« Namanya Amjad Hana’ Mufidah | Home | Sekilas Info tentang Yahoo Messenger »
Kenapa Harus Open Source?
By Abu Aisyah | February 16, 2008
Di dalam dunia software, kita mengenal istilah Shareware, Freeware, dan juga Open Source. Apa sih sebenarnya istilah-istilah itu? Istilah-istilah itu adalah istilah tentang akuisisi pembuat software tersebut terhadap hak ciptanya. Entah itu dipakai ataupun diubah, ataupun dikembangkan. Kita bahas satu-satu.
Shareware, adalah sebuah akuisisi pada sebuah software di mana apabila kita mau memakai software tersebut, maka harus atas seijin yang membuat(dalam hal ini registrasi). Dalam hal ini entah apa yang diinginkan si pembuat maka kita harus mengikuti EULA yang telah ia tetapkan, dengan membayar sesuai dengan harga yang ditawarkan oleh si pembuat.
Freeware, adalah sebuah akuisisi pada sebuah software di mana software tersebut sudah jadi dan bebas kita gunakaan kapanpun dan di manapun. Dan pemilik software tersebut tidak mendapatkan keuntungan apapun darinya. Kita boleh menggunakan dengan seijin ataupun tidak dari pemilik software tersebut.
Open Source, adalah sebuah akuisisi pada sebuah software dan juga source yang mana software tersebut boleh dipakai, diubah, dikembangkan sesuai dengan kehendak pemakai. Keuntungan yang di dapat darinya tidak akan nampak pada open source, karena program ini disebar luaskan, didistribusikan dengan gratis. Namun tetap dicantumkan di software tersebut tentang nama si pembuat.
Indonesia Goes to Open Source (IGOS) adalah sebuah trend terbaru saat ini, di mana Office, Education dan Bisnis sudah mulai melirik Open Source. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang mayoritas masyarakatnya kreatif. Mereka bisa mendapatkan Microsoft Windows XP Professional hanya dengan harga Rp. 5.000,- saja. Tidak berlebihan, karena selain sebagai negara agraris, ternyata juga agraris Indonesia tidak hanya dalam hal membajak sawah, tapi juga membajak software-software original shareware.
Diharapkan dengan IGOS ini Indonesia mulai melangkah menuju jalan yang lebih halal, dan menuju sebuah negara yang maju. Karena dengan menggunakan Open Source, seseorang akan lebih dituntut untuk belajar, dan tidak sekedar malas-malasan dengan asal klik dan drag. Dengan open source seseorang mahasiswa yang berada di kampus, akan dituntut untuk kreatif mengembangkan sendiri aplikasi-aplikasi Open GL sesuai dengan kreatifitas mereka. Sehingga muncullah manusia-manusia baru yang akan bisa mengangkat nama bangsa Indonesia di mata dunia.
Mungkin yang lebih saya tekankan di sini adalah Linux. Linux adalah sebuah Operating System yang portable. Hanya dalah beberapa tahun OS ini bisa sejajar dengan Windows. Padahal Windows sudah bertahun-tahun lebih dulu lahir daripada linux. Tidak aneh, karena linux sendiri yang adalah open source. Dia telah dikembangkan oleh berjuta-juta orang di seluruh dunia. Bahkan salah satu orang warga negara Indonesia pun telah ikut andil bagian dalam hal ini. Kalau dulu kita biasa menikmati tampilan linux yang hitam putih, maka sekarang kita bisa menikmati OS bermaskot pinguin ini dengan berbagai tampilan yang akan membuat penggemarnya demam seperti ketika pertama kali sang pembuatnya dipatuk pinguin.
Dan sekarang banyak negara-negara maju yang malah memanfaatkan open source, contohnya adalah NASA yang memakai database MySQL untuk laboratorium mereka setelah pindah dari Oracle. Maka dari itulah kenapa bangsa Indonesia tidak mau belajar dari negara maju? Kenapa mereka harus belajar dari zaman penjajahan? Sudah sepantasnya kita tidak lagi sebagai konsumen, tapi juga sebagai produsen. Banyak orang maju karena mereka berpikir sebagai produsen, bukan sebagai konsumen. Karena bangsa ini masih sebagai negara konsumenlah maka banyak orang-orang yang sudah maju pikirannya meninggalkan Indonesia dan menjual barang mereka ke Indonesia. Indonesia maju bukan karena mereka menghasilkan orang-orang yang berpikiran maju, tapi karena konsumennya yang mengalahkan orang-orang yang berpikiran maju. Maka dari itulah banyak orang gaptek di Indonesia, dikarenakan mereka hanya memakai, tanpa tahu bagaimana membuat atau paling tidak untuk memperbaikinya.
Maju terus Open Source.
Topics: Linux, Open Source |


February 24th, 2008 at 11:21 pm
menambahkan bahwa open source belum tentu free software
kalo yang dicontohkan adalah linux, maka biasanya orang-orang free software. Mungkin link ini membantu bagi orang GNU/linux:
http://www.gnu.org/philosophy/free-software-for-freedom.html
March 21st, 2008 at 1:51 am
ya amplop ABUD!
August 2nd, 2008 at 10:14 am
mantaaaaaaab