Tag Clouds

Pesta Blogger 2010

Ramadhan Blogging

Tantangan 31 Hari Ngeblog, Anda bisa?

Follow me on Twitter

Member of LUG STIKOMP

Short Comments


ShoutMix chat widget

Adds

Hal yang Harus Tetap Diingat Ketika Makan

gelas

sumber: agathaocha.blogspot.com

Puasa adalah saat kita menahan lapar dan minum. Di bulan Ramadhan ini Allah membentuk sebuah madrasah yang mana madrasah ini  nantinya akan menghasilkan orang-orang yang bertaqwa. Hari itu saya terpaksa pulang setelah berbuka karena pekerjaan yang padat membuat saya akhirnya mau tak mau harus sholat di masjid yang ada di dekat kantor. Sebelum adzan maghrib saya sudah berangka agar tidak ketinggalan shalat maghrib. Beberapa teman-teman juga bersiap-siap berbuka puasa, di kantor ada yang membawa beberapa bekal untuk berbuka. Untuk diriku yang jarang membawa uang saku ketika ke kantor ini, ya tidak bawa apa-apa.

Akhirnya saat berbuka tiba. Aku menuju ke teras masjid di mana di sana ta’mir membagi-bagikan ta’jil. Hari itu ta’jilnya adalah kolak buah, dan sekotak jajanan. Aku beramah tamah dengan orang-orang yang berbuka di masjid tersebut. Dan di saat itulah aku menyaksikan pemandangan yang tidak enak. Aku melihat seseorang yang makan sambil berdiri dan ia pun makan dengan tangan kirinya. Masya Allah. Saya tidak tahu apa yang menyebabkan ia melakukan hal itu melainkan kemungkinan ia sudah terbiasa melakukannya. Bagi yang sudah terbiasa makan dengan tangan kanan, maka sudah pasti ia akan makan dengan tangan kanan. Dan bagi yang terbiasa makan dengan duduk, maka sudah pasti ia akan makan juga dengan duduk.

Makan dengan tangan kiri itu HARAM. Saya pakai huruf kapital, tebal dan digaris bawahi agar benar-benar disebut haram. Haram karena apa? Bukankah makan dengan tangan kanan ataupun tangan kiri adalah hal yang biasa? Bukankah yang penting makannya? Haram karena rasululloh shallallahu’alaihi wa salam melarangnya. Lalu bagaimana dengan orang yang kidal? Sesungguhnya untuk urusan makan dan minum, setiap orang bisa melakukannya dengan kedua tangan, terkecuali menulis dan kegiatan-kegiatan lainnya. (Continue Reading….)

Bekal untuk Menghadapi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme

Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Rasanya negeri ini tidaklah lepas dari isu ini. Sudah sejak dulu rupanya negeri ini telah dirasuki oleh setan KKN (kita tidak membahas Kuliah Kerja Nyata) . Dari kalangan bawah hingga kalangan atas. Tidak peduli masalah apapun semua ada KKN-nya. Sehingga KKN yang tumbuh seperti lumut di atas batu ini pun sangat . . . → Read More: Bekal untuk Menghadapi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme

Transportasi Massal sebagai Salah Satu Solusi

Angkutan Umum sumber:vivanews

Isu global warming yang akhir-akhir ini terdengar merupakan isu yang lumayan serius. Sebab pemanasan global yang terjadi tidak hanya terjadi di negara-negara yang memang tingkat polusinya tinggi seperti Honkong, Inggris ataupun Amerika, tetapi juga terjadi di negara-negara di wilayah Asia Tenggara dan sebagainya. Ditambah lagi pemerintah Indonesia setiap saat selalu mengkampanyekan untuk menghemat . . . → Read More: Transportasi Massal sebagai Salah Satu Solusi

Belajar Fotografi (lagi)

Ternyata hal yang namanya fotografi itu kembali mengusik diriku. Betapa tidak? Melihat banyak sekali orang-orang yang menghasilkan foto-foto yang superb bagaimana diriku tidak iri. Akhirnya akupun dengan berat hati harus ngidam sebuah kamera Nikon SLR D90, yang harganya bisa menghabiskan waktuku 10 bulan kerja banting tulang. Tapi emang sih ini sebanding dengan apa yang akan aku . . . → Read More: Belajar Fotografi (lagi)

Di Malang Ngurus KTP dan KK itu Tidak Mahal, Ndak tau di Tempat Anda

KTP depan

Kita sudah tahu kalau di Indonesia ini kebanyakan tidak ada yang gratis. Sekarang kalau ke toilet saja pake bayar upeti. Masuk kampung pake upeti. Mau masuk ke pelabuhan punglinya katanya sampai ratusan ribu. Selama bernafas masih belum ditarik pungli sebaiknya kita bersyukur atas hal itu. Sudah menjadi hal yang lumrah mungkin di daerah kita . . . → Read More: Di Malang Ngurus KTP dan KK itu Tidak Mahal, Ndak tau di Tempat Anda

Pada Dasarnya Sifat Manusia itu Tidak Mau Dikritik

Criticus

Sebuah permisalan suatu ketika ada seorang yang dikatakan sebagai seorang pemuka agama. Sebut saja ustadz A, dia boleh dibilang orang yang dianggap berilmu lebih dan tekun dalam beribadah. Ustadz A ini pun banyak yang ngaji di tempat dia ta’lim. Dia juga selalu memberikan wejangan dan petuah-petuah yang menyejukkan hati. Bahkan seluruh orang yang berada di . . . → Read More: Pada Dasarnya Sifat Manusia itu Tidak Mau Dikritik

Benarkah Sholahuddin Al-Ayyubi Pencetus Perayaan Maulid Nabi shalallahu’alaihi wa sallam

Oleh : Al-Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf

Alkisah

Ada sebuah kisah yang cukup masyhur di negeri nusantara ini tentang peristiwa pada saat menjelang Perang Salib. Ketika itu kekuatan kafir menyerang negeri Muslimin dengan segala kekuatan dan peralatan perangnya. Demi melihat kekuatan musuh tersebut, sang raja muslim waktu itu, Sholahuddin al-Ayyubi, ingin mengobarkan semangat jihad kaum muslimin. Maka beliau membuat peringatan maulid nabi. Dan itu adalah peringatan maulid nabi yang pertama kali dimuka bumi.

Begitulah cerita yang berkembang sehingga yang dikenal oleh kaum Muslimin bangsa ini, penggagas perayaan untuk memperingati kelahiran Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam ini adalah Imam Sholahuddin al Ayyubi. Akan tetapi benarkah cerita ini? Kalau tidak, lalu siapa sebenarnya pencetus peringatan malam maulid nabi? Dan bagaimana alur cerita sebenarnya? (Continue Reading….)

Antara Bercanda dan Serius Sebuah Jembatan Kehormatan

Ada kalanya seorang yang bicara serius itu tidak disukai, namun ada kalanya orang yang berbicara serius itu disukai. Namun kebanyakan orang yang bicara dengan nada bercanda lebih banyak disukai bagi mereka yang memang suka bercanda dan tidak suka bicara serius. Aku itu sebenarnya juga bingung mau di kelompok yang mana, sebab aku ini orangnya tidak begitu . . . → Read More: Antara Bercanda dan Serius Sebuah Jembatan Kehormatan

Tantangan 31 Hari NgeBlog

Kalau anda melihat di sidebar sebelah kanan ada sebuah banner 31 Hari Ngeblog. Ini bukan sekedar banner, tapi merupakan ajakan bagi Anda semua yang telah terkena virus Priyadingitis. Virus berbahaya yang membuat anda kehilangan kreativitas untuk ngeblog, maka inilah saatnya untuk menghajar virus tersebut. Ikutilah tantangan 31 Hari Ngeblog, sekaligus juga untuk menyambut Pesta Blogger 2010 . . . → Read More: Tantangan 31 Hari NgeBlog

Kenapa Wanita tidak Memakai Jilbab?

Bismillahirahmaanirrahiim,

Alhamdulillah. Washolatu wa ‘alaa rasulillahi wa ‘alaa ‘alihi wa ash habihi ajma’in waman tabi’ahum bi ihsaan ilaa yaumiddin. Amma Ba’du.

Kita hidup di dunia ini tidak lain adalah untuk menghamba kepada Allah Azza wa Jalla. Menghamba berarti membersihkan diri dari segala bentuk kesyirikan dan kemaksiatan dari dalam jiwa dan raga. Ta’at kepada-Nya dari segala yang Dia perintahkan dan yang rasul-Nya ajarkan. Sebab tanpa mengikuti rasululloh Shallallahu’alaihi wa salam niscaya seseorang tidak akan diterima segala amal perbuatannya.

Allah berfirman

“artinya: Dan tidak Ku-ciptakan Jin dan Manusia, melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku” [Q.S. Adz Dzariyaat: 56]

Dan sabda rasululloh shallallahu’alaihi wa salam, “Barangsiapa yang melakukan amalan yang tidak berasal dari kami, maka amalannya tertolak”. [Muttafaqun 'alaih]

Artikel ini didedikasikan kepada mereka yaitu para wanita yang ingin teguh berada di atas jalan yang Haq. Artikel ini kepada para wanita yang ingin menjadi bidadari surga. Artikel ini kepada mereka yang benar-benar punya niat dan azzam (kemauan) yang kuat untuk bisa merubah diri mereka menjadi yang lebih baik. Artikel ini dikhususkan kepada saudara-saudara-ku seiman yang mana teman mereka, saudara mereka, keluarga mereka dilanda dilema karena syetan menghembuskan rasa was-was ke dalam hati mereka, karena syetan menghembuskan keragu-raguan sehingga hatinya goyah. Semoga saya bisa menasehati diri saya sendiri, dan siapapun yang membaca artikel ini.

Mohon dibaca kata perkata, jangan diskip, jangan melompat-lompat bacanya. Baca dari awal sampai akhir, semoga engkau mendapatkan hidayah. (Continue Reading….)