Hmm,…tulisan ini adalah uneg-uneg saya soal politik. Well, sekalipun bukan ahli politik saya pun ingin mengeluarkan pendapat saya. Namanya juga pendapat bisa salah bisa benar. Ntar malah kena UU ITE lagi
. Maraknya berita di koran, internet dan televisi mengenai calon presiden yang sebentar lagi mengisi jabatan di Istana negara membuat rakyat terus mengikuti perkembangan informasi ini. Indonesia sebagai negara yang menganut sistem Demokrasi Pancasila sebentar lagi akan menggelar pesta Demokrasi. Dan dari sini pun saling serang antara ketiga kubu, baik kubu Mega, SBY, dan JK.
Seperti yang kita ketahui dulu, sebelum SBY memimpin, negara Indonesia dipimpin oleh Megawati Soekarno Putri. Seorang anak dari Proklamator Indonesia. Tentunya cita-cita Megawati untuk jadi presiden kesampaian walaupun dengan cara menggantikan posisi seorang Gus Dur. Gus Dur seperti kita ketahui dalam berpolitik, beliau tidaklah sehebat yang diperkirakan orang-orang. Mungkin karena faktor karismatik, karena ia adalah seorang kyai NU yang notabene, kita tahu kalau para kyai NU kepada santrinya seolah-olah kyai itu punya keistimewaan. Kita bisa lihat koq di pesantren-pesantren tasawuf, bagaimana mereka berebut minuman bekas kyai mereka, berebut mencium tangan mereka dan kalau kyai mereka sudah meninggal, mereka membangun kuburannya. Intinya adalah Gus Dur kurang lebih seperti itu kepada pengikutnya, bahkan sampai sekarang pun masih banyak yang seperti itu. Ayah saya, termasuk salah satu penggemar Gus Dur–maksudnya fans beratnya. Bahkan ketika Gus Dur turun jabatan dari presiden dulu, ia sempat apa ya….nggak sreg. Apalagi setelah Megawati menggantikannya.
Kebijakan-kebijakan yang ada setelah Megawati memimpin pun sebenarnya tidak berbeda banyak, malah sering belanja. Sebagaimana kita tahu Indonesia membeli pesawat Sukhoi dan juga membangun jembatan Suramadu–ironisnya selesai ketika SBY mendekati masa akhir jabatan. Dan ketika Megawati memimpin juga, ada berbagai kontroversi. Diantaranya adalah orang-orang seperti saya yang tidak setuju wanita memimpin sebuah negara. Sebab ada sebuah hadits yang berbunyi:
“Tidak akan beruntung suatu negara, apabila dipimpin oleh seorang wanita”. — saya lupa riwayat siapa, nanti kalau saya sudah temukan akan saya tulis di sini.
Dan benar koq, Indonesia hutangnya nambah, aset negara dijual, dan kebijakan pemerintah sepertinya tumpul untuk menuntaskan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme di negara Indonesia ini. Di jaman Megawati juga ternyata Megawati tak bisa mendamaikan peperangan suku yang terjadi di Indonesia, kita tentunya masih ingat kasus di Kalimantan, dan terus terang sampai sekarang mungkin belum berubah. Dan anehnya Indonesia tidak berswasembada beras lagi? Kemudian menguaknya kasus ilegal logging, mantan gubernur BI yang korupsi lari ke luar negeri.
Kemudian ketika masa SBY, keadaan “agak membaik”, tapi sayangnya entah kenapa, mungkin sudah taqdir Allah, bencana datang silih berganti. Seolah-olah tiada habisnya. Lapindo, Tsunami, gempa bumi dan sebagainya melanda Indonesia. Dan yang terakhir yang lebih seru lagi adalah langit yang tidak bersahabat terhadap bumi. Pesawat berjatuhan. Hukum pun tidak bisa ditegakkan dengan baik. Orang yang berangkat haji kacau. Korupsi menimpa kejaksaan, anggota DPR, hakim, dan dengan tidak malu-malunya anggota DPR sekarang lebih senang mendapatkan cicin 10 gr yang diambil dari uang rakyat untuk perpisahan mereka.
Inilah Indonesia, tumbuh di bawah pemimpin yang mengenyangkan perut mereka. Tumbuh di bawah pemimpin yang memakan uang rakyat mereka. Ironisnya hal ini terus berulang. Dari jaman sejak Indonesia pertama kali dipimpin oleh seorang bernama Soekarno, sampai sekarang, Indonesia tidak berubah. Padahal, sekarang banyak orang-orang yang lebih pintar daripada orang-orang jaman dulu. Okelah, kalau jaman Soeharto sudah selesai, orang-orang sudah terbebas dari kediktatorannya, namun ternyata virus dari kemalasan, korupsi, dan berbagai hal yang ujung-ujungnya untuk perut dan diantara dua paha pun masih ada di dalam tubuh para pejabat.
Kita seakan-akan tidak dihebohkan lagi dengan kasus hakim atau jaksa yang main suap. Bahkan kasus anggota DPR ataupun pejabat pemerintah yang berbuat mesum, memperkosa, memesan wanita, bahkan mereka sudah tahu salah, malah bangga. Tidakkah mereka mencambuk diri mereka dan mengatakan bahwa saya menyesal dan mundur dari jabatan.
Bagaimana dengan Jusuf Kala? Saya terus terang tak tahu tentang Jusuf Kala selain dia adalah seorang pengusaha yang sukses. Sedangkan Wiranto, yang saya tahu, dia orang yang menggunakan kesempatan dalam kesempitan. Ketika dulu harga BBM naik, dia iklan di surat kabar “Kenapa SBY mengingkari janji untuk tidak menaikkan harga BBM?” dan dia mengambil simpati rakyat dengan makan nasi aking. Menurut saya memang dia adalah seorang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, dari sejak SBY memerintah, ia telah menjadi oposisi. Apakah ia bisa merubah Indonesia bersama JK jika terpilih nantinya? Kita lihat saja.
Ada beberapa PR sebenarnya yang harus diperhatikan oleh calon presiden saat ini:
1. Kesyirikan di Indonesia
Kesyirikan di Indonesia, sangat mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, dari dulu sampai sekarang kesyirikan ini tidak pernah ada habisnya. Praktek dukun-dukun dilegalkan, bahkan tidak diawasi oleh pemerintah. Patung-patung disembah, bahkan banyak orang yang rebutan tumpeng hanya untuk cari berkah. Orang-orang berdalih itu adalah adat. Memang itu adalah adat, tapi kalau jauh dari agama, justru menuju kepada kesyirikan, maka harus ditinggalkan dan harus dihapus. Saya lebih berpikir rasional, yaitu kalau ada adat-istiadat yang bertentangan dengan agama, maka sebaiknya ditinggalkan.
Masih banyak adat-istiadat yang sesuai dengan norma agama. Sangat banyak malah. Tapi kenapa yang sesuai dengan norma agama itu ditinggalkan malah menganggap yang tidak sesuai dengan norma agama itu dibolehkan? Contohnya adalah ketika Grebeg Suro, kita tahu bagaimana di Solo orang-orang berebebut ‘tahi’ kebo. Mereka menganggap tahi kebo itu bisa menyembuhkan penyakit. Secara medis pun tidak masuk akal, bahkan secara akalnya manusia pun hal itu tidak mungkin. Jadi siapa yang dibilang bodoh? Saya yang mengatakan bahwa kegiatan itu adalah kesyirikan, atau mereka yang menganggap bahwa itu sah-sah saja?
2. Hutang Luar Negeri.
Kalau bisa Indonesia tak perlu berhutang. Indonesia ini kaya akan sumber daya alam. Ambil sumber daya Indonesia sebaik-baiknya, hingga hutang negara terbayar. Memperjuangkan agar aset negara kembali ke Indonesia itu adalah hal yang sangat bagus. Kalau bisa Free-Port dinasionalisasikan, bahkan Indosat dan Telkomsel kembali dikuasai oleh BUMN. Kalau sampai hal itu bisa maka sudah barang tentu Indonesia akan lebih kaya lagi.
3. Korupsi
Korupsi harus diberantas, bahkan kalau melihat rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam yang tega untuk memotong sendiri lengan anaknya kalau sampai mencuri, maka sudah tentu hal ini harus diperhatikan oleh setiap pihak. Korupsi bukan saja memakan uang haram, tapi juga memakan uang rakyat. Memakan uang rakyat sama saja dengan mencuri dari rakyat, sama saja dengan memakan api. Dan lebih baik, para pejabat itu berzakat, mungkin hanya beberapa orang saja yang tahu berzakat, selebihnya mungkin mereka tak pernah berzakat, apakah mereka takut dengan harta mereka yang mana di hari akhir nanti akan disetrika-kan di punggung mereka?
4. Pendidikan
Pendidikan di Indonesia termasuk pendidikan yang sangat rendah. Sangat rendah, karena masih banyak siswa yang tidak lulu, mencontek, bahkan dengan sistem yang sekarang ini sangat mustahil pendidikan Indonesia bisa maju. Kalau boleh berpendapat, saya lebih ingin pendidikan agama di sekolah-sekolah itu lebih banyak jamnya daripada ilmu pengetahuan yang lain. Pendidikan agama di Indonesia ini sangat mengenaskan. Dari pertama kali sekolah SD kelas 1, kita hanya mendapatkan jatah 2 jam pelajaran agama, padahal ilmu agama itu luas dan harus diketahui seluruh umat manusia.
Tak heran kalau Indonesia banyak korupsi, tak heran juga banyak pelanggaran hukum, tak heran juga banyak kasus asusila dan sebagainya. Sebab orang-orang itu tak takut terhadap dosa, mereka tak takut terhadap siksa dan neraka. Coba kalau mereka faham terhadap agama, mereka takut berbuat dosa dan seterusnya.
5. Militer
Pada dasarnya Indonesia ini tidak canggih dalam pertempuran udara, apalagi dalam pertempuran laut. Sejarah mencatat Indonesia tidak pernah menang dalam pertempuran udara dan laut. Masih ingat tentang Adi Sucipto? Masih ingat tentang Yos Sudarso? Indonesia itu canggih dalam pertempuran darat. Nah, maka dari itu perlulah ditingkatkan lagi militer di udara dan di darat. Bukan hanya teori saja, tetapi juga peralatan tempur ditingkatkan lagi. Apa gunanaya LIPIA?
Negara-negara maju seperti Uni Soviet, Korsel, Amerika, Jepang, mereka punya badan riset untuk militer mereka. Kenapa Indonesia tidak punya? Rugi uang milyaran yang digunakan untuk membuat server besar, dengan database Oracle, yang digunakan di Departemen Pertahanan itu kalau tidak digunakan secara maksimal!! Saya pernah diceritakan seorang teman bagaimana kondisi canggihnya komputer di DepHan, tapi kalau yang lain tidak canggih ya apa gunanya. Maksimalkan badan riset di militer, agar jangan sampai kalah dengan negara lain.
Sebenarnya ada banyak sih, tapi sayang otak saya hanya muat 5 poin. Udah lelah nulis, mungkin ini 5 poin yang penting. Disamping ada poin-poin lainnya yang tak bisa saya sebutkan di tulisan ini. Btw, maju terus Indonesia. Saya tahu suatu saat nanti kamu akan menjadi penguasa dunia dan seluruh negara dari barat sampai timur akan menghormatimu bahkan lebih takut kepadamu daripada mereka takut kepada Amerika dan sekutunya.








mengenai poin 2 sih, kalo kata salah satu dosen – tidak apa-apa perusahaan-perusahaan dimiliki oleh swasta tapi kontrol dan aturan dari pemerintahnya harus bagus. Dan perusahaan-perusahaan tersebut juga tentunya harus meningkatkan kualitasnya jika masih ingin bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain yang sejenis.
pertamax?