
Malang benar-benar kota kuliner, betapa tidak. Sekali anda menginjakkan kaki di kota ini, berbagai tempat makan tersedia. Mulai dari yang manis-manis, hingga yang sampai pedasnya amit-amit. Di Malang juga terkenal dengan makanan bakso khas Malang. Bakso khas Malang ini dulu awalnya dikenal dengan ukurannya yang tidak wajar (lebih gedhe) dan terkenal juga dengan bakwannya. Namun karena sekarang zaman semakin maju, mau tidak mau keinginan manusia pun semakin bertambah, dan ide-ide cemerlang pun dihasilkan. Sehingga bakso-bakso yang dulunya hanya sesederhana berisi penthol dan mie, sekarang bermutasi dengan variasi yang unik.
Tepatnya hari Ahad malam, saya dan istri di undang mencicipi Bakso Turki. Apa pula ini? Kalau dilihat dari namanya Turki adalah salah satu negara yang berada di perbatasan Eropa dan Asia. Negara ini dulunya dikenal dengan nama Konstatinopel, tempat di mana Salahudin menjadi pemimpin. Namun, ternyata bukan Turki itu yang dimaksud. Tetapi Turen Kidul, yakni sebuah nama daerah di Kota Malang. ![]()
Ketika saya datang ke sini, menurut pemiliknya, baru tiga hari buka. Dan ternyata sudah ada orang yang bolak-balik datang ke tempat itu. “Kami buka-nya sekitar jam sepuluh pagi sampai jam sembilan malam mas, itu pun kami tak menjamin jam sepuluh pagi benar-benar telah siap, sebab tergantung dari kemampuan saja”, ujar pemiliknya.
Baiklah, lalu apa istimewanya dari Bakso Turki ini? Yang jelas bakso tentunya ada pentol bakso, tapi apa yang ditawarkan oleh bakso ini? Perhatikan gambar berikut:
Anda bisa lihat, ada pentol daging sapi, pentol usus sapi, siomay, bihun, tahu, bakwan, dan ada irisan jeroan. Tak perlu lama-lama untuk menatap mangkok ini, segera saya memangsanya. Dan memang mantap banget, kuatnya nggak begitu asin, tapi pas. Dan yang pasti pentolnya empuk dan kenyal. Mungkin khasnya bakso ini adalah jeroannya. Jeroannya lebih gurih dari yang pernah saya makan di bakso-bakso yang lainnya.
Warung bakso ini terletak di Perumahan Mediterania Blok A-1. Anda bisa melihatnya ketika melintas di perumahan tersebut. Saya kebetulan saja ketika itu ditraktir jadi nggak bayar sama sekali. Hihihi. Tapi nggak maulah bercuap-cuap, coba saja sendiri deh. Dijamin anda bakal balik lagi ke sana.
Memang sih kamera yang saya gunakan untuk meliput sepertinya tidak terlalu bagus. Namun itu lebih baik daripada tidak ada skrinsyut sama sekali
.
Oya, posisinya di wikimapia kira-kira di sini.













ok, there will be my next destination
mediterania itu daerah mana?? Hayuuk kapan kesana. Secara ayas wong Turki juga. Turen ngidul 7kilo.
Penasaran. Sapa tau aku kenal. Grateeeeeeeeeees