Abu Aisyah Official Web Site

Bisa Karena Mencoba dan Belajar (story about linux and me)

by Abu Aisyah on May.04, 2009, under Catatanku

Siapa yang tidak kenal dengan Linux? Sebuah OS yang sekarang ini sedang digandrungi oleh semua orang. Baik itu orang awam, ataupun para geek yang sudah berjumpalitan mengenyam asam manisnya sebuah Operating System. Dan kalau tidak ada yang kenal linux, perlu ditanya orang itu, “Anda tinggal di planet mana?”

Linux bermula dari sebuah experimen kecil yang dilakukan oleh seorang remaja bernama Linus Trovalds. Seorang mahasiswa yang berasal dari Finlandia tersebut menyukai induk dari Linux itu sendiri, yaitu Unix. Linux-pun akhirnya dengan cepat berkembang setelah first realease-nya disebar di internet. Setiap orang mengembangkan, setiap orang mem-patch, setiap orang akhirnya mendistribusikannya hingga sekarang linux mempunyai ratusan distro, bahkan ribuan.

Sesuai dengan perkembangannya, linux sekarang sudah bisa menjamah berbagai aplikasi-aplikasi yang jalan di OS lain. Sebut saja Windows. OS yang menjadi pesaing utama linux ini merupakan OS yang lebih friendly daripada linux. Terus terang, saya pertama kali kenal komputer itu adalah dari Windows, dan pertama kali kenal komputer dulu itu, nggak faham apa itu mouse, bagaimana juga caranya mengoperasikan keyboard. Semenjak pertama kali ikut ketrampilan komputer, khususnya DOS saya lebih senang dan lebih faham mengetik dengan tampilan layar hitam putih, tapi ketika sudah masuk Windows yang lebih berwarna, bisa dibayangkan betapa kagetnya saya dan terkejut. Bagaikan orang yang mendarat di sebuah planet asing.

Apa yang pertama kali anda rasakan ketika menyentuh Windows, adalah sama ketika anda menyentuh Linux. Tampilan layarnya, cara pengoperasiannya, anda akan sangat berhati-hati. Ibaratnya OS yang baru saja anda pegang itu adalah bom yang kalau kabelnya diputus akan meledak tiba-tiba–namun sebenarnya tidak. Justru dengan kita melakukan sebuah kesalahan, disitulah kita belajar. Sebagaimana saya ketika menginstall linux pertama kali. Saya sampai kehilangan data-data saya di Hard Disk. Bagaimana tidak, dari pengalaman menginstall Windows yang sudah saya pakai sejak SMA, sekarang menginstall sesuatu yang tidak pernah saya pakai sebelumnya.

Awalnya gagal, kedua berhasil–walau banyak error, ketiga menyenangkan, keempat ingin coba install yang lain. Itulah sensasi saya ketika mencoba linux. Penasaran ingin mencoba semuanya. Walau ingin mencoba semuanya, tercatat hanya beberapa distro yang pernah saya install diantaranya, Red Hat, Suse, Mandrake, DSL, Fedora, Knoppix, Slackware, Ubuntu, dan beberapa lainnya–lupa yang lainnya :D .

Linux itu ibarat anda menemukan sebuah pulau terpencil, yang mana di sana ada sebuah kastil. Kastil itu tidak begitu mewah dan megah, namun kastil itu bisa anda bangun sendiri. Pulau itu sendiri terhubung dengan pulau-pulau lainnya, yang mana anda bisa mengambil resource dari pulau-pulau yang lainnya tanpa diperiksa macam-macam oleh pemilik pulau-pulau yang lain tersebut. Kastil itu punya proteksi, setiap anda ingin masuk ke kastil ada beberapa tahapan sekuriti yang harus anda lewati. Untuk masuk ke ruangan raja, anda diharuskan memberikan user dan password untuk masuk ke sana. Dan anda pun bisa mengupgrade kastil anda tanpa anda harus menghancurkan apa yang telah anda bangun.

Linux adalah kreatifitas. Lahir dari tangan-tangan yang kreatif. Dan akhirnya tumbuh subur dikalangan orang-orang yang kreatif. Sekarang pun kalau anda memakai linux anda akan lebih dimanjakan lagi, karena anda bisa “ngoprek” barang aneh ini menjadi seperti bahkan mirip dengan windows. Baik itu themes, panel, bahkan nama-nama aplikasinya bisa anda sesuaikan dengan Windows. Bahkan sekarang pun aplikasi-aplikasi di Windows bisa anda jalankan secara cross-over melalui OS linux. Walaupun masih ada perbaikan di sana-sini, tapi Linux sekarang sudah menjadi trend anak muda di perkuliahan. Mereka yang asing dengan Linux tentu akan dianggap “Anda tinggal di planet mana?” seperti itulah. Perlu diketahui juga, untuk memangkas budget yang sangat besar sekarang ini, dinas-dinas pemerintah sekarang ini mencoba untuk merambah dunia open source. Hasilnya, walupun komputer ber-OS windows, tapi mereka menggunakan sepenuhnya software-software free dan legal.

Jadi untuk para newbie, menginstall linux itu adalah sebuah tantangan. Sama seperti ketika anda pertama kali menginstall windows. Ada rasa berhati-hati yang sangat. Namun semua itu adalah cara belajar yang paling baik. Learning by doing, bukan learning by looking. Dan akhirnya sebenarnya linux itu menyenangkan, apalagi kalau anda sampai kepada mendevelop-nya. Banyak aplikasi-aplikasi open source yang sebenarnya masih luas lagi untuk  di-”oprek”. Sering ikuti komunitas-komunitas open source, karena hal itu bisa membantu kita ketika mengalami masalah-masalah yang tiba-tiba saja muncul di saat kita bekerja menggunakan OS Linux. Percayalah, “Komunitas adalah resource berharga”!!


Leave a Reply

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!