« Menengok Pembagian Zakat yang Ricuh | Home | Menjelang Perpisahan dengan Sang Kekasih »
Puisi Ramadhan
By Abu Aisyah | September 17, 2008
Dunia membutakanku seperti bulan tertutup awan
Hawa nafsu membelenggu seperti diikat tali rotan
Namun kesejukan yang diharapkan telah datang
Dan ketaqwaanpun mulai menjadi hal yang paling disayang
Luapan kesenangan datang ketika kekasih tiba
Kekasihku berjumlah dua sembilan atau tiga puluh
Namun sedih datang tiba-tiba
Ketika tak terasa lilin waktu mulai luluh
Ramadhan yang indah sudah setengah jalan
Sudahkah dosa-dosa ini terhapuskan
Dosa yang laksana buih di lautan
Atau besarnya laksana bumi sembilan
Duhai Ar Rahmaan Duhai Al Ghafur
Sungguh aku bersujud pada-Mu bersungkur
Merendahkan diriku dengan hina
Kuserahkan segalanya kepada-Mu
Ampunilah aku, maafkanlah aku, berikanlah aku rahmat-Mu
Sungguh tak ingin kujadi merugi sepeninggal bulan yang mulia
Kubaca untaian Kalam-Mu
Kureguk dahaga ilmu
Kubasahi lisan dengan dzikir kepada-Mu
Kupayahkan diriku untuk berdiri mengingat-Mu
Semua itu hanya untuk-Mu wahai tuhan-Ku
Tiada yang berhak diibadahi melainkan Engkau
Sujudku hanya untuk-Mu
Topics: Aktual |


October 11th, 2008 at 5:47 pm
CintaNya Chaya Yang Menerangi
http://www.duniasastra.com
Hati yang tercerahkan oleh cahaya Cinta, lebih berharga daripada semua kilau permata di dunia.
Tak ada penyembuh yang lebih baik daripada kehadiran orang yang dikasihi bila seorang pecinta sakit . Dan Tak seorang pun dapat mempercayai suatu perlindungan, betapa pun besarnya, kecuali perlindungan yang diberikan oleh Cinta.
Semua ‘kekuatan ajaib” -ada dan tercipta karena dorongan Cinta.
Betapa seorang induk ayam akan bertarung mati-matian dengan musang demi mempertahankan kelangsungan hidup anaknya.
Betapa ruang waktupun takluk dalam genggaman cinta, pernahkah kau rasakan ketika kekasih berada disisi?. Satu hari berpisah dalam Cinta sama dengan seribu tahun, dan seribu tahun bersama Kekasih terasa hanya sehari. Perjalanan ribuan kaki terasa hanya beberapa kaki, dan beberapa kaki terasa ribuan kaki tanpa kehadiran-Nya..
Dalam kesadaran Cinta. bentuk Cinta yang paling hakiki adalah Cinta kepada-Nya sebagai bentuk total penyerahan diri terhadap Sang Penggenggam Hidup, sedang cinta pada insan dan alam semesta menciptakan keadaan surgawi- apabila berlandaskan Cinta ; menjadi kabut duniawi bila menjelma hasrat nafsu.
Aku tak pernah tahu seberapa kerasnya hati ini, apakah sekeras baja?….bila ya,maka aku akan mengharap api cinta melelehkannya hingga ku dapat membentuk dan menjadikannya kembali dingin. Bila hatiku selembut lilin yang mudah meleleh ketika tersentuh api maka kuyakin dengan sumbu yang ideal,maka kudapat mempertahankan nyalanya hingga habis terbakar……Ataukah hatiku seperti kertas? Menyala dengan cepat lalu menjadi asap sekejap.
Dalam keheningan ini, kuingin kau tahu bahwa Cinta-Nya pada kita laksana bara api yang saling terkait , yang terangnya adalah cahaya atas cahaya. Bila api cinta ini menyala, maka Sang Terkasih akan menerangi jalan dan kegelapanpun lenyap.
Mungkinkah kita dapat mempertahankan api cinta kita, untuk tetap menyatu dalam cahaya keterpisahan-Nya?….
Kala jiwa terbangun dalam keterjagaan malam, Pernahkah jiwa bertanya : “Mengapa tiba-tiba hati ini selembut kapas?!”,….”Sihir macam apakah yang melemahkan kemudaan dari bahu dan mematahkannya hingga hancur berkeping-keping?!”…
Tolaklah kenyataan ini, maka retaklah cermin itu, bukankah merupakan kesia-siaan belaka, seumpama wajah rupawan berkaca pada cermin yang retak ?. Dan Bagiku jiwa yg resah…. dapatkah jiwa memandang diri sebelum memandang orang lain?!…..dan dapatkah kau bangkit dari kematianmu sebelum kau menuju pada kematian yang sesungguhnya?!”……
Rahasia setiap pencapaian dalam setiap agama dan mistisme adalah Cinta. Konon tanpa Cinta sang pencari akan menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam jalur ini, dan akan selalu gagal untuk memusatkan pikiran mereka pada satu kesadaran.
Laksana “mata ketiga”, pesan telepati yg disampaikan kepada kekasih menghadirkan bunga-bunga Imajinasi, pikiran, mimpi dan visi seorang pecinta, semuanya mengungkapkan segala sesuatu tentang Dia yang dicintainya.
Tetapi cinta memaksa pecinta, menahan visi tentang kekasihnya di depan pandangan-Nya yang tertutup oleh pandangannya. Cintanya sendiri adalah Cermin pemantul bagi bayang yg bercerita tentang diri, ,orang lain serta lingkungan yang dikasihinya.
Dan aku menyadari tiada daya yang lebih besar daripada Cinta. Semua kekuatan muncul ketika cinta bangkit di dalam hati.
Andai mereka tahu bahwa rahasia semua itu berada di dalam Cinta!
Hartono Beny Hidayat
Dalam tangisku ini, Ya Allah, anugerahilah jiwa hambamu ini dengan hangatnya CintaMu,
dan mencintai mereka yang mencintaiMu,
dan mencintai apapun yang mendekatkan aku padaMu,
dan jadikan cintaMu lebih berharga bagiku daripada air segar bagi dahaga.