Abu Aisyah Official Web Site

Kenapa Harus Kaget Bu Menteri?

by Abu Aisyah on Feb.04, 2010, under Catatanku

Pokoknya marah-marah

Setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, dan itu adalah tugas dari Departemen Kesehatan di negara kita. Tapi sampai sekarang pun kesehatan untuk rakyat kecil dan tidak mampu rasanya tidak tersentuh. Saya bisa merasakan bagaimana orang miskin diperlakukan tidak baik oleh rumah sakit, saya juga bisa merasakan bagaimana orang-orang seperti Bilqis yang harusnya hidupnya baik dan siapa tahu nanti dia ini akan mengubah dunia malah terbentur pada kasus-kasus yang tidak sesuai pada tempatnya.

Pada beberapa waktu  lalu saya membaca berita yang sebenarnya aneh untuk ukuran seorang menteri. Kenapa harus kaget mendengar kasus Bilqis menggalang dana ? Apa yang anda lakukan di atas sana? Enak-enakan sambil nonton sinetronkah? Tidak peduli kalau sekarang ada wabah penyakit karena banjir, Demam Berdarah kembali mewabah, tifus, mal praktek makin banyak, apalagi sampai kasus-kasus klasik orang miskin nggak bisa hidup sehat. Masalah-masalah seperti ini seharusnya menjadi pekerjaan rumah bagi departemen kesehatan. Memangnya kalau bukan Departemen kesehatan siapa lagi yang harus disalahkan? Kami? rakyat kecil yang selalu berusaha sendiri ngalor ngidul?

Masih ingat dengan kasus Prita dengan RS Omni dulu? Yang mana justru DepKes malah memberikan solusi yang memalukan, terlalu memojokkan untuk disebut sebagai draft perdamaian. Entah apa yang ada di pikiran Departemen Kesehatan kala itu. Apakah takut dengan reputasi RS Omni ? Ataukah memang keduanya main mata? Sebagai orang yang duduk di pemerintahan, apalagi sebagai seorang mentri apakah harus hal ini tersiar ke media lalu masa yang membantu baru kemudian departemen mulai membantu? Kemana saja dirimu bu menteri? Kenapa harus kaget?

Saya beri contoh sebuah contoh seorang pemimpin. Sebut saja Umar bin Khaththab radhiyallahu’anhu. Ketika malam tiba, beliau tidak tidur, setelah sholat Isya’, beliau mengunjungi rakyatnya, melihat bagaimana rakyatnya. Yang mana memang hal ini jarang atau bahkan tidak dilakukan oleh para pemimpin jaman sekarang. Mereka kalau sudah ada di kursi pemerintaha yang enak, pasti malam hari sudah tidur pulas. Mungkin memang ada yang seperti Umar, tapi saya tidak tahu siapa orangnya. Kalau pun ada, bisa dihitung dengan jari.

Ada yang menarik ketika kemarin salah seorang teman memberikan sebuah link tentang kinerja seorang Dahlan Iskan. Terus terang saya suka dengan gaya CEO Jawa Pos dan sekarang menjadi Dirut PLN tersebut. Kenapa? Sebab untuk mengetahui permasalahan ia sangat merinci, seperti kasus listrik mati 10 jam di Surabaya. Sehingga ia bisa menyimpulkan pokok permasalahan, tapi itu lebih baik daripada sekear kaget. Kalau misalnya anda (bu menkes) punya pemikiran yang bagus, tentunya anda akan meruntut masalah ini, kenapa koq sampai keluarga Bilqis menggalang dana. Tentunya ada apa-apanya di Departemen Kesehatan sendiri.

Masyarakat sekarang ini pesimis terhadap pemerintah, kenapa? Karena korupsi yang merajalela, konspirasi, sulitnya birokrasi atau bahkan mungkin lebih ruwet dari sekedar benang layang-layang yang biasanya dimainkan oleh bocah-bocah di lapangan ketika musim kemarau tiba. Kenapa hal ini tidak bisa dilihat oleh anda sebagai seorang menteri? Coba juga anda lihat tentang kesehatan masyarakat, contohnya rakyat kecil yang memang ingin mendapatkan kesehatan yang layak masih terbentur masalah ekonomi. Seorang ibu tidak bisa mengambil bayinya hanya gara-gara tidak bisa membayar biaya persalinan, seorang ayah tidak bisa mengambil putranya yang habis operasi gara-gara dia seorang tukang becak yang tak bisa membayar biaya operasi yang setara seratus kali lipat dari biaya makannya.

Mungkin anda yang berada di kasta atas, lebih bisa hidup enak. Tidak pernah mencoba untuk menjadi seorang pengemis seperti mereka. Saya merasa ironis sekali melihat hal ini, di sebuah negara yang kaya, tapi para penduduknya mengemis di negrinya sendiri. Anda adalah seorang mentri, jangan kaget, sebab ini adalah persoalan klasik yang harusnya sudah masuk pada program 100 hari anda. Bukan begitu? Lupakan saja gajimu kalau kau tidak bisa menjalankan program dengan benar. Percuma engkau makan gaji, tapi persoalan-persoalan klasik tidak bisa diatasi, bahkan mungkin untuk 5 tahun ke depanpun tidak akan selesai.

Saya berdo’a semoga anda yang bisa membaca ini, sadar akan diri anda. Sehingga yang kami harapkan yaitu rakyat indonesia adalah kasus-kasus seperti ini tidak ada lagi. Buat apa bertitel menteri tapi tidak bisa menangani masalahnya sendiri. Janganlah sibuk tebar pesona, tapi sibuklah untuk mengurusi apa yang sudah menjadi tugasmu. Waktu 5 tahun itu singkat, kalau tidak sekarang membenahi Depkes, mau kapan lagi?

:, ,

Leave a Reply

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!