Saya juga bukan orang yang bisa mengajak orang lain bicara dengan baik, karena yang paling baik dalam diri saya hanyalah sebuah tulisan yang muncul lewat jari-jemari yang terus menyusun kata-kata sehingga bisa dibaca oleh setiap orang. Saya tertarik ikut bloggerngalam bukan berarti saya ingin diakui oleh orang lain. Saya ikut bloggerngalam, karena saya merasa bloggerngalam-lah tempat saya bisa berdiri sebagai blogger untuk “mengubah dunia”.
Saya hargai ketika mereka melakukan protes ketika bloggerngalam tidak disebut-sebut, atau tidak diakui. Itu hak kita, hak semuanya. Tapi kalau menyalahkan bloggerngalam dengan keluar dari komunitas, itu bukanlah tindakan yang tepat. Atau memang tidak menyalahkan bloggerngalam, namun keluar hanya gara-gara tidak diakui itu juga adalah tindakan yang tidak tepat, sebab apa hubungannya Pesta Blogger 2009 dengan bloggerngalam? Namun bagaimana pun juga hidup adalah pilihan, Its your choice d00d, not mine. Seberapa berat perjuangan bloggerngalam saya memang tidak tahu, sebab bagi saya perjuangan yang paling berat yang dilalui manusia tak sebanding dengan perjuangan para pahlawan Badar.
Bloggerngalam bagi saya adalah komunitas saya sebagai blogger. Rumah saya sebagai blogger. Tempat berkumpulnya setiap orang untuk menjadi satu kesatuan, di mana mereka semua adalah para blogger yang mencintai Malang, yang pernah ada di Malang, dan suka dengan kota Malang. Kalau Anda cinta malang, dan Anda adalah seorang blogger, maka ikutlah komunitas bloggerngalam.




