• Tags

  •  

    September 2008
    M T W T F S S
    « Aug   Oct »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Recent Posts

  • Recent Comments

  • Archives

  • Tanggal Hijriyah

  • Join Blogger-Ngalam

  • Adds

    Add to Technorati Favorites
  • Google Groups
    Subscribe to id-muslim
    Email:
    Visit this group

    « Menengok Pembagian Zakat yang Ricuh | Home | Menjelang Perpisahan dengan Sang Kekasih »

    Puisi Ramadhan

    By Abu Aisyah | September 17, 2008

    Dunia membutakanku seperti bulan tertutup awan
    Hawa nafsu membelenggu seperti diikat tali rotan
    Namun kesejukan yang diharapkan telah datang
    Dan ketaqwaanpun mulai menjadi hal yang paling disayang

    Luapan kesenangan datang ketika kekasih tiba
    Kekasihku berjumlah dua sembilan atau tiga puluh
    Namun sedih datang tiba-tiba
    Ketika tak terasa lilin waktu mulai luluh

    Ramadhan yang indah sudah setengah jalan
    Sudahkah dosa-dosa ini terhapuskan
    Dosa yang laksana buih di lautan
    Atau besarnya laksana bumi sembilan

    Duhai Ar Rahmaan Duhai Al Ghafur
    Sungguh aku bersujud pada-Mu bersungkur
    Merendahkan diriku dengan hina
    Kuserahkan segalanya kepada-Mu
    Ampunilah aku, maafkanlah aku, berikanlah aku rahmat-Mu
    Sungguh tak ingin kujadi merugi sepeninggal bulan yang mulia

    Kubaca untaian Kalam-Mu
    Kureguk dahaga ilmu
    Kubasahi lisan dengan dzikir kepada-Mu
    Kupayahkan diriku untuk berdiri mengingat-Mu
    Semua itu hanya untuk-Mu wahai tuhan-Ku
    Tiada yang berhak diibadahi melainkan Engkau
    Sujudku hanya untuk-Mu

    Topics: Aktual |

    One Response to “Puisi Ramadhan”

    1. benny Says:
      October 11th, 2008 at 5:47 pm

      CintaNya Chaya Yang Menerangi

      http://www.duniasastra.com

      Hati yang tercerahkan oleh cahaya Cinta, lebih berharga daripada semua kilau permata di dunia.

      Tak ada penyembuh yang lebih baik daripada kehadiran orang yang dikasihi bila seorang pecinta sakit . Dan Tak seorang pun dapat mempercayai suatu perlindungan, betapa pun besarnya, kecuali perlindungan yang diberikan oleh Cinta.

      Semua ‘kekuatan ajaib” -ada dan tercipta karena dorongan Cinta.
      Betapa seorang induk ayam akan bertarung mati-matian dengan musang demi mempertahankan kelangsungan hidup anaknya.
      Betapa ruang waktupun takluk dalam genggaman cinta, pernahkah kau rasakan ketika kekasih berada disisi?. Satu hari berpisah dalam Cinta sama dengan seribu tahun, dan seribu tahun bersama Kekasih terasa hanya sehari. Perjalanan ribuan kaki terasa hanya beberapa kaki, dan beberapa kaki terasa ribuan kaki tanpa kehadiran-Nya..

      Dalam kesadaran Cinta. bentuk Cinta yang paling hakiki adalah Cinta kepada-Nya sebagai bentuk total penyerahan diri terhadap Sang Penggenggam Hidup, sedang cinta pada insan dan alam semesta menciptakan keadaan surgawi- apabila berlandaskan Cinta ; menjadi kabut duniawi bila menjelma hasrat nafsu.

      Aku tak pernah tahu seberapa kerasnya hati ini, apakah sekeras baja?….bila ya,maka aku akan mengharap api cinta melelehkannya hingga ku dapat membentuk dan menjadikannya kembali dingin. Bila hatiku selembut lilin yang mudah meleleh ketika tersentuh api maka kuyakin dengan sumbu yang ideal,maka kudapat mempertahankan nyalanya hingga habis terbakar……Ataukah hatiku seperti kertas? Menyala dengan cepat lalu menjadi asap sekejap.

      Dalam keheningan ini, kuingin kau tahu bahwa Cinta-Nya pada kita laksana bara api yang saling terkait , yang terangnya adalah cahaya atas cahaya. Bila api cinta ini menyala, maka Sang Terkasih akan menerangi jalan dan kegelapanpun lenyap.
      Mungkinkah kita dapat mempertahankan api cinta kita, untuk tetap menyatu dalam cahaya keterpisahan-Nya?….

      Kala jiwa terbangun dalam keterjagaan malam, Pernahkah jiwa bertanya : “Mengapa tiba-tiba hati ini selembut kapas?!”,….”Sihir macam apakah yang melemahkan kemudaan dari bahu dan mematahkannya hingga hancur berkeping-keping?!”…

      Tolaklah kenyataan ini, maka retaklah cermin itu, bukankah merupakan kesia-siaan belaka, seumpama wajah rupawan berkaca pada cermin yang retak ?. Dan Bagiku jiwa yg resah…. dapatkah jiwa memandang diri sebelum memandang orang lain?!…..dan dapatkah kau bangkit dari kematianmu sebelum kau menuju pada kematian yang sesungguhnya?!”……

      Rahasia setiap pencapaian dalam setiap agama dan mistisme adalah Cinta. Konon tanpa Cinta sang pencari akan menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam jalur ini, dan akan selalu gagal untuk memusatkan pikiran mereka pada satu kesadaran.

      Laksana “mata ketiga”, pesan telepati yg disampaikan kepada kekasih menghadirkan bunga-bunga Imajinasi, pikiran, mimpi dan visi seorang pecinta, semuanya mengungkapkan segala sesuatu tentang Dia yang dicintainya.

      Tetapi cinta memaksa pecinta, menahan visi tentang kekasihnya di depan pandangan-Nya yang tertutup oleh pandangannya. Cintanya sendiri adalah Cermin pemantul bagi bayang yg bercerita tentang diri, ,orang lain serta lingkungan yang dikasihinya.

      Dan aku menyadari tiada daya yang lebih besar daripada Cinta. Semua kekuatan muncul ketika cinta bangkit di dalam hati.
      Andai mereka tahu bahwa rahasia semua itu berada di dalam Cinta!

      Hartono Beny Hidayat

      Dalam tangisku ini, Ya Allah, anugerahilah jiwa hambamu ini dengan hangatnya CintaMu,
      dan mencintai mereka yang mencintaiMu,
      dan mencintai apapun yang mendekatkan aku padaMu,
      dan jadikan cintaMu lebih berharga bagiku daripada air segar bagi dahaga.

      Terima kasih atas promosinya mas, tapi maaf, saya nggak tertarik ikutan webnya. Saya bukan penyair. Bagi saya, sebagaimana tafsir dari surat Al Fatihah, dalam beribadah tidak hanya cinta saja. Bahkan tidak hanya cinta yang bisa menggerakkan dunia ini. Banyak faktor, diantaranya adalah Rahmat Allah, Iradah-Nya, dan dalam beribadah ada 3 hal yang tidak boleh lepas dari salah satunya, yaitu Cinta, Penuh Harap, dan Takut.

      Jadi tidak hanya cinta yang jadi satu-satunya rasa untuk pencapaian ibadah. Tapi 3 hal ini.

    Comments