Kami Berjuang untuk Rakyat: Omong Kosong
by Abu Aisyah on Mar.08, 2010, under Aktual, Catatanku
Kasus Bank Century telah menghabiskan waktu, tenaga dan biaya. Dagelan politik yang terjadi gara-gara kehilangan uang kurang lebih sekitar 0.07% dari total pendapat pajak negara itu pun seolah-olah menjadi sinetron politik yang seru. Dinanti kelanjutannya di layar kaca setiap pagi dan petang. Tak pelak pendapatan stasiun televisi untuk pemasangan iklan pun benar-benar melonjak seiring karena sering ditanyangkannya dialog-dialog interaktif, baik secara LIVE ataupun RECORDED.
Dan selama dua hari sidang paripurna banyak sekali kejadian yang seru. Diantaranya adalah kejadian tentang dagelan para anggota dewan yang ribut, seolah-olah mereka tidak tahu kalau ditonton oleh jutaan rakyat Indonesia secara LIVE di televisi. Bahkan hampir seluruh media cetak mencetak kelakuan mereka di headline. Tidak ada yang perlu dibanggakan dengan sikap mereka, apalagi dengan sosok anggota dewan yang sama sekali tidak pernah berkaca terhadap apa yang mereka lakukan. Ada yang bangga karena ngupil, bersorak-sorak nggak karuan, bahkan berkoar-koar seperti anak kecil.
Di samping itu pula, ada bumbu, yaitu demonstrasi mahasiswa, baik yang ditunggai oleh oknum, dan yang tidak. Dan yang lebih diperparah lagi adalah kondisi di mana ada kasus yang hangat yaitu penyerangan anggota HMI oleh oknum polisi. Hal ini mengakibatkan demo HMI di seluruh Indonesia. Dan bodohnya lagi hal ini juga dikatakan mengatas namakan rakyat oleh sebagian orang HMI. Ya, demo yang selalu mengatas namakan rakyat. Dan juga anggota Dewan pun mengatakan mengatas namakan rakyat. Apakah benar mereka mengatas namakan rakyat? (continue reading…)
Menanggapi Mario Teguh: Wanita yang pas untuk teman pesta, clubbing, bergadang sampai pagi, chitchat yang snob, merokok, dan kadang mabuk – tidak mungkin direncanakan jadi istri.
by Abu Aisyah on Feb.27, 2010, under Aktual, Catatanku
Mario Teguh, siapa yang tidak kenal dengan motivator ini. Ya, beberapa hari yang lalu dia telah membuat sebuah pernyataan kontroversial di twitternya. Mungkin sejak tulisan saya ini dibuat, sudah lewat satu minggu, tapi tidak apa-apa, toh pembahasan terhadap permasalahan ini bisa dibahas kapanpun.
Twitter sebagai media microblogging, telah menunjukkan berbagai powernya. Baik dalam hal news, ataupun dalam hal pengeruk keuntungan, oleh sebagian perusahaan-perusahaan news terkemuka, contoh seperti okezone, vivanews, detik ataupun kapanlagi. Dan media ini pun juga dijadikan sebagai sebuah gateway yang manis untuk beberapa orang yang ingin menjadikannya sebagai motivasi seperti Mario Teguh, ataupun saya yang mempunyai agregator bot hadits di plurk. Bahkan para wartawan tidak perlu susah-susah untuk melihat status para artis. Mereka tinggal mengakses twitter mereka dan setelah itu menulis berita yang terbaru tentang para celebritis.
Pernyataan Mario Teguh yang saya sampaikan pada judul blog ini, sebenarnya tidak perlu dijadikan bahan kontroversial. Kenapa? Ada beberapa sebab, selain memang isi dari twitter Mario Teguh sendiri yang mengklarifikasi tentang pendapatnya sendiri, yaitu adalah memang budaya bangsa Indonesia sendiri. (continue reading…)
Nikah Siri Haram? Betulkah?
by Abu Aisyah on Feb.25, 2010, under Aktual, Catatanku
Beberapa waktu ini publik dihebohkan dengan RUU pernikahan siri, yang mana pernikahan siri ini maksudnya adalah pernikahan yang tidak tercatat oleh negara. Maksud nikah siri adalah nikah sah, tapi tidak tercatat, kita kesampingkan dengan kawin kontrak buatan orang Syi’ah. Ada pembahasan sendiri mengenai hal itu, kita tidak membicarakan kawin kontrak atau nikah mut’ah yang diharomkan oleh Allah dan Rasul-Nya itu. Banyak pro dan kontra dari orang yang pura-pura tahu, tidak tahu tapi sok tahu, tahu tapi tak mau tahu, bahkan sampai yang benar-benar mengerti duduk persoalannya. Tapi dari kabar yang tersebar di media sebagian besar isinya membahas bahwa apabila seseorang menikah siri, maka akan dikenai pidana.
Sebenarnya saya hanya memberikan sedikit catatan, yaitu bagaimana sebuah pernikahan dianggap sah. Di dalam Islam, tentu saja pernikahan itu sudah diatur dengan baik. Dan hendaknya manusia tidak membuat aturan-aturan yang bertentangan dengan hukum Allah, sebab Allah nantilah yang akan meminta pertanggung jawaban manusia, kenapa membuat tandingan terhadap hukum-hukum-Nya.
Syarat-syarat pernikahan, tentu saja baligh, ada kedua mempelai, ada wali nikah bagi wanita, ada 2 saksi, ada penghulu, ada mas kawin baik itu mas kawin kontan atau hutang. Apabila sudah diucapkan “Saya terima” atau “Ankahtuka” sampai habis atau dalam bahasa disebut Ijab Qabul, ya berarti sudah sah itu. Tidak dicatat pun sudah sah. Adapun pencatatan oleh negara itu adalah untuk memperkuat di mata hukum negara tersebut. Agar proses administrasi negara lebih mudah. Tapi di mata agama, pernikahan seperti ini sah.
Yang ditakutkan oleh kebanyakan orang-orang adalah takut suami mereka menikah lagi di tempat lain tanpa sepengetahuannya, sehingga menyakiti hati istri. Atau sulitnya membuat akta untuk anak. Dan juga mungkin dalam masalah perceriann atau harta waris lebih susah lagi. Dalam hal-hal administrasi orang yang melakukan pernikahan siri benar-benar susah. Selain tidak tercatat di NPWP juga dalam pembuatan KTP tidak diakui menikah, walaupun sudah menikah siri. Sebenarnya persoalannya simpel, hanya saja manusia-manusia itu menjadikan persoalan ini menjadi besar. Dan juga demo-demo yang menolak RUU ini sebenarnya juga keliru dalam menafsirkan permasalahan yang ada, bahkan mungkin tidak mengerti duduk persoalan yang sebenarnya. (continue reading…)
Belajarlah Ber-social Networking dengan Baik dan Benar
by Abu Aisyah on Feb.18, 2010, under Catatanku
Akhir-akhir ini marak kasus-kasus yang melibatkan Facebook. Ya, situs jejaring sosial ini menjadi gerbang bagi berbagai kejadian yang tidak mengenakkan. Sebelumnya twitter juga telah menjadi salah satu kasus yang sempat mencuat ke permukaan, seperti kasusnya Luna Maya, yang mengatakan wartawan tidak lebih sebagai *sensored*. Dan sebelumnya juga, media email menjadi salah satu kasus terbesar antara perseteruan Prita vs RS Omni. Dari emailnya prita sih yahoo.
Berita-berita di media masa baik cetak ataupun elektronik, seolah-olah semuanya menyalahkan facebook ini. Dari mulai prostitusi lewat internet, sampai ke pemecatan beberapa orang murid mengakibatkan hal ini semakin memberikan sebuah pelajaran kepada kita, internet itu seperti dunia yang sudah tidak aman lagi. Tapi kita juga tidak serta merta menyalahkan media internet ini, persoalannya adalah apakah setiap orang telah melakukan atau biasa melakukan etika berinternet dengan baik?
Telah banyak versi how-to dalam masalah berinternet. Bahkan katanya sekarang pelajaran-pelajaran komputer di sekolah juga mulai diajarkan cara beretika dalam berinternet. Sebenarnya dalam permasalahan ini, apabila setiap pihak mau memahami fungsi dari situs jejaring sosial maka tentu saja mereka akan bisa menerapkan etika ini ketika mereka terjun ke dunia maya.
Yang jelas, situs-situs seperti facebook, friendster, twitter, plurk, orkut dan yang lain-lainnya, mereka selalu menyediakan yang namanya setting privacy. Jadi kalau kita ingin agar hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihat foto-foto kita, atau ingin agar komen-komen kita hanya beberapa orang saja yang tahu, sebenarnya sudah dari ketika kita mendaftar pertama kali ada. Hanya saja, tidak mungkin semua orang memahami hal ini. Akibatnya, sering mereka yang tak menyadari hal inilah yang menjadi korban. (continue reading…)
Peraturan Lalu Lintas Taati Dong!
by Abu Aisyah on Feb.06, 2010, under Catatanku
Sepeda motor adalah salah satu kendaraan yang paling banyak digunakan di Indonesia. Barangkali karena kendaraan ini selain murah, cepat, juga sangat efektif untuk jalanan yang macet. Karena banyaknya pengguna sepeda motor ini, maka pencurian sepeda motor pun marak di Indonesia, buktinya kasus-kasus pencurian sepeda motor dalam satu bulan bisa mencapai puluhan kasus. Pengguna sepeda motor pun terkadang tidak memperhatikan keselamatan mereka sendiri. Contohnya adalah seperti mengemudi sepeda motor sambil menulis SMS.
Kecelakaan yang terjadi di Indonesia kebanyakan juga adalah dari pengemudi sepeda motor. Ini juga dikarenakan kurang berhati-hatinya para pengemudi ini. Seperti ngebut, berjalan zig-zag, tidak memakai helm, tidak mematuhi rambu lalu lintas dan juga menelpon atau SMS di jalan. Ada baiknya hal-hal seperti itu dihindari. Sebab selain menyebabkan kecelakaan, bisa juga anda tidak sengaja menabrak tiang listrik atau kendaraan lainnya. Mending yang anda tabrak adalah semacam sepeda motor, bagaimana kalau truk trailer? Atau mungkin kendaraan yang lebih besar lagi. Saya yakin 100% sepeda motor akan sangat remuk kalau menabrak kendaraan-kendaraan besar seperti itu. (continue reading…)
Kenapa Harus Kaget Bu Menteri?
by Abu Aisyah on Feb.04, 2010, under Catatanku
Setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, dan itu adalah tugas dari Departemen Kesehatan di negara kita. Tapi sampai sekarang pun kesehatan untuk rakyat kecil dan tidak mampu rasanya tidak tersentuh. Saya bisa merasakan bagaimana orang miskin diperlakukan tidak baik oleh rumah sakit, saya juga bisa merasakan bagaimana orang-orang seperti Bilqis yang harusnya hidupnya baik dan siapa tahu nanti dia ini akan mengubah dunia malah terbentur pada kasus-kasus yang tidak sesuai pada tempatnya.
Pada beberapa waktu lalu saya membaca berita yang sebenarnya aneh untuk ukuran seorang menteri. Kenapa harus kaget mendengar kasus Bilqis menggalang dana ? Apa yang anda lakukan di atas sana? Enak-enakan sambil nonton sinetronkah? Tidak peduli kalau sekarang ada wabah penyakit karena banjir, Demam Berdarah kembali mewabah, tifus, mal praktek makin banyak, apalagi sampai kasus-kasus klasik orang miskin nggak bisa hidup sehat. Masalah-masalah seperti ini seharusnya menjadi pekerjaan rumah bagi departemen kesehatan. Memangnya kalau bukan Departemen kesehatan siapa lagi yang harus disalahkan? Kami? rakyat kecil yang selalu berusaha sendiri ngalor ngidul? (continue reading…)
Kurangnya Perhatian Terhadap Pasien
by Abu Aisyah on Feb.01, 2010, under Catatanku
Kita tentunya masih ingat dengan kasus Prita dulu, dan apa yang menjadi pemicunya. Ya, tentu saja. Yaitu dengan pelayanan rumah sakit. Juga mungkin kasus-kasus yang lainnya, yang mana terjadi malpraktek, ada yang cacat bahkan sampai meninggal. Tulisan ini ditulis setelah membaca berita jawapos tanggal 31 Januari di kolom Metropolis.
Ada sebuah kasus di mana para dokter yang menangani pasien ketika operasi mendapati pasien meninggal, gara-gara mesin biusnya rusak. Juga sampai ada yang tertukar antara zat N2O dengan CO2. Sebenarnya, saya juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pihak rumah sakit, seandainya kita saat itu berada di sana, dan juga kita tidak bisa berbuat banyak kalau memang hal itu sudah terjadi–misalnya ada yang menjadi korban. Tapi ada yang perlu kita perhatikan bersama saat ini, yaitu perhatian terhadap pasien.
Seperti contohnya, ketika adik ipar saya mendapatkan kecelakaan beberapa waktu lalu, yang mengakibatkan tulang belikatnya patah. Rumah sakit terkadang sampai menelantarkan pasien dikarenakan memang tenaga medisnya yang kurang, bahkan kita yang sebagai orang awam pun tidak tahu menahu tentang jam lembur atau kerja shift-nya para dokter, yang kita tahu pasien masuk dan sudah ada di UGD. Tercatat ketika itu yang ada di satu ruangan bersama adik ipar saya ada anak kecil yang kakinya patah dan berdarah-darah, ada orang yang kena diabetes yang butuh perawatan segera, ada satpam yang barusan dibacok oleh perampok, ada yang barusan kena kecelakaan kerja. Itu semua berdesakan di ruang UGD, bahkan kalau aku lihat sampai tidak muat itu ruang UGD. (continue reading…)
Apakah Informasi Kriminal Boleh Diekspos ataukah Tidak?
by Abu Aisyah on Jan.25, 2010, under Aktual, Catatanku
Beberapa hari ini, kita mendapatkan sebuah kabar di mana-mana tentang pembobolan ATM dengan menggunakan kamera dan card reader. Sebenarnya modus ini terbilang cukup lama, tapi baru-baru ini saja terblow-up, entah karena persoalan Bank Century-kah atau ingin persoalan yang lain tidak terbongkar. Biasanya kasus-kasus yang terblow-up oleh media itu lantaran karena adanya salah satu kasus yang ingin diredam dengan memblow-up kasus baru. Boleh jadi kasus-kasus seperti yang dulu kita saksikan di berbagai media, tentang buronan kelas kakap Oky yang korupsinya bermilyar-milyar itu sampai sekarang belum tertangkap dan hilang entah ke mana. Rasanya tangan hukum tidak lagi bisa menangkap buronan yang konon sudah lari ke Tiongkok tersebut.
Roy Suryo lagi Roy Suryo lagi, kali ini mengomentari tindakan dari seorang Ruby yang memperagakan cara membobol ATM yang mana menggunakan tehnik skimmer. Check di link ini dan ini atau Anda bisa search di media basbang. Seperti kita tahu nama Roy Suryo pasti muncul kalau ada foto-foto selebritis yang dikomentari, sebagian besar orang meragukan kepakaran Roy Suryo lantaran beliau selalu memberikan pendapat-pendapat yang sebenarnya rancu ataupun terkadang boleh dibilang, “rasanya tidak perlu”. (continue reading…)
Antara Mengakui dan Konteks Halal Haram
by Abu Aisyah on Jan.21, 2010, under Catatanku
Bismillahirahmaanirrahiim,
Alhamdulillah. Wa sholatu ‘alaa rasulillahi wa ‘alaa ‘alihi wa ash habihi ajma’in waman tabi’ahum bi ihsaan ilaa yaumiddin. Amma Ba’du.
Postingan saya kali ini adalah tentang masalah menerima dalil. Sebagaimana kita tahu, Islam adalah satu-satunya agama yang melakukan segala sesuatunya dengan dalil. Sebab dalil ini adalah sebuah mukjizat yang dimiliki oleh Rasululloh shallallahu’alaihi wa salam yang tidak ada pada nabi-nabi sebelumnya. Kenapa saya bilang mukjizat? Karena dalil baik dari Al Qur’an ataupun hadits ada sesuatu yang sangat unik yaitu sanad. Islam ini hidup dari yang namanya sanad. Makanya ada seorang ulama yang mengatakan sanad itu adalah Islam. Sebab tanpa sanad, mustahil kita tahu suatu dalil diterima atau tidak.
Agama-agama selain Islam tidak mengenal sanad. Coba anda tanya tentang sanad dari kitab-kitab yang dipegang oleh orang-orang non muslim, niscaya mereka tak bisa menyebutkannya sampai ke tangan nabinya. Tapi di Islam tidak demikian. Islam mengenal sanad dari orang yang membukukannya sampai kepada diri rasululloh Shallallahu’alaihi wa salam, maka dari itulah dikenal dengan tingkatan sanad. Ada sanad yang shahih, ada yang hasan, dha’if, maudhu’ dan seterusnya. Nilai-nilai inilah yang kemudian dijadikan manusia untuk dijadikan dalil sebagai landasan mereka untuk melangkah di dalam dunia ini.
Konteks halal dan haram sesuatu itu sudah jelas semuanya, sudah tertulis di Al Qur’an dan As Sunnah. Rasululloh Shallallahu’alaihi wa salam tidaklah meninggal melainkan beliau sudah memberikan semuanya. Maka dari itu kalau sekarang ada orang yang bingung masalah halal dan haram, maka perlu dikaji bingungnya di sebelah mana. (continue reading…)
Mengomentari Fatwa Haram Rebonding dan Pre-Wedding
by Abu Aisyah on Jan.17, 2010, under Aktual, Catatanku, Fiqih
Bismillahirahmaanirrahiim,
Alhamdulillah. Wa sholatu ‘alaa rasulillahi wa ‘alaa ‘alihii wa ash habihi wa man tabi’ahum bi ihsaan ilaa yaumiddin. Amma Ba’du.
Munculnya fatwa haram dari salah satu pondok pesantren terbesar di Kediri, Lirboyo menimbulkan beberapa kontroversi. Banyak diantara orang yang menentang, dan juga banyak diantara orang-orang yang mendukung. Sudah tentu yang namanya fatwa ada yang menentang, ada yang mendukung. Orang yang memberikan fatwa pun paling tidak harus mempunyai landasan yang kuat, adapun orang yang menentang fatwa tersebut, paling tidak juga harus mempunyai landasan yang kuat jadi tidak hanya asal bilang, “Saya menolak”.
Di berbagai milis, blog dan juga komentar-komentar singkat di berbagai situs berita di internet kebanyakan komentar-komentar yang ada tanpa adanya landasan ilmu. Kebanyakan mereka asal cuap dan mengatakan bahwa yang berfatwa itu kebanyakan orang-orang bodoh, atau bahkan merendahkan kedudukan mereka berfatwa. Sebenarnya, kalau kita runut pokok inti permasalahan yang ada, maka kita akan temui jawaban atas persoalan ini. Kali ini saya akan mencoba untuk menguak jawaban dari permasalahan ini, agar orang-orang yang asal mengatakan haram dan menolak itu tidak asal bicara.




