As Sunnah
Valentine, Maulid, Imlek: Bagiku Agamaku, Bagimu Agamamu
by Abu Aisyah on Feb.13, 2010, under As Sunnah, Catatanku, Fiqih, Tauhid
Bismillahirahmaanirrahiim,
Alhamdulilah. Wa sholatu wa ‘alaa rasulillahi wa ‘alaa ‘alihi wa a sh habihi ajma’in waman tabi’ahum bi ihsaan ilaa yaumiddin. Amma Ba’du.
Sekarang bulan Februari, yeah bulan Februari ini serba merah dan pink. Dan juga dari awal bulang sudah dibahas juga di pengajian-pengajian di masjid-masjid kampung bahwa di bulan ini akan datang hari Maulid nabi Shallallahu’alaihi wa salam. Saya akan bahas tiga hal ini, yang sebenarnya banyak orang awam yang tidak tahu agama ikut-ikutan, bahkan diantara mereka yang sedikit lebih pintar rela membela-bela ikut merayakannya. Terus terang, setiap tahun juga para ustadz, dan juga orang-orang yang ‘alim dalam ilmu agama telah memperingatkan manusia. Dan sudah tentu mengingatkan manusia ini adalah salah satu bentuk hal yang wajib untuk berdakwah, berammar ma’ruf nahi mungkar.
Dan diposting kali ini saya akan membahas sedikit saja tentang persoalan tahunan ini. Yang pertama masalah Valentine. Valentine bukanlah perayaan dari Islam, dan karena bukan hari raya umat Islam maka umat Islam harus menyadari bahwa di Islam hanya ada tiga hari raya, yaitu hari raya Iedul Fitri, Iedul Adha dan hari Jum’at. Inilah hari-hari di mana umat Islam merayakannya, dan kebanyakan perayaan keagamaan umat Islam tidaklah dengan hura-hura, tidaklah juga dengan sesuatu yang melanggar syari’at. (continue reading…)
Ringkasan Tata Cara Shalat
by Abu Aisyah on Jan.28, 2010, under As Sunnah
Bismillahirahmaanirrahiim,
Alhamdulillah. Washolatu wa’alaa rasulillah wa’alaa ‘alihi wa ash habihi ajma’in waman tabi’ahum bi ihsaan ilaa yaumiddin. Amma Ba’du.
Berikut ini saya menyusun tata cara sholat sesuai sunnah. Saya ambil dari buku Sifat Shalat Nabi oleh Syaikh Muhammad Nasiruddin Al Albani rahimahulloh. Saya ringkas untuk saya ambilkan bagian-bagian pokok saja, sehingga bisa dengan mudah langsung dipraktekkan.
Tata cara shalat, sesuai sunnah, yaitu:
1. Niat. Niat diucapkan di dalam hati, tidak dilafazhkan. Niat ini adalah keinginan dan benar-benar ingin melaksanakannya, menjadikan sesuatu disebut ibadah atau bukan. Bahkan ketika kita mengambil wudu untuk sholat, sebenarnya kita sudah berniat sholat.
2. Menghadap Kiblat. Apabila anda berada di sebuah tempat yang mana tidak tahu mana arah kiblat, maka Allah memberikan rukhshah. (continue reading…)
Cara Membangun Rumah yang Benar bagian 1
by Abu Aisyah on Feb.09, 2009, under Aktual, As Sunnah, Catatanku
Bismillahirahmaanirrahiim,
Alhamdulillah, wa sholatu wa ‘alaa rasulillah wa ‘alaa ‘alihi wa ash habihi ajma’in amma ba’du.
Catatan Pertama
Situasi perpolitikan Indonesia kali ini sedang dalam keadaan yang sangat panas. Saking panasnya banyak sekali pihak-pihak yang terbakar amarah, terbakar bajunya, bahkan sampai benar-benar membakar situasi. Demikianlah wajah perpolitikan yang ditangani oleh orang-orang yang tidak faham politik. Betapa banyak aksi politik praktis, sebut saja demonstrasi yang sebenarnya juga ditunggangi oleh pihak-pihak yang ingin meraup keuntungan dari situasi yang ia hadapi. Betapa banyak orang-orang yang mengikuti perpolitikan di Indonesia ini, asal tampil pada pawai, atau pada kampanye, maka ia akan diberi uang.
Kemudian juga duduknya orang-orang yang awam terhadap ilmu agama di pemerintahan. Mereka bahkan tak faham tentang Al Qur’an, Hadits, tak faham tentang tatacara sholat yang benar, tak fahamt tentang wudu, bahkan mungkin saja mereka tak faham bagaimana mengurus jenazah ketika mereka mati. Sehingga sangat diragukan mereka juga bakal faham tentang masalah perpolitikan, masalah siyasah, masalah dakwah, dan juga bagaimana tatacara melaksanakan syari’at-syari’at di pemerintahan yang sistemnya jelas-jelas jauh dari apa yang diajarkan oleh rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam.
Sebenarnya melihat sistem-sistem pemerintahan di dunia ini ada 4 sistem pemerintahan yang dikenal. Yaitu khilafah syar’iyah diniyah, kerajaan, demokrasi, dan sosialis. Keempat sistem ini adalah induk dari setiap sistem pemerintahan sesudahnya. Dari Sosialis dulu, Sosialis merupakan sebuah sistem yang pertama kali dianut oleh Karl Marx, atau biasa disebut dengan Marxisme. Sebuah sistem yang menginginkan kesejahteraan yang merata diseluruh lapisan. Jadi lapisan atas dan lapisan bawah mempunyai hak yang sama, pendapatan yang sama, sehingga lebih memihak kepada kepentingan kaum buruh. Namun sistem ini pulalah yang menghancurkan negara mereka, sebut saja Rusia.
Kalau liberalisme ada kapitalis dalam sistem perekonomian mereka, maka komunis ada sistem ekonomi sosialis. Dan keduanya sangat bertolak belakang. Liberalisme membuka selebar-lebarnya akan kebebasan, sehingga siapa yang bermodal kuat maka ialah yang menang, sedangkan yang bermodal sedikit akan hancur. Sedangkan sosialis membatasi ruang gerak orang-orang kaya, bahkan lebih mengutamakan kepentingan kalangan bawah semata. Banyak sekali tipe-tipe sistem sosialis di dunia ini, dan berkembang di negara-negara khususnya Asia dan Afrika.
Sedangkan sistem berikutnya yaitu Demokrasi, yang sekarang ini “dikatakan” sebagai sistem yang paling baik di dunia. Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Kita mengenal yang namanya Trias politika, yaitu ada lembaga yudikatif, legeslatif, dan eksekutif. Dan demokrasipun terus berkembang sampai sekarang. Dan banyak juga negara yang memakai sistem ini, termasuk negara kita.
Sistem kerajaan tak perlu dijelaskan lebih lanjut, karena sudah jelas, bahwa negara dipimpin oleh seorang raja. Yang mana kewenangannya tak terbatas. Rajalah yang mengeluarkan peraturan, dan menghapus peraturan. Dan biasanya dalam sistem ini dikenal dengan adanya upeti, sedangkan di sistem seperti sosialis dan demokrasi kebanyakan pungutan kepada warga negara disebut dengan “pajak”. Dan ketika raja telah meninggal biasanya diganti oleh putra mahkota dari keturunan raja tersebut. Dan biasanya raja dilantik oleh seorang ulama yang terpandang, atau uskup atau biksu, tergantung negara tersebut agama apa yang dimiliki oleh sang raja.
Sistem yang terakhir adalah khilafah syar’iyah. Sistem apa ini? Tidak pernah dibahasnya sistem ini dikarenakan karena banyaknya orang-orang yang sangat membenci sistem ini. Sebab sistem ini mengharamkan yang namanya kesyirikan, maksiat, dan juga mengharamkan ketidak adilan. Yang mana mereka yang terbayangkan ketika melihat sistem khilafah syar’iyah ini adalah sebuah negara yang sempurna, yang aturan-aturannya sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah yang mana mereka sangat takut, sehingga tidak ada satupun manusia yang mampu untuk bisa mengubah sistem negaranya menjadi khilafah syar’iyah. Ada banyak faktor, mungkin juga dikerenakan masyarakatnya belum siap. (continue reading…)
Beberapa Pembahasan Seputar I’edul Fithri
by Abu Aisyah on Oct.06, 2008, under Aktual, As Sunnah, Catatanku, Fiqih
I’edul Fitri telah tiba, dan banyak orang-orang yang saling bersilaturahim dan saling ma’af-mema’afkan. Padahal ma’af mema’afkan itu sebenarnya lebih afdhol dilakukan ketika bulan Ramadhan, demikian juga silaturrahim, soalnya di bulan Ramadhan pahala digandakan oleh Allah Subhanahu wa ta’alaa.
Setelah satu bulan lamanya umat Islam menahan lapar dan haus, mereka sekarang telah meninggalkan Ramadhan yang tak akan bisa kita kembali lagi ke dalamnya, melainkan menunggu Ramadhan datang lagi tahun depan. Dan berharap agar seluruh amalan-amalan kebajikan yang telah dilakukan di bulan Ramadhan diterima semua oleh Allah Subhanahu wa ta’alaa. Dan selama 1 tahun kedepan kita juga berharap agar dipercepat bertemu dengan Ramadhan, dan itulah yang dilakukan oleh para shahabat ridwanu ‘ajma’in. (continue reading…)




