Tag Clouds

Pesta Blogger 2010

Ramadhan Blogging

Tantangan 31 Hari Ngeblog, Anda bisa?

Follow me on Twitter

Member of LUG STIKOMP

Short Comments


ShoutMix chat widget

Adds

Meooow……

Kucing1: “Eh lihat guwa begaya dulu di depan kamera!”

Kucing2: “Dasar kucing ndeso!”

Posted via email from Abu Aisyah’s Views

The Eyes

Those eyes more powerfull than Sauron Eyes

See and download the full gallery on posterous

Posted via email from Abu Aisyah’s Views

Black & White

In this picture, Aisyah & Hana. This picture taken in Malang. Aisyah in smile, and Hana happy before they go to Salman Al Farisi Playgroup

See and download the full gallery on posterous

Posted via email from Abu Aisyah’s Views

Apa yang Harus Diperhatikan Ketika Shalat Berjamaah?

shalat berjama'ah

shalat berjama'ah

Shalat berjama’ah adalah shalat yang pahalanya dilipat gandakan 27 derajat. Dan hukum shalat berjama’ah bagi seorang laki-laki di masjid adalah wajib. Walaupun ia shalat sendirian di rumah boleh, tapi wajib di sini maksudnya keafdholan. Artinya seorang laki-laki lebih afdhol shalat berjama’ah di masjid daripada shalat munfarid di rumah. Dan dalam hal ini tidak ada khilaf di dalam para ulama bahwa laki-laki lebih afdhol shalat berjama’ah di masjid.

Namun ada kalanya shalat berjama’ah itu punya nilai-nilai tersendiri. Artinya, shalat seseorang yang sendirian saja bisa tidak sempurna apalagi mereka yang berjama’ah. Setiap kali dan setiap kali shalat dimulai sang imam selalu berkata, “Rapat dan luruskan shaf, sebab rapat dan lurusnya shaf adalah kesempurnaan shalat”. Namun ternyata di masjid-masjid ketika shalat dijalankan, kita bisa melihat betapa longgarnya jarak antara satu jama’ah dengan jama’ah yang lain, mereka tidak lurus dalam shafnya, bahkan sang imam pun tetap memulai shalatnya, sekalipun barisan ma’mumnya seperti itu. Lalu bagaimanakah yang dituntunkan oleh rasululloh shallallahu’alaihi wa salam dalam masalah shalat berjama’ah ini?

1. Jangan shalat sunnah apabila sudah dikumandangkan iqamah. Apabila seseorang sudah mendapatkan 1 raka’at dan ketika raka’at berikutnya iqamah, maka ia harus cepat-cepat menyelesaikan shalatnya. Namun apabila masih 1 raka’at ia harus membatalkan shalatnya untuk segera mengikuti shalat berjama’ah. (Continue Reading….)

Ramadhan Bulan Penghisaban Diri

Masjid Agung

Masjid Agung foto by: Abu Aisyah

Tak terasa Ramadhan sudah mau meninggalkan kita. Ramadhan yang ditunggu-tunggu sejak dulu, sekarang mulai sedikit demi sedikit meninggalkan kita. Kita sekarang berada di tengah-tengahnya. Ke depannya makin lama godaan makin berat, ke depannya juga ganjaran akan dilipat gandakan hingga nanti tanggal 1 Syawwal. Alhamdulillah, sampai sekarang kita masih diberikan rahmat Allah, di mana kita masih bisa merasakan puasa, masih bisa beribadah masih bisa juga beraktivitas di bulan yang penuh rahmat ini.

Mari kita sejenak melihat diri sendiri. Sebab di bulan ini adalah kita harus banyak-banyak menghisab diri. Hikmah adanya puasa adalah kita bisa merasakan apa yang dirasakan orang-orang miskin, apa yang dirasakan mereka semua ketika mereka kekurangan, tidak punya persediaan makanan, mungkin juga sehari mereka tidak makan baru besoknya mereka baru makan. Kita juga harus menghisab diri terhadap apa yang kita punyai, sudahkah kita tidak mengeluarkan hak-hak mereka? Apakah kita punya salah kepada orang lain dan sudahkah kita meminta maaf  kepada orang yang kita punya salah kepadanya?

Sungguh sia-sia sekali kita kalau di bulan ini kita tidak mengisinya dengan taubat. Sebab setiap manusia pasti mempunyai dosa. Kita tidak boleh sombong dengan amal-amal yang kita punyai, kita tidak boleh sombong dengan sedekah-sedekah yang telah kita keluarkan, kita tidak boleh sombong terhadap sholat-sholat ataupun ibadah lainnya yang telah kita lakukan. Manusia itu tidak ada yang ma’shum kecuali rasululloh shallallahu’alaihi wa salam. Kita sebagai seorang manusia harus waspada, lebih hati-hati terhadap sekitar kita, terhadap apa-apa yang kita makan, terhadap apa yang kita pakai. Sebagaimana yang telah saya ceritakan di postingan sebelumnya tentang masalah makan. Makan adalah masalah sepele, masalah untuk mengisi perut, yang mana ketika orang lapar obatnya ya makan. Namun ternyata Islam yang luas ini telah menuntun kita untuk makan dengan tangan kanan, makan dan minum dengan duduk, makan tidak tergesa-gesa, makan dimulai dengan berdo’a terlebih dulu, dan setelah selesai kita bersyukur atas rizki yang telah diberikan oleh-Nya. Coba kita lihat seksama makanan yang kita buat berbuka di bulan puasa ini. Apakah makanan itu halal? Bagaimana kita bisa yakin bahwa makanan yang kita buat berbuka itu halal? Kalau sudah yakin halal, apakah cara kita makan juga sudah benar? Kalau sudah benar, apakah kita bersyukur kepada-Nya? Bagaimana caranya bersyukur kepada-Nya, ada banyak cara, yaitu dengan memberi makan kepada orang miskin, bersedekah, mengucapkan kalimat tahmid. (Continue Reading….)

Call From Gmail

Gmail sekarang tambah lagi fitur baru, yaitu Call From Gmail. Hari ini ketika buka email langsung muncul ikon itu di label. Entahlah aku belum pernah nyoba, soalnya aku tidak punya speaker, tapi kemungkinan besar Call From Gmail ini mau menyaingi Skype. Maybe.

Posted via email from Abu Aisyah’s Views

. . . → Read More: Call From Gmail

Apa yang Dibaca Setelah Tasyhud Akhir dan Sebelum Salam ?

tasyahud

tasyahud

Shalat adalah amalan yang paling tinggi, melebihi amalan-amalan lainnya. Dan ketika kita sholat diperbolehkan kita berdo’a ketika sujud dan tasyhud akhir, dengan do’a apa? Apa saja. Di kitab Hishnul Muslim ada do’a-do’a yang diajarkan oleh Rasululloh Shallallahu’alaihi wa salam setelah tasyhud akhir dan sebelum salam. Apa saja do’anya?

للَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

artinya:”Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.” [HR. Al-Bukhari 2/102 dan Muslim 1/412. Lafazh hadits ini dalam riwayat Muslim.] (Continue Reading….)

Kesalahan-kesalahan Ketika Shalat Tarawih

Shalat Tarawih

Qiyamul Lail di bulan Ramadhan adalah sebuah amalan yang besar. Di bulan Ramadhan ini perkara yang sunnah diberi ganjaran seperti perkara wajib dan yang wajib akan dilipat gandakan. Jadi jangan remehkan amalan sekecil apapun, sebab amalan itu akan sangat-sangat besar di bulan Ramadhan karena Allah akan melipat gandakan amalan ini. Dan di bulan Ramadhan . . . → Read More: Kesalahan-kesalahan Ketika Shalat Tarawih

Template Ramadhan yang Selalu Ada Setiap Tahun

Setiap Ramadhan selalu ada yang namanya template Ramadhan. Yang mana fenomena ini ada di berbagai tempat. Mulai dari jalan raya, acara tv, kantor bahkan sampai masjid. Fenomena ini bisa dibilang baik, kalau terus berlangsung setelah Ramadhan dan tentunya yang terus berlangsung itu yang baik-baik saja. Yang jelek tidak perlu dilanjutkan. Template Ramadhan yang selalu ada dan . . . → Read More: Template Ramadhan yang Selalu Ada Setiap Tahun

Hal yang Harus Tetap Diingat Ketika Makan

gelas

sumber: agathaocha.blogspot.com

Puasa adalah saat kita menahan lapar dan minum. Di bulan Ramadhan ini Allah membentuk sebuah madrasah yang mana madrasah ini  nantinya akan menghasilkan orang-orang yang bertaqwa. Hari itu saya terpaksa pulang setelah berbuka karena pekerjaan yang padat membuat saya akhirnya mau tak mau harus sholat di masjid yang ada di dekat kantor. Sebelum adzan maghrib saya sudah berangka agar tidak ketinggalan shalat maghrib. Beberapa teman-teman juga bersiap-siap berbuka puasa, di kantor ada yang membawa beberapa bekal untuk berbuka. Untuk diriku yang jarang membawa uang saku ketika ke kantor ini, ya tidak bawa apa-apa.

Akhirnya saat berbuka tiba. Aku menuju ke teras masjid di mana di sana ta’mir membagi-bagikan ta’jil. Hari itu ta’jilnya adalah kolak buah, dan sekotak jajanan. Aku beramah tamah dengan orang-orang yang berbuka di masjid tersebut. Dan di saat itulah aku menyaksikan pemandangan yang tidak enak. Aku melihat seseorang yang makan sambil berdiri dan ia pun makan dengan tangan kirinya. Masya Allah. Saya tidak tahu apa yang menyebabkan ia melakukan hal itu melainkan kemungkinan ia sudah terbiasa melakukannya. Bagi yang sudah terbiasa makan dengan tangan kanan, maka sudah pasti ia akan makan dengan tangan kanan. Dan bagi yang terbiasa makan dengan duduk, maka sudah pasti ia akan makan juga dengan duduk.

Makan dengan tangan kiri itu HARAM. Saya pakai huruf kapital, tebal dan digaris bawahi agar benar-benar disebut haram. Haram karena apa? Bukankah makan dengan tangan kanan ataupun tangan kiri adalah hal yang biasa? Bukankah yang penting makannya? Haram karena rasululloh shallallahu’alaihi wa salam melarangnya. Lalu bagaimana dengan orang yang kidal? Sesungguhnya untuk urusan makan dan minum, setiap orang bisa melakukannya dengan kedua tangan, terkecuali menulis dan kegiatan-kegiatan lainnya. (Continue Reading….)